ROCKY GERUNG

ROCKY GERUNG, MARXISME KULTURAL DAN TEORI KRITIS JURGEN HABERMAS

Rocky Gerung sering melancarkan kritik. Hal ini dapat dimaklumi karena Rocky Gerung telah melakukan studi dan penghayatan mengenau Marxisme Kultural dan Teori Kritik Jurgen Habermas (1991) sebagaimana tercermin dalam skripsinya.

Marxisme Kultural dan Teori Kritis ditambah dengan konsep rasionalitas, liberating, toleransi, dipakai untuk melakukan kritik terhadap pemerintah, lembaga-lembaga formal, budaya, agama, dan politik.  Tujuan yang tersembunyi dari Marxisme Kultural dan Teori Kritis dari aliran Frankfurt adalah menghancurkan budaya Western dan mengganti dengan Marxisme Kultural melalui media massa, lembaga-lembaga pendidikan, dan para pakar dalam lembaga pendidikan. Suatu pendapat yang berbeda dengan rasionalitas, political correctness, toleransi menurut penafsiran mereka adalah tidak rasional, political incorrectness, intoleransi. Kalimat bodoh sering pula dipakai  dan  arti kata bodoh akan diberi makna berbeda.

Arti kata rasionalitas juga akan diberi arti berbeda jika dipakai oleh para penganut Aliran Frankfurt, para pakar ekonomi, para pakar sosiologi, para pakar biologi revolusioner, dan para pakar administrasi publik. Herbert A. Simon menganggap rasionalitas itu terikat (bounded rationality). Konsep ini akan ditolak oleh para penganut aliran frankfurt karena tidak sesuai dengan gagasan mereka. Mereka menganggap gagasan mereka adalah gagasan yang paling benar, paling demokratis, paling humanistis, paling lengkap, paling sempurna, paling sesuai dengan rasionalitas sedangkan gagasan lain adalah sebaliknya. Mereka katanya anti dominasi akan tetapi gagasan mereka ingin mendominasi.

Orang yang mengatakan UI adalah bodoh adalah orang bodoh karena UI sebagai organisasi atau sebagai institusi terdiri dari aspek-aspek fisik, gedung-gedung, jalan-jalan, dan aspek non fisik yaitu para alumni, para pengajar, para pegawai, dan para mahasiswa. Hal ini berarti bahwa UI itu bodoh berarti aspek fisik dan aspek non fisik adalah bodoh.

William S. Lind telah melakukan penelitian dan hasil penelitian ini tercermin dalam judul who stole our culture? Lind menganggap bahwa budaya Amerika Serikat telah dicuri oleh para penganut aliran Frankfurt tatkala mereka pindah ke Amerika Serikat.

Uraian singkat ini mengungkap bahwa Rocky Gerung (1991) menerapkan konsep-konsep yang terkandung dalam skripsinya yang berjudul Marxisme Kultural dan Teori Kritis Jurgen Habermas. Hal ini berarti pernyataan-pernyataannya dan kritik-kritiknya biasa dilakukan oleh para penganut aliran Frankfurt.

 

Author: abdullahmjaubah

Saya pernah menulis buku tentang Sistem Administrasi Keuangan Negara yang diterbitkan oleh Bratara Karya Aksara dan buku C Basic Pedoman Penyusunan Program Komputer yang diterbitkan oleh Gramedia. Pelatihan yang pernah diikuti adalah Program Perencanaan Nasional di Jakarta, Export Training Program. Pelatihan Supply and Material Management dan Training The Trainer yang diselenggarakan oleh Royal Institure of Public Administration di Inggris, Manajemen Proyek di Virginia Polytechnique and State University di Amerika Serikat, latihan di Economic Development Institute-World Bank, dan Advanced Training the Trainer di Kanada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s