SKALA LIKERT

RENSIS LIKERT : PAKAR PENELITIAN YANG TIDAK TERLUPAKAN

Oleh :

Prof. Dr. Abdullah M. Jaubah, S.E., M.M.

Pendahuluan

Banyak sekali kesalahan dialami dalam pemakaian Skala Likert yang terkandung dalam Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Penelitian. Kesalahan ini berlansung secara berkesinambungan karena pemakaian skala Likert tanpa studi dan penghayatan atastulisan-tulisan dari Rensis Likert,

Dua buku hasil penelitian Rensis Likert, pada tahun 1973, dibeli dan hingga sekarang masih tersimpan dalam lemari buku. Para mahasiswa Universitas di Indonesia dan di berbagai Universitas di dunia masih memakai skala Likert dalam berbagai penelitian mereka. Kesalahan pemakaian skala Lkert dialami karena hasil pemakaian skala Likert memakai kode 1,2,3,4, dan 5 dianggap bukan sebagai kode akan tetapi dianggap sebagai nilai sehingga hasilpengisian kuesioner kemudian dijumlahkan dan SPSS dipakai. Skala Likert mungkin memakai 1 = Sangat Tidak Setuju, 2, = Tidak Setuju, 3 = Ragu-ragu, 4 = Setuju, 5 = Sangat Setuju. Hal ini berarti bahw 1 tidak layak dijumlah dengan 2, 3, 4, atau 5. Sangat Setuju tidak layak dijumlah dengan Setuju. Kesalahan ini dialami dalam Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Penelitian sehingga Hasil dan Pembahasan mengandung kesalahan.

Dua Buku dari Rensis Likert

Rensis Likert (1961) New Patterns of Management. New York : McGraw Hill Book Company, Inc.

Rensis Likert (1967) The Human Organization: Its Management and Value. New York : McGraw Hill Book Company, Inc.

Skala Likert dikembangkan pada tahun 1932 dengan tujuh peluang pilihan, kemudian perubahan dilakukan sehingga skala Likert menjadi lima peluang pilihan, dan terakhir diubah lagi menjadi empat peluang pilihan. Kedua buku tersebut memakai skala Likert dengan empat peluang pilihan.

Penelitian Rensis Likert

Hasil penelitian yang dilakukan disusun dalam buku yang diterbitkan dalam tahun 1961 dengan judul New Patterns of Management. Variabel-variabel yang dipakai dalam penelitian tersebut adalah variabel :

  1. Motivational Forces
  2. Leadership Processes
  3. Decision-making Processes
  4. Communication Processes
  5. Interaction-Influence Processes
  6. Control Processes
  7. Goal Setting Processe
  8. Performace

Tiap variabel dirinci ke dalam beberapa indikator dan tiap indikator dipakai untuk menyusun pertanyaan dengan empat peluang pilihan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut disebar dan pengumpulan jawaban dikelompokkan ke dalam empat kelompok sesuai dengan empat peluang pilihan.

Rensis Likert, karena pertanyaan-pertanyaan yang tercermin dalam skala Likert ini mencerminkan data dan variabel  berukuran Ordinal, Rensis Likert tidak memakai statistik akan tetapi memakai grafik yang menggambarkan tiap peluang dari keempat peluang pilihan tersebut. Grafik pertama dinamakan Manajemen Sistem 1 atau kepemimpinan Exploitative dan Authoritative, grafik kedua dinamakan Manajemen Sistem 2 atau Benevolent Authoritative, Manajemen Sistem 3 dinamakan Concultative, dan Manajemen Sistem 4 dinamakan Participative.  

Rensis Likert memakai konsep Exploitative Authoritative Leadership, Benevolent Authoritative Leadership, Consultative Leadership, dan Participative Leasership dalam buku The Human Organization: Its Management and Value.

Rensis Likert, dalam buku kedua, juga memakai grafik dan tidak memakai staistik. Langkah ini diakukan karena variabel-variabel tersebut tidak dapat observasi dan tidak dapat diukur secara langsung.

Rensis Likert memakai kode 1, 2, 3, dan 4. Kode ini memakai angka-angka akan tetapi berfungsi sebagai kode dan tidak berfungsi sebagai angka. Banyak kesalahan telah dialami dalam berbagai penelitian yang telah memakai skala Likert. Kesalahan-kesalahan ini dialami karena kode yang dipakai diangggap sebagai angka-angka sehingga jawaban dari para responden itu dijumlahkan dan statistik atau SPSS dipakai untuk mengolah hasil penjumlahan ini. Dua kesalahan dialami.

Kesalahan-kesalahan ini tidak dianggap sebagai kesalahan akan tetapi dianggap sebagai kebenaran. Kode itu dianggap sebagai angka bukan sebagai kode dan hasil penjumlahan ini dianggap sebagai variabel-variabel berukuran kuantitatif atau berukuran scale sehingga statistik atau SPSS dipakai. Hasil penelitian memakai skala Liket atas variabel-variabel penelitian mencerminkan hasil atas variabel-variabel berukuran kualitatif atau berukuran kategori atau berukuran ordinal bukan berukuran kuantitatif sehingga perlakuan terhadap variabel berukuran kualitatif sebagai variabel berukuran kuantitatif juga mencerminkan kesalahhan-kesalahan bukan mencerminkan kebenaran.

Suami-istri menunjungi tempat penjualan mobil Toyota Rush baruuu. Keduanya telah mempertimbangkan desain interior, desain eksterior, mesin, tingkat konsumsi bensin, tingkat kerusakan, harga, biaya perawatan dan perbaikan, wana, dan sebagainya. Istri menginginkan mobil Toyota Rash berwarna Putih sedangkan suami mennginginkan waarna hitam.     Masing-masing mempertahankan keinginan mereka sehingga mobil tidak jadi dibeli. Deskripsi ini mengungkap bahwa seseorang melakukkan pembelian setelah mempertimbangkan ukkkuran-ukuran kuantitatif dan ukuran-ukuran kualitatif, sehingga perangkat analisis yang mengandung integrasi antara ukuran-ukuran kuantitatif dan ukuran-ukuran kualitatif diperlukan. Thomas L. Saati telah menngembangkan perangkat lunak komputer yang dapat dipakai untuk melakukan analisi atas masalah yang mengandung ukuran-ukuran kualitatif dan ukuran-ukuran kuantitatif. Perangkat lunak ini dinamakan Analytic Hierarchy Process dan Analysis Network Process.

Rensis Likert telah memperlakukan variabel-variabel Motivational Forces, Leadership Processes, Decision-making Processes, Communication Processes, Interaction-Influence Processes, Control Processes, dan Goal Setting Processes  sebagai variabel-variabeiabell sikap (attitudes) yang telah diperlakukan sebagai variabel-variabel berukuran ordinal dan bukan sebagai variabel-variabel berukuran kuantitatif atau berukuran interval atau rasio atau berukuran scale jika SPSS dipakai. Variabel-variabel lain dari sikap jika memakai skala Likert maka variabel-variabel tersebut diperrlalukan sebagai variabel-variabel berukuran ordinal, bukan sebagai variabel-variabel berukuran scale (kuantitatif). Contoh lain adalah mahasiswa laki-laki jika diberi kode 1 dan mahasiswa perempuan jika diberi kode 2, maka 1 tidak layak dijumlah dengan 2 karena jika dijumlah maka menjadi 3 dan kode tiga adalah kode bukan laki-laki dan juga bukan perempuan. Kode ini dipakai untuk variabel berukuran nominal. Skala Likert merupakan psikometrik, lebih mencerminkan skala pengukuran dalam bidang psikologi. Skala Likert merupakan suatu pendekatan untuk mencipta skala yang secara psikometrik adalah baik berdasar atas tanggapan-tanggapan  mengenai pertanyaan atau item jamak. Skala Likert telah dipakai untuk mengukur pikiran, perasaan , intuisi, dan sensasi orang-orang dari survey opini dan uji kepribadian.

Karl G. Jöreskog (1970) telah mengintegrasikan psychomatric dengan economietric. Integrasi ini dituangkan ke dalam perangkat lunak LISRELyang dikembangkan lebih lanjut oleh Karl G. Jöreskog dan Dag Sörbom sehingga pada tanggal 24 Juni 2021 LISREL Versi 11 diterbitkan. Hal ini berarti bahwa LISREL telah mengintegrasikan ukuran-ukuran kualitatif dan ukuran-ukuran kuantitatif, sehingga sekarang para pakar penelitian telah mengembangkan konsep tentang penelitian kombinasi yaitu kombinasi antara penelitian berukuran kualitatif dan penelitian berukuran kuantitatif (Mixed Research).

Hasil Penelitian Rensis Likert

Rensis Likert, dalam Michigan University, melaksanakan penelitian mengenai pola-pola dan gaya-gaya dari para manajer selama 30 tahun atas 200 organisasi dan telah mengembangkan empat model sistem manajemen yang dapat membantu pemahaman atas perilaku kepemimpinan.

Hasil penelitian Rensis Likert mencakup empat sistem atau kepemimpinan yaitu exploitative-authoritative leadership, benevolent-authoritative leadership, consultative leadership, dan participative leadership.

Pengalaman

Empat tesis telah diuji dan tesis ini memakai skala Likert. Hasil penelitian kemudian dijumlahkan dan SPSS dipakai. Langkah ini mengandung kesalahan dan apabila diminta untuk diubah maka mahasiswa bersangkutan harus menulis tesis baru karena skala Likert tidak layak dijumlahkan dan SPSS tidak layak dipakai atas hasil penelitian tersebut. LISREL, AMOS, Visual PLS, Smart PLS, Warp PLS, atau Generalizes Structured Compponent Analysis (GeSCA) lebih tepat dipakai.

Kesalahan menjumlahkan hasil pemakaian Skala Likert dan kesalahan pemkaian SPSS dialami dalam tesis yang baru diujikan. Kesalahan akbar ini mengandung arti bahwa tesis tersebut adalah tidak bermakna dan jika dipakai sebagai acuan oleh mahasiswa lain maka kesalahan akan tersebar.  Para pembimbing dan para penguji, oleh karena itu, dituntut untuk menguasai Skala Likert dari buku Rensis Likert, SPSS, Amos, Eview, Stata, Minitab, LISREL, Visual PLS, Smart PLS, Warp PLS, Generalized Structural Component Analysis, NodeXL. di samping menguasai AHP, Analisis Jaringan Sosial seperti Ucinet, Pajek, Mage, SocnetV, Gephi, NodeXL, dan sebagainya. Hal ini berlaku pada Fakultas Kedoteran Gigi, Fakultas Ilmu Sosil dan Ilmu Politk, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komunikasi, Program Pascasarjana termasuk pula Program Doktor. Para pembimbing dan para penguji, tanpa kemampuan di atas, mungkin akan menghasilkan Skripsi, Tesis, Disertsi, dan Penelitian yang mengandung kesalahan akbar.

Lampiran I mencerminkan ringkasan Pertanyaan Penelitian dan Lampiran II mencerminkan penyajian Hasil Penelitian Rensis Liert. Hasil ini mencerminkan 4 skala Likert dan pemakaian grafik.

Rangkuman

Hasil Pemakaian skalaLikert merupakan hasil berukuran kualitatif atau berukuran ordinal. Hasil pemakaian skala Likert tidak layak dijumlahkan. Skala Likert terakhir, menurut Rensis Likert, terdiri dari empat peluang pilihan bukan terdiri dari lima peluang pilihan. Kesalahan dalam melakukan penjumlahan atas hasil penelitian berdasar atas skala Likert dan pemakaian SPSS atas hasil penjumlahan ini merupakan kesalahan besar yang perlu dihentikan. Hasil dan Pembahasan akan lebih tepat jika hasil pemakaian skala Likert tidak dijumlahkan dan tiap indikator eksogen dan indkator endogen dari variabel laten eksogen dan variabel laten endogen lebih tepat memakai Lisrel, AMOS, Visual PLS, Smat PLS, Warp PLS, atau Generalized Structured Component Analyis dalam usaha mnghentikan kesalahan dalam Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Penelitian pada masa yang akan datang.

Pembimbing dan penguji dituntut mengasai kemamp0uan yang luas sehingga kesalahan dalam Skripsi, Tesis, Disertasi, atau Penelitian tidak dialami seperti yang dialami sekarang.

Daftar Pustaka

Likert, Rensis. 1961. New Patterns of Management. New York : McGraw Hill Book Company, Inc.

—————. 1967. The Human Organization : Its Management Value. New York : McGraw Hill Book Company, Inc.

—————–THE RELATIONSHIP BETWEEN MANAGEMENT BEHAVIOR AND SOCIAL STRUCTURE—Improving Human Performance: Better Theory, More Accurate Accounting—TOKYO Session I Symposium C-3

Permata Depok Regency, 4 September 2022.

Advertisement

Author: abdullahmjaubah

Saya pernah menulis buku tentang Sistem Administrasi Keuangan Negara yang diterbitkan oleh Bratara Karya Aksara dan buku C Basic Pedoman Penyusunan Program Komputer yang diterbitkan oleh Gramedia. Pelatihan yang pernah diikuti adalah Program Perencanaan Nasional di Jakarta, Export Training Program. Pelatihan Supply and Material Management dan Training The Trainer yang diselenggarakan oleh Royal Institure of Public Administration di Inggris, Manajemen Proyek di Virginia Polytechnique and State University di Amerika Serikat, latihan di Economic Development Institute-World Bank, dan Advanced Training the Trainer di Kanada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: