SMART PLS

PEMODELAN PERSAMAAN ulluSTRUKTURAL

Oleh :

Prof. Dr. Abdullah M. Jaubah, S.E., M.M.

Pendahuluan

Studi dan penghayatan atas Pemodelan Persamaan Struktural berdasar atas beberapa konsep yaitu konsep tentang variabel laten endogen (variabel laten dependen atau ETA), konsep variabel laten eksogen (variabel laten indipenden atau KSI), variabel-variabel manifest endogen (variabel-variabel indiator endogen), variabel-variabel indikator dependen, model hubungan rerlektif, dan model hubungan formatif.

Definisi Variabel Laten Endogen

Variabel laten endogen merupakan variabel dependen yang dipakai dalam ekonometri dan psikometri dan kadang-kadang dipakai dalam regresi linier. Variabel-variabel laten endogen  mirip dengan variabel laten dependen. Variabel laten endogen memiliki nilai yang ditentukan oleh variabel-variabel lain dalam sistem dan variabel “lain” ini disebut variabel laten eksogen atau variabel indikator eksogen. Variabel laten endogen didefinisikan sebagai suatu variabel laten endogen dalam model kausal, jika nilainya ditentukan atau dipengaruhi oleh satu  variabel laten independen atau lebih atau satu variabel inikator independen atau lebih.  

Nilai dari variabel laten enogen ditentukan oleh satu variabel laten eksonen atau lebih. Variabel laten endogen dapat dijuga dientukan oeh satu variabel indikator eksogen atau lebih. Model hubungan antar varriabel-variabel inikator eksogen dan variabel laten endogen inamakan model hubungan formafit.Model hubungan formatif antara variabel-variabel indikator eksogen dan variabel laten endogen terdapat dalam LISREL.

Hubungan formatif antara variabel-variabel indikator eksogen dan variabel laten eksogen terdapat antara lain dalam SmartPLS. Hubungan formatif dalam SmartPLS yang ,mencerminkan variabel laten eksogen tergantung pada variabel-variabel indikator eksogen merupakan konsep yang tidak dapat diterima oleh pemikiran sehat, oleh hukum pemikiran. Hal ini ter cermin pula dalam rumus matematika yang biasa dipakai bahwa KSI merupakan fungsi ari variael-variabel indikator eksogen. Suatu variabel jika itentukan oleh, tergantung pada, merupakan fungsi ari variabel-variabel lain, maka variabel tersebut tidak masuk akal jika disebut variabel inependen dan lebih layak isebut variabel dependen. S,martPLS mengandung konsep bahwa variael laten eksogen merupakan variabel yang ditentukan oleh, tergantung pada, fungsi dari variabel-variabel indikator eksogen.

Konsep yang mencerminkan variabel laten endogen ditentukan oleh satu variabel indikator neksogen atau lebih dinamakan model hubungan foormatif. Konsep yang mencerminkan bahwa variabel laten endogen diwakili oleh satu variabel endogen atau lebih dinamakai model reflektif.

Variabel laten endogen adalah variabel yang tidak dapat diobservasi dan tidak dapat diukur secara langsung. Observasi dan pengukuran dilakukan melalui variabel-variabel indikator manifest) endogen yang mewakili variabel laten endogen tersebut.el

Variabel laten eksogen adalah variabel laten independen yang tidak dapat diobservasi dan tidak dapat diukur secara langsung. Pengukuran dilakukan melalui variabel-variabel indikator eksogen.

Rincian variabel laten endogen ke dalam variabel-variabel indikator endogen yang dapat diobservasi dan dapat diukur secara langsung dan rincian variabel laten eksogen dlangsung merupakan dasar utama dari pemodelan persamaan struktural.

Langkah Melakukan Klasifikasi Variabel-variabel di dalam Suatu Sostem

Penentuan variael-variabel laten eksogen, variabel-variabel inikator eksogen, variabel-variabel laten endogen, variabel=variabel indikator endogen, model hubungan formatif, dan model hubungan refeltif dalam berbagai penelitian yang  telah dilakukan  sering mengungkan perbedaan-perbedaan tertentu sehingga penentuan tersebut merupakan tantangan.

Perilaku dari variabel-variael laten eksogen, variabel-variabel indikator eksogen, variabel-variabel laten endogen, dan variabel=variabel indikator endogen, oleh karena itu, perlu dijelaskan. Model-model matematika biasa disajikan dalam bentuk persmaab-perbamaan dan persamaan-persamaan ini dapat dipakai untuk menjelaskan variabel-variabel bersangkutan.

Variabel Eksogen

Variabel eksogen adalah variabel yang tidak dipengaruhi oleh variabel lain dalam sistem. Istilah Exogenous berasal dari bahasa Yunani Exo, yang berarti “di luar” dan gignomai, yang berarti “menghasilkan”. Variabel endogen adalah variabel yang dipengaruhi oleh faktor lain dalam sistem, yaitu diplengaruhi oleh variabel laten eksogen atau dipengaruhi oleh variabel-variabel indikator eksogen. Istilah “variabel eksogen” hampir secara eksklusif dipakkai dalam ekonometrik dan dipakai dalam regresi linier untuk mendeskripsikan variabel independen dalam model. Variabel eksogen adalah variabel yang tidak dipengaruhi oleh variabel lain dalam model (meskipun dapat dipengaruhi oleh faktor di luar model regresi linier yang sedang diteliti. Variabel Laten Eksogen. Variabel laten independen adalah variabel laten eksogen sehingga, secara matematis, tidak dipengaruhi, tidak ditentukan, atau bukan merupakan fungsi dari variabel lain. SmartPLS asumsi yang sangat bertentangan dengan matematika karena variabel laten eksogen atau independen dapat dipengaruh oleh variabel-variabel indikator eksogen dalam model formatif.

  https://1.bp.blogspot.com/-Mdw0BKbv1L4/XxY_rHpjk9I/AAAAAAAAAlY/xBxRXIlW850E80m0f4Dzx90SmXFkBvVGgCLcBGAsYHQ/s1600/KW1.png

I Made Nyoman Mindra Jaya dan I Made Sumertajaya telah menyajikan rumus untuk moel hubungan formatif sebagai berikut :

Rumus ini dipakai dalam hubungannya dengan variabel KSI seperti di atas. SmartPLS karena dapat dipakai untuk melaksanakan rumus di atas berrarti pula  bahwa SmartPLS mengandung unsur yang bertentangan dengan hukum matemtika dan hukum pemikiran. Model formatif daam Lisrel, tidak mungkin memakai variabel laten eksogen (KSI) sebagai variabel independen, LISREL memakai variabel laten endogen dan variabel  variabel-variabel indikator eksogen bukan memakai variabel laten eksogen dan variabel-variabel indikator eksogen seperti tercermin dalam diagram jalur yang disajikan oleh Made Nyoman Mindra Jaya dan I Made Sumertajaya.

Rangkuman

Konsep-konsep pokok dalam pemodelan persamaan struktural mencakup konsep variabel laten eksogen, variabel-variabel indikator eksogen, variabel laten endogen, dan variabel indikator endogen, beberapa jenis kesalahan, model hubungan formatif, dan model hubungan reflektif.

Model hubungan formatif dala LISREL sesuai dengan hukum matematika sedangkan model hubungan formatif dalam SmartPLS bertentangan dengan hukum matematika dan hukum pemikiran karena variabel laten eksogen dapat mencerminkan fungsi dari variabel-variabel indikator eksogen.

Permata Depok Regency 30 Maret 2021

Teologi Setan di balik Marxisme Kultural

TEOLOGI SETAN DI BELAKANG MARXISME KULTURAL DAN TEORI KRITIS

Terjemahhan Oleh :

Prof. Dr. Abdullah M. Jaubah, S.E., M.M.

Pendahuluan

Pemikiran David Ricardo mempengaruhi pemikiran Karl Marx. Karl Marx mencipta Marxisme yang mencerminkan substruktur mempengaruhi superstruktur, ekonomi mempengaruhi budaya dan agama. Perubahan substruktur akan mengubah superstruktur. Perubahan substruktur dapatdilakukan jika kaum proreltas yang ditindas oleh kaum kapitalis melakukan revolusi. Perang Dunia I dan Perang Dunia II dialami akan tetapi kaup proletar tidak melakukan revolusi. Hal ini diaggap sebagai kegagalan atau kesalahan dari teori Karl Marx oleh kelompok yang dinamakan Aliran Frankfurt.  Kelompok ini masih memakai gagasan dari Karl Marx dan Fraud. Georg Lukacs,  Max Horkheimer, Theodore Adorno, Erich Fromm, Herbert Marcuse, Benjamin, dan sebagainya. Nama Franz Joseph Molitor juga muncul walau bukan anggota dari Aliran Frankfurt. Franz Joseph Molitor dikenal sebagai satanist dan  alchemist yang sangat berminat dalam Kabbalah. Para pakar tersebut merupakan kelompok tertentu dari keturunan Yahudi. Hal ini berarti bahwa Marxisme Kultural dikembangkan oleh kelompok tertentu dari teturunan Yahudi yang dianggap menganut teologi setan (The Satanic Theology Behind Cultural Marxism).

Rocky Gerung (1991) telah menulis skripsi dengan judul Marxisme Kultural dan Teori Kritis Jurgen Habermas. Rocky Gerung melancarkan beberapa kritik. Kritik-kritik dari Rocky Gerung, menurut pendapat penulis, hanya merupakan imitasi dari Marxisme Kultural dan Teori Kritis. Orang-orang yang tidak mengetahui kritik Rocky Gerung akan terkejut akan tetapi penulis sendiri tidak terkejut karena kritik-kritiknya senada dengan kritik yang dilancarkan oleh kelompok tertentu dari orang-orang Yahudi melalui teori kritis untuk menghancurkan budaya dan agama Kristen di Eropa dan Amerika Serikat dan mengganti dengan  Marxisme Kultural. Penggantian budaya dan Agama Kristen di Eropa dan Amerika Serikat dengan Marxisme Kultural berarti pula penggantian kapitalisme dengan Marxisme.

Rocky Gerung, jika menganut Marxisme Kultural dan Teori Kritik, berdasar atas gagasan mengenai The Satanic Theology Behind Cultural Marxism, berarti juga menerapkan teologi setan tersebut. Skripsi tersebut mencerminkan bahwa Rocky Gerung mungkin mengagumi dan menerapkan gagasan-gagasan yang terkandung dalam Marxisme Kurtural dan Teori Kritis dalam melancarkan kritik seperti kritik yang dilancarkan oleh Karl Marx dan Freud. Georg Lukacs,  Max Horkheimer, Theodore Adorno, Erich Fromm, Herbert Marcuse, Benjamin, dan sebagainya.

The Satanic Theology Behind Cultural Marxism

Tulisan mengenai Teologi Setan di Balik Marxisme Kultural perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara bebas dan naskah asil disajikan pula di sini. Hal ini berarti bahwa pembahasan mengenai Teologi Setan di Balik Marxisme Kultural bukan pendapat penulis. Penyajian ini dianggap perlu dilakukan karena pembahasan mengenai Teori Kritis mulai berkembang di Indonesia. Hasil terjemahan ini adalah sebagai berikut :

Orang-orang Yahudi Kabbalistik percaya bahwa Allah dihancurkan oleh tindakan penciptaan, dan bahwa sifat-sifat-Nya terletak sebagai “percikan api suci” dalam Pengakuan Iman yang harus diambil agar Dia dipulihkan menjadi satu (dikenal sebagai tikkun). Kabbalah, karena itu, mengatakan bahwa Mesias tidak akan pernah kembali dan dengan demikian Manusia tidak akan pernah dibebaskan sampai Tuhan dipulihkan menjadi Keesaan. Cara untuk melakukan ini, menurut kaum Kabbalis, adalah memulihkan ketertiban pada kekudusan dan meditasi dari tindakan yang melibatkan Dewa Api.

Seorang Kabbalis dan okultis bernama Sabbatai Zevi, pada tahun 1666, menyatakan dirinya sebagai Mesias Yahudi. Sabbatai Zevi, setelah menjadi mesias, menoleh ke Taurat untuk menyatakan bahwa semua dosa sekarang dianggap “suci” dan bahwa satu-satunya cara untuk “memperbaiki” Allah adalah dengan melakukan tindakan kebobrokan. Kekaisaran Ottoman, setelah banyak pengikut yang hilang,  memaksanya untuk masuk Islam, namun banyak lagi yang masih mengikutinya. Jacob Frank ,  lebih dari 100 tahun kemudian, menyatakan dirinya sebagai reinkarnasi Sabbatai Zevi dan ide-idenya ke tingkat yang bahkan lebih ekstrem. Umat manusia, agar Tuhan sepenuhnya diperbaiki dan datang ke Era Mesianik,  harus menghancurkan semua nilai moral tradisional dan melampaui kebaikan dan kejahatan. Kaum Frankis, demikian sebutan mereka, dapat membayangkan setiap hal mengerikan di mana orang bertunangan: sihir hitam, bertukar istri, pesta pora seks, homoseksualitas, inses, pedofilia, dan suatu bentuk proto-feminisme dan proto-komunisme. Setiap tindakan menjijikkan ini dianggap sebagai “tikkun suci” (pemulihan) Tuhan jika dilakukan dengan niat suci. Mereka berlimpah Apokaliptik Yang Menghina Penciptaan Dunia, Berusaha Membawanya Sampai Akhir Dan Membawa Utopia Mesianik.

Sabat Bunda Sabat dan Frank untuk Memulai Abad ke-19. Kubu Frank yang aktif masih terdapat di Frankfurt, Jerman saat itu. Frankis ini diketahui terkait dengan Freemasonic Lodges yang ada di sekitar kota. Salah satu freemason semacam itu adalah seorang pria bernama Franz Joseph Molitor. Dia adalah seorang satanis dan alkemis terkenal yang sangat tertarik pada Kabbalah, bahkan melangkah lebih jauh untuk mensintesis Kabbalah dengan bentuk “Kristen” yang mesum. Ideologi Sabbatean-Frankist mengambil ini adalah apa yang memimpin. Ia, untuk mempromosikan pandangannya yang sakit dan memutarbalikkan, telah menulis empat jilid buku yang mempromosikan pemahaman durhaka tentang “Yudaisme” dari perspektif Kabbalis dan Sabbatean.

Dua sarjana muda Yahudi dari Berlin awal abad ke-20: Gershom Scholem, yang kemudian menjadi seorang teolog Yahudi yang terkenal, dan sahabatnya, kritikus sastra Walter Benjamin. Scholem dan Benyamin adalah kaum Kababalis dan okultis yang terobsesi dengan Sabbateanisme antinomian dan semua kejahatannya. Benjamin bahkan akan melangkah lebih jauh untuk mengklaim “kedekatan” dengan Jacob Frank, yang mengejutkan mengingat bagaimana Benjamin juga dipengaruhi oleh tulisan setan Friedrich Nietzsche. Dia dan Scholem juga sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan esoteris Yahudi terkenal lainnya: Franz Kafka, Franz Rosenzweig, Martin Buber (yang nantinya akan menjadi teman baik dan secara terbuka mengaku memegang pandangan Sabbatean), Leo Strauss (Bloch menulis sebuah buku berjudul The Spirit of Utopia di mana ia mengaitkan revolusi komunis dengan mesianisme Yahudi, dan beberapa tahun kemudian, Benjamin akan menjadi seorang Marxis.

Filsuf Marxis Terkemuka, di Uni Soviet dan Pertemuan dengan Georg Lukacs,  Melihat Budaya Barat (Terutama dalam Kekristenan) Lukacs adalah salah satu orang kunci di balik penciptaan Aliran Frankfurt. Benjamin, dalam waktu singkat, akan bergabung dengan Aliran Frankfurt dan menjadi salah satu intelektual kunci di belakang Theodor Adorno (teman dekatnya) dan Max Horkheimer (yang menjadi direktur “Aliran”, mengalihkan fokusnya dari ekonomi ke budaya.

Benjamin dapat dibilang Aliran Frankfurt terburuk. Marxisme Kultural sering diabaikan, tetapi ini adalah kesalahan. Benjamin memuat tulisannya tentang konsep dan terminologi sastra dan budaya yang penuh dengan kabbalah dan okultisme. Benjamin, pada bagian awal, The Task of the Translator, membuat referensi yang jelas ke kata “Shattering of the Vessels,” yang menyatakan bahwa semua bahasa modern tidak lengkap dan tidak pernah dapat memberikan deskripsi masyarakat yang sepenuhnya akurat. dan menjadi bahasa “utuh.” Hal ini penting untuk dicatat, karena ide-ide yang diekspresikan dalam teks ini akan menjadi tulang punggung dekonstruksionisme, teknik yang digunakan oleh kaum Marxis Kultural untuk membuktikan bahwa kata-kata dapat berarti apa saja (semua bahasa yang ada tidak lengkap) dan semua hal adalah konstruksi sosial. Penulis anarkis setan dan pedofil Peter Lamborn Wilson berpendapat bahwa Benjamin mencari “penyembahan berhala” Yudaisme, yang merupakan tujuan dari kaum Sabat dan Frankis. Dia meninggal muda ketika menjalankan tangannya sendiri dari penganiayaan Nazi (biarlah dikatakan, bunuh diri dilarang keras dalam Yudaisme otentik), tetapi tepat sebelum itu dia menulis esai singkat yang menggabungkan Marxis dengan “materialisme materialistis”

Benjamin, sejalan dengan narasi kabbalis semi-Gnostik tentang Allah yang hancur yang menyebabkan penderitaan-Nya bagi umat manusia, mengklaim bahwa semua sejarah manusia adalah sejarah penderitaan dan bahwa semua budaya manusia adalah biadab. Satu-satunya cara untuk memperoleh pembebasan umat manusia, menurut Benjamin, adalah mengidentifikasikan diri dengan “perjuangan kelas” Marxis seperti yang telah terjadi sepanjang sejarah dan mengesampingkan gagasan kemajuan yang telah “membutakan” kelas pekerja untuk tidak berperang. Mereka yang dicap sebagai kelas “tertindas” perlu mengingat rasa sakit dan penderitaan mereka karena hati mereka akan penuh dengan kebencian, sehingga memberi mereka dorongan untuk melampaui kebaikan dan kejahatan, bangkit dan menghancurkan kapitalisme dan Peradaban Barat. Dia mengatakan: “Kebencian dan semangat pengorbanan … dipelihara oleh citra leluhur yang diperbudak daripada cucu yang terbebaskan.” Tindakan spontan ini akan membawa revolusi komunis, yang akan menghasilkan penebusan kemanusiaan secara massal. Hal ini persis analog dengan gagasan Sabbatean bahwa Zaman Mesianik hanya akan tiba begitu semua orang jahat. Langkah selanjutnya dalam “penebusan” ini, “Manusia akan menjadi” utuh “karena tindakan Mesias, sesuatu yang disebutkan dalam Zohar (teks kabbalis utama). Hal ini berarti Manusia tidak akan lagi dibagi berdasarkan kelas, jenis kelamin, ras, bangsa atau penanda identitas lainnya. Fakta ini harusnya sejajar dengan agenda Marxis Kultural untuk mengurangi perbedaan antara ras, bangsa, dan jenis kelamin, di antara hal-hal lain. Penting juga untuk dicatat bahwa teks ini ditulis tepat setelah Stalin membuat perjanjian dengan Hitler, dan Marxisme Soviet tampaknya telah kehilangan kualitas penebusannya, dan menggabungkan Marxisme dengan mistisisme Yahudi seharusnya mengembalikan sifat dugaan penebusan komunisme.

Alasan untuk percaya terdapat juga  bahwa buku Dialektika Pencerahan oleh Horkheimer dan Adorno menggunakan banyak tema yang sama dengan esai Benjamin: sejarah manusia adalah sejarah penderitaan dan bahwa semua upaya untuk membebaskan umat manusia hanya memperbudak umat manusia bahkan lebih banyak lagi.  Mereka, tentu saja, meninggalkan Mesianisme pada akhirnya dan nuansa keagamaan, karena mereka kritis terhadap semua agama. Mereka mengatakan alam harus “dibebaskan” dari dominasi umat manusia sebelum konsep alasan yang tidak menghancurkan diri dapat dibentuk.

Hal ini bukan saja merupakan pendahulu bagi gerakan ekologi anti-manusia yang kita lihat sekarang, tetapi juga bergantung pada konsep kabbalis yang sama dengan melihat ke belakang. Horkheimer dan Adorno, dalam buku itu, memuliakan pesta pora seksual orang-orang primitif, mengklaim bahwa etika Kristen terhadap seksualitas telah “menenangkan” seksualitas manusia yang “asli”. Pernyataan ini mengejutkan, mengingat bagaimana orang Sabbate terus-menerus terlibat dalam apa yang disebut pesta pora seks “suci”. Adorno, penting juga untuk dicatat, telah mengulangi pandangan semi-Gnostik tentang dunia dalam Dialektika Negatif. Faktanya, Scholem menyebut buku Adorno sebagai “pembelaan tidak bersalah terhadap metafisika” dan bahkan mencurigai Adorno memiliki ikatan dengan bid’ah Sabbatean sendiri.

Erich Fromm adalah tokoh lain dari Aliran Frankfurt yang sangat dipengaruhi oleh para esoteris Yahudi yang sama dan sering menjadi tamu ke Frankfurter Lehrhaus yang didirikan oleh Rosenzweig dan Buber. Fromm banyak menulis tentang teori “keterasingan” Marx yang tampaknya memiliki nuansa Gnostik yang berat. Fromm, dalam bukunya The Art of Loving, sering membuat klaim bahwa kapitalisme menyebabkan orang tidak saling mencintai, dan berpendapat bahwa hubungan manusia akan lebih kuat di bawah sosialisme (!). Dia juga mengklaim bahwa semua perbedaan seksual antara pria dan wanita dibangun secara sosial dan menolak gender sebagai sesuatu yang bawaan.

Karya-karyanya tentu saja merupakan pendahulu feminisme yang kita lihat saat ini. Herbert Marcuse, sejauh yang paling terkenal dari Aliran Frankfurt, prihatin tidak ada pertanyaan, dia juga dipengaruhi oleh ideologi ini. Eros dan Peradaban mengambil pandangan Freud tentang seksualitas – yang benar-benar Sabbatean, karena Freud mengaku memegang Kabbalah dalam hal yang tinggi – ke tingkat yang bahkan lebih ekstrem. Banyak dari apa yang dipromosikan Marcuse dalam buku mengerikan itu secara langsung mirip untuk hal-hal yang dipraktikkan dan dipromosikan oleh para Sabat dan Frankis. Dia, juga, mengklaim kapitalisme dan moral Kristen mendistorsi seksualitas “asli” dan secara terbuka menyerukan masyarakat di mana tindakan seksual yang paling berdosa dianggap normal. Dia juga mengatakan seksualitas sesat dapat membantu meruntuhkan kapitalisme dan agama Kristen. Bukunya sangat penting, karena memainkan peran besar dalam perkembangan Kiri Baru Amerika, yang memberi kami aborsi atas permintaan, feminisme, dan homoseksualitas yang dinormalisasi. Buku Marcuse yang lain, One Dimensional Man, sangat dipengaruhi oleh pemikiran Martin Heidegger, filsuf Nazi kafir lainnya. Marxisme Kultural jelas  sangat dipengaruhi oleh bentuk iblis mistisisme Yahudi. Sabbateanisme berupaya membawa Era Mesianik dengan menafsirkan Hukum Yahudi secara terbalik sehingga semua dosa menjadi kudus. Teori Kritis, juga, berupaya membawa komunisme dengan menafsirkan budaya Barat dan nilai-nilainya secara terbalik, sehingga hal-hal yang oleh budaya Barat dianggap bermoral dan baik (seperti moralitas agama, keluarga, dan pasar bebas) menjadi jahat dan sebaliknya. Pengaruh Sabbatean-Frankist adalah alasan utama mengapa Teori Kritis mendorong aborsi, homoseksualitas, kehancuran keluarga, feminisme, seni yang merosot, dan komunisme total. Adorno, oleh karena itu, mengutuk apa yang disebut “sifat fasis” dari “kepribadian otoriter” orang yang berpegang pada nilai-nilai Barat tradisional, kontras dengan “kepribadian liberal” yang tidak mampu memenuhi standar nilai-nilai tradisional Barat. Hal itu juga mengapa Benjamin mempromosikan seni dan sastra yang menjijikkan sambil merayakan kematian seni tradisional Barat. Konsep Marcuse tentang “toleransi represif” juga mengikuti model ini, karena mempromosikan sensor bagi mereka yang ingin mempromosikan moralitas agama dan nilai-nilai tradisional tetapi memegang pidato kaum Kiri dengan sangat hormat. Teori Kritis memang merupakan bentuk ilmu hitam. Tema yang berulang dalam semua ini adalah tikkun, atau pemulihan segalanya menjadi satu kesatuan. Zohar menyatakan bahwa Mesias Yahudi menghancurkan perbedaan antara jenis kelamin, bangsa, agama dan yang lainnya. Hal ini merupakan  komunisme dalam bentuknya yang paling murni.

Rangkuman

Marxisme Kultural danTeori Kritis termasuk teori kritis dari Jurgen Habermas dikembangkan berasar atas teologi setan yang menghalalkan larangan-larangan dalam agama dan menolak budaya Barat di Eropa dan di Amerika Serikat. Tulisan ini disusun dengan maksud bahwa para penulis Teori Kritis dan Marxisme Kultural di Indonesia seyogyanya melakukan studi mengenai teologi setan untuk menilai keenaran dari Marxisme Kultural dan Teori Kritis. Beberapa penulis tentang teori kritis telah memuji teori tersebut dan mereka mungkin tanpa mengetahui lteologi setaan yang terkandung di belakang Marxisme Kultural dan Teori  Kritis dari Aliran Frankfurt yang telah didominasi orang-orang Yahudi.

Langkah untuk memahami perilaku Rocky Gerung dapat dilakukan melalui studi dan penghayatan skripsinya yang berjudul Marxisme Kultural dan Teori Kritis Jurgen Habermas. Habermas sendiri dalam bukunya yang berjudul The Theory of Communicative Action yang terdiri dari  dua volume, telah memakai variabel-variabel laten tanpa rincian ke dalam dimensi-dimensi dan tanpa rincian tiap dimensi ke dalam indikator-indikator. Ruang Publik (Public Sphere) jika terdiri dari 30 aktor yang melakukan tindakan komunikatif dideskripsikan dalam diagram jaringan komunikasi, akan menunjukkan struktur sosial atau hubungan sosial yang sangat kompleks dan sulit diinterpretasikan jika tanpa bantuan perangkat lunak komputer. Setiap tindakan komunikasi dari jumlah aktor seperti itu dapat mencerminkan bahwa aktor tertentu mempunyai pengaruh dan kekuasaan yang lebih besar daripada para aktor lain jika perangkat lunak komputer yang dinamakan Pajek atau Gephi atau SocNetV dipakai untuk melakukan analisis. Hal ini berarti bahwa tindakan komunikatif seperti yang dibahas oleh Habermas tidak mungkin meniadakan pengaruh dan kekuasaan tersebut.

Daftar Pustaka yang disajikan di bawah ini merupakan pembahasan-pembahasan mengenai Teologi Setan di belakang Marxisme Kulturan dan Teori Kritis.

THE SATANIC THEOLOGY BEHIND CULTURAL MARXISM

 

Kabbalistic Jews believe that God was shattered by the act of Creation, and that His attributes lay as “holy sparks” imbedded in Creation which must be picked up in order for Him to be restored to oneness (known as the act of tikkun). The kabbalist therefore believes that the Jewsish Messiah will never arrive and thus Mankind will never be liberated until God is restored to oneness. The way to do this, according to the kabbalists, is to engage in acts of holiness and meditation in order to retrieve the sparks of God.

In the year 1666, a kabbalist and occultist named Sabbatai Zevi declared himself the Jewish Messiah. Upon his messiahship, he turned the Torah around by declaring that all sins were now considered “holy” and that the only way to “repair” God was to engage in acts of depravity. He lost several followers after the Sultan of the Ottoman Empire forced him to convert to Islam, however, several Jews still followed him. 100 years later, Jacob Frank declared himself to be the reincarnation of Sabbatai Zevi and took those ideas to an even more extreme level. In order for God to be fully repaired and for the Messianic Era to arrive, mankind must destroy all of its traditional moral values and go beyond good and evil. The Frankists, as they were called, engaged in every horrible thing you could imagine: black magic, wife-swapping, sex orgies, homosexuality, incest, pedophilia, and promoted a form of proto-feminism and proto-communism. Every one of these disgusting acts was considered to be a “holy tikkun” (restoration) of God if done with holy intent. They were entirely

apocalyptic who despised the world of creation, seeking to bring about its early end and to bring forth a Messianic utopia.

The Sabbatean and Frankist heresies seemed to disappear by the start of the 19th century. However, there was still an active Frankist stronghold in Frankfurt, Germany during that time. These Frankists were known to be affiliated with the Freemasonic lodges that existed around the city. One such Freemason was a man by the name of Franz Joseph Molitor. He was a known satanist and alchemist who took a strong interest in the Kabbalah, even going so far as to synthesize Kabbalah with a perverted form of “Christianity.” This is what lead him to picking up Sabbatean-Frankist ideology. In order to promote his sick and twisted views, he wrote a four-volume set of books promoting a bastardized understanding of “Judaism” written from a kabbalist and Sabbatean perspective.

These books of Molitor’s would later be picked up in the early 20th century by two young Jewish scholars from Berlin: Gershom Scholem, who later became a famed Jewish theologian, and his best friend, literature critic Walter Benjamin. Scholem and Benjamin were kabbalists and occultists who became obsessed with the antinomian Sabbateanism and all of its evil. Benjamin would even go so far as to claim a “close affinity” with Jacob Frank, which isn’t surprising given how Benjamin was also very influenced by the satanic writings of Friedrich Nietzsche. He and Scholem were also heavily influenced by the writings of other known Jewish esotericists of the time: Franz Kafka, Franz Rosenzweig, Martin Buber (who would later become good friends with both of them and openly admitted to holding Sabbatean views), Leo Strauss (who would become the NeoCon go and Ernst Bloch. Bloch wrote a book called Spirit of Utopia in which he linked communist revolution to Jewish Messianism. In a few years down the line, Benjamin would become a Marxist after living

in the Soviet Union and meeting with Georg Lukacs, the notable Marxist philosopher who saw Western culture (Christianity in particular) as being the main obstacle to communist revolution. Lukacs was one of the key people behind the creation of the Frankfurt School. In no time at all, Benjamin would join the Frankfurt School, and become one of the key intellectuals behind Critical Theory alongside Theodor Adorno (his close friend) and Max Horkheimer (who became the “School’s” director, shifting its focus from economics to culture).

Benjamin was arguably the worst of the Frankfurt School. In every conversation about Cultural Marxism he is often overlooked, but this is a mistake. Benjamin loaded his writings on literature and culture full of concepts and terminology from the kabbalah and the occult. In an early piece, The Task of the Translator, he, while making a clear reference to the kabbalistic “shattering of the vessels,” claims that all modern languages are incomplete and can never give a completely accurate description of anything on the surface until society and language become “whole.” It is important to note, because the ideas expressed in this very text would go on to become the backbone of deconstructionism, the very technique used by cultural Marxists to prove that words can mean anything (given that all existing languages are incomplete) and all things are social constructs. The satanic anarchist writer and pedophile Peter Lamborn Wilson contends that Benjamin sought to “re-paganize” Judaism, which was exactly the goal of the Sabbateans and Frankists. He died young by his own hands while running from Nazi persecution (let it be said, suicide is strictly forbidden in authentic Judaism), but right before doing so he wrote a short essay which combined Marxist “historical materialism” with kabbalist mysticism.

http://www.marxists.org/reference/archive/benjamin/1940/history.htm

Keeping with the semi-Gnostic kabbalist narrative of the broken God that inflicts His suffering onto Mankind, Benjamin claimed all of human history was a history of suffering and that all of human culture was barbaric. To him, the only way to obtain Mankind’s liberation is to identify with the Marxist “class struggle” as it has occurred throughout history and to cast aside the notion of progress which has “blinded” the working classes to not fight. To him, those who are labeled as “oppressed” classes need to remember their pain and suffering sothat their hearts will be full of hate, thus giving them the drive to go beyond good and evil, rise up and destroy capitalism and Western Civilization. He says: “Hatred and [the] spirit of sacrifice…are nourished by the image of enslaved ancestors rather than that of liberated grandchildren.” This spontaneous act will bring about communist revolution, which will bring about a mass redemption of humanity. This is exactly analogous to the Sabbatean idea that the Messianic Era will only arrive once everyone is evil. Furthermore, in this “redemption,” Mankind will become “whole” due to the act of the Messiah, something which is mentioned in the Zohar (the primary kabbalist text). This means Mankind will no longer be divided according to class, gender, race, nation or any other identity marker. This very fact should have parallels with the Cultural Marxist agenda of diminishing the distinctions between races, nations and genders, among other things. It is also important to note that this text was written right after Stalin made a pact with Hitler, and Soviet Marxism seemed to have lost its redemptive qualities, and combining Marxism with Jewish mysticism was supposed to bring back the alleged redemptive nature of communism.

There is also reason to believe that the book Dialectic of Enlightenment by Horkheimer and Adorno uses many of the same themes as Benjamin’s essay: human history is a history of suffering and that all attempts of liberating Mankind have only enslaved Mankind even more. Of course, they leave out the Messianism at the end and the religious overtones, as they were critical of all religion. Instead, they say nature must be “liberated” from Mankind’s domination before a concept of reason that isn’t self-destructing can be formed.

However, not only is this a precursor to the anti-human ecology movement we see today, it also relies on the same kabbalist concept of looking backwards. In the book, Horkheimer and Adorno glorified the sexual orgies of primitive peoples, claiming that Christian ethics towards sexuality have “pacified” the “authentic” sexualities of people. This is striking, considering how Sabbateans were constantly engaging in so-called “holy” sex orgies. It’s also important to note that Adorno repeated his semi-Gnostic view of the world in Negative Dialectics. In fact, Scholem referred to Adorno’s book as an “innocent defense of metaphysics” and even suspected Adorno of holding an affinity with the Sabbatean heresy himself.

Erich Fromm is another figure from the Frankfurt School who was heavily influenced by those same Jewish esotericists and was a frequent guest to the Frankfurter Lehrhaus set up by Rosenzweig and Buber. Fromm wrote heavily about Marx’s theory of “alienation” which seems to possess heavy Gnostic overtones. In his book The Art of Loving, he frequently made the claim that capitalism causes people not to love each other, and argued that human relationships would be stronger under socialism(!). He also claimed that all sexual differences between men and women were socially constructed and rejected gender as something innate.

His works were certainly a precursor to the feminism we see today. As far as the most notorious of the Frankfurt School, Herbert Marcuse, is concerned, there is no question he, too, was influenced by this ideology. Eros and Civilization takes Freud’s views on sexuality – which were

absolutely Sabbatean, as Freud admitted to holding the Kabbalah in high regard – to an even more extreme level. In fact, much of what Marcuse promotes in that awful book is directly akin to the things the Sabbateans and Frankists practiced and promoted. He, too, claimed capitalism and Christian morals distorted “authentic” sexuality and openly called for a society where the most sinful of sexual acts are considered normal. He also said perverted sexualities can help bring down capitalism and Christianity. His book is highly significant, because it played a huge role in the development of the American New Left, which gave us abortion on demand, feminism and normalized homosexuality. Marcuse’s other book, One Dimensional Man, was heavily influenced by the thought of Martin Heidegger, another pagan Nazi philosopher. It’s clear that Cultural Marxism was heavily influenced by a demonic form of Jewish mysticism. Sabbateanism seeks to bring the Messianic Era by interpreting Jewish Law in reverse so that all sins become holy. Critical Theory, likewise, seeks to bring communism by interpreting Western culture and its values in reverse, so that the things Western culture considers moral and good (such as religious morality, the family, and free markets) become evil and vice-versa. The Sabbatean-Frankist influence is the main reason why Critical Theory pushes for abortion, homosexuality, the breakdown of the family, feminism, degenerate art, and total communism. It is why Adorno condemned the so-called “fascistic nature” of the “authoritarian personality” as one who holds to traditional Western values, contrasting it with the “liberal personality” who was unable to live up to the standards of traditional Western values. It is also why Benjamin promoted disgusting art and literature all while celebrating the death of traditional Western art. Marcuse’s concept of “repressive tolerance” also follows this model, as it promotes the censorship of those who wish to promote religious morality and traditional values but holds the speech of Leftists in the highest regard. Critical Theory is indeed a form of black magic. The reoccurring theme in all of this is the tikkun, or the restoration of everything to a state of oneness. According to the Zohar, the Jewish messiah destroys the differences between genders, nations, religions and everything else. It is communism in its purest form.

Permata Depok Regency, 5 Januari 2020

Daftar Pustaka

https://justpaste.it/whatisculturalmarxism/pdf

https://tradcatknight.blogspot.com/2016/02/the-satanic-theology-behind-cultural.html

http://www.americanfreedomunion.com/the-satanic-theology-behind-cultural-marxism/

https://foonacha.blogspot.com/2016/01/the-satanic-theology-behind-cultural.html

https://reformedmalaya.blogspot.com/2018/12/synagogue-of-satan-and-satanic-lies.html

http://birthofanewearthblog.com/category/satanism/

http://newworldorderuniversity.com/tag/cultural-marxism-is-satanism/

https://billmuehlenberg.com/2016/04/08/cultural-marxism-war-family/

https://www.newsfollowup.com/congress_of_cultural_freedom_cia_frankfurt_school_mass_psychological_control_soros_nazis.html

https://virtueonline.org/challenge-cultural-marxism-church

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teologi Setan

MARXISME KULTURAL DAN TEORI KRITIK

DAFTAR BACAAN

Oleh :

Prof. Dr. Abdullah M. Jaubah, S.E., M.M.

Pendahuluan

Banyak tulisan mengenai Marxisme, Marxisme Kultual, Teori Kritis, Ruang Publik terdapat  jika internet  dimanfaatkan.  Banyak pula penulis mengenai hal-hal tersebut mungkin tidak mengetahui Teologi setan di balik Marxisme Kultural dan Teori Kritik.  Daftar  Pustaka di bawah ini dapat mengungkap teologi tersebut. Daftar Pustaka ini disajikan agar para penulis Marxisme Kultural dan Teori Kritik perelu pula menyajikan teologi di balik marxisme kultural dan teori kritik. Salah satu skripsi tentang Marxisme Kultural telah ditulis oleh Rocky Gerung dan kritik-kritiknya merupakan imitasi dari  Marxisme Kultural dan Teori Kritik.

Daftar Pustaka

Rocky Gerung (1991). Marxisme Kulturan dan Teori Kritis Jurgen Habermas. Depok : Universitas Indonesia.

https://newworldorderuniversity.com/cultural-marxism-satanism/

http://theunhivedmind.com/UHM/the-satanic-theology-behind-cultural-marxism/

https://tradcatknight.blogspot.com/2016/02/the-satanic-theology-behind-cultural.html

http://birthofanewearthblog.com/the-satanic-theology-of-kabbalistic-jews/

https://reformedmalaya.blogspot.com/2018/12/synagogue-of-satan-and-satanic-lies.html

https://billmuehlenberg.com/2016/04/08/cultural-marxism-war-family/

https://poeticauk.blogspot.com/2014/09/cult-of-all-seeing-eye-luciferian.html

https://www.darkmoon.me/2013/satans-secret-agents-the-frankfurt-school-and-their-evil-agenda/

https://www.christianityapplied.org/cultural-marxism-and-the-synagogue-of-satan/

https://spectator.us/whats-wrong-cultural-marxism/

https://www.nairaland.com/5251452/satanic-kingdom-zion

https://abeautifulresistance.org/site/2019/11/20/whos-afraid-of-cultural-marxism

https://voiceofthefamily.com/dr-anca-maria-cernea-cultural-marxism-a-threat-to-the-family/

http://www.returnofkings.com/114104/what-is-cultural-marxism

 

TEOLOGI SETAN

TEOLOGI SETAN DI BELAKANG MARXISME KULTURAL DAN TEORI KRITIS

Terjemahhan Oleh :

Prof. Dr. Abdullah M. Jaubah, S.E., M.M.

Pendahuluan

Pemikiran David Ricardo mempengaruhi pemikiran Karl Marx. Karl Marx mencipta Marxisme yang mencerminkan substruktur mempengaruhi superstruktur, ekonomi mempengaruhi budaya dan agama. Perubahan substruktur akan mengubah superstruktur. Perubahan substruktur dapat dilakukan jika kaum proreltas yang ditindas oleh kaum kapitalis melakukan revolusi. Perang Dunia I dan Perang Dunia II dialami akan tetapi kaum proletar tidak melakukan revolusi. Hal ini dianggap sebagai kegagalan atau kesalahan dari teori Karl Marx oleh kelompok yang dinamakan Aliran Frankfurt.  Kelompok ini masih memakai gagasan dari Karl Marx dan Fraud. Georg Lukacs,  Max Horkheimer, Theodore Adorno, Erich Fromm, Herbert Marcuse, Benjamin, dan sebagainya merupakan kelompok keturunan Yahudi. Nama Franz Joseph Molitor juga muncul walau bukan anggota dari Aliran Frankfurt. Franz Joseph Molitor dikenal sebagai satanist dan  alchemist yang sangat berminat dalam Kabbalah. Para pakar tersebut merupakan kelompok tertentu dari keturunan Yahudi. Hal ini berarti bahwa Marxisme Kultural dikembangkan oleh kelompok tertentu dari teturunan Yahudi yang dianggap menganut teologi setan (The Satanic Theology Behind Cultural Marxism).

Rocky Gerung (1991) telah menulis skripsi dengan judul Marxisme Kultural dan Teori Kritis Jurgen Habermas. Rocky Gerung melancarkan beberapa kritik. Kritik-kritik dari Rocky Gerung menurut pendapat penulis hanya merupakan imitasi dari Marxisme Kultural dan Teori Kritis. Orang-orang yang tidak mengetahui kritik Rocky Gerung akan terkejut akan tetapi penulis sendiri tidak terkejut karena kritik-kritiknya senada dengan kritik yang dilancarkan oleh kelompok tertentu dari orang-orang Yahudi melalui teori kritis untuk menghancurkan budaya dan agama Kristen di Eropa dan Amerika Serikat dan mengganti dengan  Marxisme Kultural. Penggantian budaya dan Agama Kristen di Eropa dan Amerika Serikat dengan Marxisme Kultural berarti pula penggantian kapitalisme dengan Marxisme.

Rocky Gerung, jika menganut Marxisme Kultural dan Teori Kritik, berdasar atas gagasan mengenai The Satanic Theology Behind Cultural Marxism, berarti juga menerapkan teologi setan tersebut. Skripsi tersebut mencerminkan bahwa Rocky Gerung mungkin mengagumi dan menerapkan gagasan-gagasan yanng terkandung dalam Marxisme Kurtural dan Teori Kritis dalam melancarkan kritik seperti kritik yang dilancarkan oleh Karl Marx dan Fraud. Georg Lukacs,  Max Horkheimer, Theodore Adorno, Erich Fromm, Herbert Marcuse, Benjamin, dan sebagainya.

The Satanic Theology Behind Cultural Marxism

Tulisan mengenai Teologi Setan di Balik Marxisme Kultural perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara bebas dan naskah asil disajikan pula di sini. Hal ini berarti bahwa pembahasan mengenai Teologi Setan di Balik Marxisme Kultural bukan pendapat penulis. Penyajian ini dianggap perlu dilakukan karena pembahasan mengenai Teori Kritis mulai berkembang di Indonesia. Hasil terjemahan ini adalah sebagai berikut :

Orang-orang Yahudi Kabbalistik percaya bahwa Allah dihancurkan oleh tindakan penciptaan, dan bahwa sifat-sifat-Nya terletak sebagai “percikan api suci” dalam Pengakuan Iman yang harus diambil agar Dia dipulihkan menjadi satu (dikenal sebagai tikkun). Kabbalah, karena itu, mengatakan bahwa Mesias tidak akan pernah kembali dan dengan demikian Manusia tidak akan pernah dibebaskan sampai Tuhan dipulihkan menjadi Keesaan. Cara untuk melakukan ini, menurut kaum Kabbalis, adalah memulihkan ketertiban pada kekudusan dan meditasi dari tindakan yang melibatkan Dewa Api.

Seorang Kabbalis dan okultis bernama Sabbatai Zevi, pada tahun 1666, menyatakan dirinya sebagai Mesias Yahudi. Sabbatai Zevi, setelah menjadi mesias, menoleh ke Taurat untuk menyatakan bahwa semua dosa sekarang dianggap “suci” dan bahwa satu-satunya cara untuk “memperbaiki” Allah adalah dengan melakukan tindakan kebobrokan. Kekaisaran Ottoman, setelah banyak pengikut yang hilang,  memaksanya untuk masuk Islam, namun banyak lagi yang masih mengikutinya. Jacob Frank ,  lebih dari 100 tahun kemudian, menyatakan dirinya sebagai reinkarnasi Sabbatai Zevi dan ide-idenya ke tingkat yang bahkan lebih ekstrem. Umat manusia, agar Tuhan sepenuhnya diperbaiki dan datang ke Era Mesianik,  harus menghancurkan semua nilai moral tradisional dan melampaui kebaikan dan kejahatan. Kaum Frankis, demikian sebutan mereka, dapat membayangkan setiap hal mengerikan di mana orang bertunangan: sihir hitam, bertukar istri, pesta pora seks, homoseksualitas, inses, pedofilia, dan suatu bentuk proto-feminisme dan proto-komunisme. Setiap tindakan menjijikkan ini dianggap sebagai “tikkun suci” (pemulihan) Tuhan jika dilakukan dengan niat suci. Mereka berlimpah Apokaliptik Yang Menghina Penciptaan Dunia, Berusaha Membawanya Sampai Akhir Dan Membawa Utopia Mesianik.

Sabat Bunda Sabat dan Frank untuk Memulai Abad ke-19. Kubu Frank yang aktif masih terdapat di Frankfurt, Jerman saat itu. Frankis ini diketahui terkait dengan Freemasonic Lodges yang ada di sekitar kota. Salah satu freemason semacam itu adalah seorang pria bernama Franz Joseph Molitor. Dia adalah seorang satanis dan alkemis terkenal yang sangat tertarik pada Kabbalah, bahkan melangkah lebih jauh untuk mensintesis Kabbalah dengan bentuk “Kristen” yang mesum. Ideologi Sabbatean-Frankist mengambil ini adalah apa yang memimpin. Ia, untuk mempromosikan pandangannya yang sakit dan memutarbalikkan, telah menulis empat jilid buku yang mempromosikan pemahaman durhaka tentang “Yudaisme” dari perspektif Kabbalis dan Sabbatean.

Dua sarjana muda Yahudi dari Berlin awal abad ke-20: Gershom Scholem, yang kemudian menjadi seorang teolog Yahudi yang terkenal, dan sahabatnya, kritikus sastra Walter Benjamin. Scholem dan Benyamin adalah kaum Kababalis dan okultis yang terobsesi dengan Sabbateanisme antinomian dan semua kejahatannya. Benjamin bahkan akan melangkah lebih jauh untuk mengklaim “kedekatan” dengan Jacob Frank, yang mengejutkan mengingat bagaimana Benjamin juga dipengaruhi oleh tulisan setan Friedrich Nietzsche. Dia dan Scholem juga sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan esoteris Yahudi terkenal lainnya: Franz Kafka, Franz Rosenzweig, Martin Buber (yang nantinya akan menjadi teman baik dan secara terbuka mengaku memegang pandangan Sabbatean), Leo Strauss (Bloch menulis sebuah buku berjudul The Spirit of Utopia di mana ia mengaitkan revolusi komunis dengan mesianisme Yahudi, dan beberapa tahun kemudian, Benjamin akan menjadi seorang Marxis.

Filsuf Marxis Terkemuka, di Uni Soviet dan Pertemuan dengan Georg Lukacs,  Melihat Budaya Barat (Terutama dalam Kekristenan) Lukacs adalah salah satu orang kunci di balik penciptaan Aliran Frankfurt. Benjamin, dalam waktu singkat, akan bergabung dengan Aliran Frankfurt dan menjadi salah satu intelektual kunci di belakang Theodor Adorno (teman dekatnya) dan Max Horkheimer (yang menjadi direktur “Aliran”, mengalihkan fokusnya dari ekonomi ke budaya.

Benjamin dapat dibilang Aliran Frankfurt terburuk. Marxisme Kultural sering diabaikan, tetapi ini adalah kesalahan. Benjamin memuat tulisannya tentang konsep dan terminologi sastra dan budaya yang penuh dengan kabbalah dan okultisme. Benjamin, pada bagian awal, The Task of the Translator, membuat referensi yang jelas ke kata “Shattering of the Vessels,” yang menyatakan bahwa semua bahasa modern tidak lengkap dan tidak pernah dapat memberikan deskripsi masyarakat yang sepenuhnya akurat. dan menjadi bahasa “utuh.” Hal ini penting untuk dicatat, karena ide-ide yang diekspresikan dalam teks ini akan menjadi tulang punggung dekonstruksionisme, teknik yang digunakan oleh kaum Marxis Kultural untuk membuktikan bahwa kata-kata dapat berarti apa saja (semua bahasa yang ada tidak lengkap) dan semua hal adalah konstruksi sosial. Penulis anarkis setan dan pedofil Peter Lamborn Wilson berpendapat bahwa Benjamin mencari “penyembahan berhala” Yudaisme, yang merupakan tujuan dari kaum Sabat dan Frankis. Dia meninggal muda ketika menjalankan tangannya sendiri dari penganiayaan Nazi (biarlah dikatakan, bunuh diri dilarang keras dalam Yudaisme otentik), tetapi tepat sebelum itu dia menulis esai singkat yang menggabungkan Marxis dengan “materialisme materialistis”

Benjamin, sejalan dengan narasi kabbalis semi-Gnostik tentang Allah yang hancur yang menyebabkan penderitaan-Nya bagi umat manusia, mengklaim bahwa semua sejarah manusia adalah sejarah penderitaan dan bahwa semua budaya manusia adalah biadab. Satu-satunya cara untuk memperoleh pembebasan umat manusia, menurut Benjamin, adalah mengidentifikasikan diri dengan “perjuangan kelas” Marxis seperti yang telah terjadi sepanjang sejarah dan mengesampingkan gagasan kemajuan yang telah “membutakan” kelas pekerja untuk tidak berperang. Mereka yang dicap sebagai kelas “tertindas” perlu mengingat rasa sakit dan penderitaan mereka karena hati mereka akan penuh dengan kebencian, sehingga memberi mereka dorongan untuk melampaui kebaikan dan kejahatan, bangkit dan menghancurkan kapitalisme dan Peradaban Barat. Dia mengatakan: “Kebencian dan semangat pengorbanan … dipelihara oleh citra leluhur yang diperbudak daripada cucu yang terbebaskan.” Tindakan spontan ini akan membawa revolusi komunis, yang akan menghasilkan penebusan kemanusiaan secara massal. Hal ini persis analog dengan gagasan Sabbatean bahwa Zaman Mesianik hanya akan tiba begitu semua orang jahat. Langkah selanjutnya dalam “penebusan” ini, “Manusia akan menjadi” utuh “karena tindakan Mesias, sesuatu yang disebutkan dalam Zohar (teks kabbalis utama). Hal ini berarti Manusia tidak akan lagi dibagi berdasarkan kelas, jenis kelamin, ras, bangsa atau penanda identitas lainnya. Fakta ini harusnya sejajar dengan agenda Marxis Kultural untuk mengurangi perbedaan antara ras, bangsa, dan jenis kelamin, di antara hal-hal lain. Penting juga untuk dicatat bahwa teks ini ditulis tepat setelah Stalin membuat perjanjian dengan Hitler, dan Marxisme Soviet tampaknya telah kehilangan kualitas penebusannya, dan menggabungkan Marxisme dengan mistisisme Yahudi seharusnya mengembalikan sifat dugaan penebusan komunisme.

Alasan untuk percaya terdapat juga  bahwa buku Dialektika Pencerahan oleh Horkheimer dan Adorno menggunakan banyak tema yang sama dengan esai Benjamin: sejarah manusia adalah sejarah penderitaan dan bahwa semua upaya untuk membebaskan umat manusia hanya memperbudak umat manusia bahkan lebih banyak lagi.  Mereka, tentu saja, meninggalkan Mesianisme pada akhirnya dan nuansa keagamaan, karena mereka kritis terhadap semua agama. Mereka mengatakan alam harus “dibebaskan” dari dominasi umat manusia sebelum konsep alasan yang tidak menghancurkan diri dapat dibentuk.

Hal ini bukan saja merupakan pendahulu bagi gerakan ekologi anti-manusia yang kita lihat sekarang, tetapi juga bergantung pada konsep kabbalis yang sama dengan melihat ke belakang. Horkheimer dan Adorno, dalam buku itu, memuliakan pesta pora seksual orang-orang primitif, mengklaim bahwa etika Kristen terhadap seksualitas telah “menenangkan” seksualitas manusia yang “asli”. Pernyataan ini mengejutkan, mengingat bagaimana orang Sabbate terus-menerus terlibat dalam apa yang disebut pesta pora seks “suci”. Adorno, penting juga untuk dicatat, telah mengulangi pandangan semi-Gnostik tentang dunia dalam Dialektika Negatif. Faktanya, Scholem menyebut buku Adorno sebagai “pembelaan tidak bersalah terhadap metafisika” dan bahkan mencurigai Adorno memiliki ikatan dengan bid’ah Sabbatean sendiri.

Erich Fromm adalah tokoh lain dari Aliran Frankfurt yang sangat dipengaruhi oleh para esoteris Yahudi yang sama dan sering menjadi tamu ke Frankfurter Lehrhaus yang didirikan oleh Rosenzweig dan Buber. Fromm banyak menulis tentang teori “keterasingan” Marx yang tampaknya memiliki nuansa Gnostik yang berat. Fromm, dalam bukunya The Art of Loving, sering membuat klaim bahwa kapitalisme menyebabkan orang tidak saling mencintai, dan berpendapat bahwa hubungan manusia akan lebih kuat di bawah sosialisme (!). Dia juga mengklaim bahwa semua perbedaan seksual antara pria dan wanita dibangun secara sosial dan menolak gender sebagai sesuatu yang bawaan.

Karya-karyanya tentu saja merupakan pendahulu feminisme yang kita lihat saat ini. Herbert Marcuse, sejauh yang paling terkenal dari Aliran Frankfurt, prihatin tidak ada pertanyaan, dia juga dipengaruhi oleh ideologi ini. Eros dan Peradaban mengambil pandangan Freud tentang seksualitas – yang benar-benar Sabbatean, karena Freud mengaku memegang Kabbalah dalam hal yang tinggi – ke tingkat yang bahkan lebih ekstrem. Banyak dari apa yang dipromosikan Marcuse dalam buku mengerikan itu secara langsung mirip untuk hal-hal yang dipraktikkan dan dipromosikan oleh para Sabat dan Frankis. Dia, juga, mengklaim kapitalisme dan moral Kristen mendistorsi seksualitas “asli” dan secara terbuka menyerukan masyarakat di mana tindakan seksual yang paling berdosa dianggap normal. Dia juga mengatakan seksualitas sesat dapat membantu meruntuhkan kapitalisme dan agama Kristen. Bukunya sangat penting, karena memainkan peran besar dalam perkembangan Kiri Baru Amerika, yang memberi kami aborsi atas permintaan, feminisme, dan homoseksualitas yang dinormalisasi. Buku Marcuse yang lain, One Dimensional Man, sangat dipengaruhi oleh pemikiran Martin Heidegger, filsuf Nazi kafir lainnya. Marxisme Kultural jelas  sangat dipengaruhi oleh bentuk iblis mistisisme Yahudi. Sabbateanisme berupaya membawa Era Mesianik dengan menafsirkan Hukum Yahudi secara terbalik sehingga semua dosa menjadi kudus. Teori Kritis, juga, berupaya membawa komunisme dengan menafsirkan budaya Barat dan nilai-nilainya secara terbalik, sehingga hal-hal yang oleh budaya Barat dianggap bermoral dan baik (seperti moralitas agama, keluarga, dan pasar bebas) menjadi jahat dan sebaliknya. Pengaruh Sabbatean-Frankist adalah alasan utama mengapa Teori Kritis mendorong aborsi, homoseksualitas, kehancuran keluarga, feminisme, seni yang merosot, dan komunisme total. Adorno, oleh karena itu, mengutuk apa yang disebut “sifat fasis” dari “kepribadian otoriter” orang yang berpegang pada nilai-nilai Barat tradisional, kontras dengan “kepribadian liberal” yang tidak mampu memenuhi standar nilai-nilai tradisional Barat. Hal itu juga mengapa Benjamin mempromosikan seni dan sastra yang menjijikkan sambil merayakan kematian seni tradisional Barat. Konsep Marcuse tentang “toleransi represif” juga mengikuti model ini, karena mempromosikan sensor bagi mereka yang ingin mempromosikan moralitas agama dan nilai-nilai tradisional tetapi memegang pidato kaum Kiri dengan sangat hormat. Teori Kritis memang merupakan bentuk ilmu hitam. Tema yang berulang dalam semua ini adalah tikkun, atau pemulihan segalanya menjadi satu kesatuan. Zohar menyatakan bahwa Mesias Yahudi menghancurkan perbedaan antara jenis kelamin, bangsa, agama dan yang lainnya. Hal ini merupakan  komunisme dalam bentuknya yang paling murni.

Rangkuman

Marxisme Kultural danTeori Kritis termasuk teori kritis dari Jurgen Habermas dikembangkan berasar atas teologi setan yang menghalalkan larangan-larangan dalam agama dan menolak budaya Barat di Eropa dan di Amerika Serikat. Tulisan ini disusun dengan maksud bahwa para penulis Teori Kritis dan Marxisme Kultural di Indonesia seyogyanya melakukan studi mengenai teologi setan untuk menilai keenaran dari Marxisme Kultural dan Teori Kritis. Beberapa penulis tentang teori kritis telah memuji teori tersebut dan mereka mungkin tanpa mengetahui lteologi setaan yang terkandung di belakang Marxisme Kultural dan Teori  Kritis dari Aliran Frankfurt yang telah didominasi orang-orang Yahudi.

Langkah untuk memahami perilaku Rocky Gerung dapat dilakukan melalui studi dan penghayatan skripsinya yang berjudul Marxisme Kultural dan Teori Kritis Jurgen Habermas. Habermas sendiri dalam bukunya yang berjudul The Theory of Communicative Action yang terdiri dari  dua volume, telah memakai variabel-variabel laten tanpa rincian ke dalam dimensi-dimensi dan tanpa rincian tiap dimensi ke dalam indikator-indikator. Ruang Publik (Public Sphere) jika terdiri dari 30 aktor yang melakukan tindakan komunikatif dideskripsikan dalam diagram jaringan komunikasi, akan menunjukkan struktur sosial atau hubungan sosial yang sangat kompleks dan sulit diinterpretasikan jika tanpa bantuan perangkat lunak komputer. Setiap tindakan komunikasi dari jumlah aktor seperti itu dapat mencerminkan bahwa aktor tertentu mempunyai pengaruh dan kekuasaan yang lebih besar daripada para aktor lain jika perangkat lunak komputer yang dinamakan Pajek atau Gephi atau SocNetV dipakai untuk melakukan analisis. Hal ini berarti bahwa tindakan komunikatif seperti yang dibahas oleh Habermas tidak mungkin meniadakan pengaruh dan kekuasaan tersebut.

Daftar Pustaka yang disajikan di bawah ini merupakan pembahasan-pembahasan mengenai Teologi Setan di belakang Marxisme Kulturan dan Teori Kritis.

THE SATANIC THEOLOGY BEHIND CULTURAL MARXISM

Kabbalistic Jews believe that God was shattered by the act of Creation, and that His attributes lay as “holy sparks” imbedded in Creation which must be picked up in order for Him to be restored to oneness (known as the act of tikkun). The kabbalist therefore believes that the Jewsish Messiah will never arrive and thus Mankind will never be liberated until God is restored to oneness. The way to do this, according to the kabbalists, is to engage in acts of holiness and meditation in order to retrieve the sparks of God.

In the year 1666, a kabbalist and occultist named Sabbatai Zevi declared himself the Jewish Messiah. Upon his messiahship, he turned the Torah around by declaring that all sins were now considered “holy” and that the only way to “repair” God was to engage in acts of depravity. He lost several followers after the Sultan of the Ottoman Empire forced him to convert to Islam, however, several Jews still followed him. 100 years later, Jacob Frank declared himself to be the reincarnation of Sabbatai Zevi and took those ideas to an even more extreme level. In order for God to be fully repaired and for the Messianic Era to arrive, mankind must destroy all of its traditional moral values and go beyond good and evil. The Frankists, as they were called, engaged in every horrible thing you could imagine: black magic, wife-swapping, sex orgies, homosexuality, incest, pedophilia, and promoted a form of proto-feminism and proto-communism. Every one of these disgusting acts was considered to be a “holy tikkun” (restoration) of God if done with holy intent. They were entirely

apocalyptic who despised the world of creation, seeking to bring about its early end and to bring forth a Messianic utopia.

The Sabbatean and Frankist heresies seemed to disappear by the start of the 19th century. However, there was still an active Frankist stronghold in Frankfurt, Germany during that time. These Frankists were known to be affiliated with the Freemasonic lodges that existed around the city. One such Freemason was a man by the name of Franz Joseph Molitor. He was a known satanist and alchemist who took a strong interest in the Kabbalah, even going so far as to synthesize Kabbalah with a perverted form of “Christianity.” This is what lead him to picking up Sabbatean-Frankist ideology. In order to promote his sick and twisted views, he wrote a four-volume set of books promoting a bastardized understanding of “Judaism” written from a kabbalist and Sabbatean perspective.

These books of Molitor’s would later be picked up in the early 20th century by two young Jewish scholars from Berlin: Gershom Scholem, who later became a famed Jewish theologian, and his best friend, literature critic Walter Benjamin. Scholem and Benjamin were kabbalists and occultists who became obsessed with the antinomian Sabbateanism and all of its evil. Benjamin would even go so far as to claim a “close affinity” with Jacob Frank, which isn’t surprising given how Benjamin was also very influenced by the satanic writings of Friedrich Nietzsche. He and Scholem were also heavily influenced by the writings of other known Jewish esotericists of the time: Franz Kafka, Franz Rosenzweig, Martin Buber (who would later become good friends with both of them and openly admitted to holding Sabbatean views), Leo Strauss (who would become the NeoCon go and Ernst Bloch. Bloch wrote a book called Spirit of Utopia in which he linked communist revolution to Jewish Messianism. In a few years down the line, Benjamin would become a Marxist after living

in the Soviet Union and meeting with Georg Lukacs, the notable Marxist philosopher who saw Western culture (Christianity in particular) as being the main obstacle to communist revolution. Lukacs was one of the key people behind the creation of the Frankfurt School. In no time at all, Benjamin would join the Frankfurt School, and become one of the key intellectuals behind Critical Theory alongside Theodor Adorno (his close friend) and Max Horkheimer (who became the “School’s” director, shifting its focus from economics to culture).

Benjamin was arguably the worst of the Frankfurt School. In every conversation about Cultural Marxism he is often overlooked, but this is a mistake. Benjamin loaded his writings on literature and culture full of concepts and terminology from the kabbalah and the occult. In an early piece, The Task of the Translator, he, while making a clear reference to the kabbalistic “shattering of the vessels,” claims that all modern languages are incomplete and can never give a completely accurate description of anything on the surface until society and language become “whole.” It is important to note, because the ideas expressed in this very text would go on to become the backbone of deconstructionism, the very technique used by cultural Marxists to prove that words can mean anything (given that all existing languages are incomplete) and all things are social constructs. The satanic anarchist writer and pedophile Peter Lamborn Wilson contends that Benjamin sought to “re-paganize” Judaism, which was exactly the goal of the Sabbateans and Frankists. He died young by his own hands while running from Nazi persecution (let it be said, suicide is strictly forbidden in authentic Judaism), but right before doing so he wrote a short essay which combined Marxist “historical materialism” with kabbalist mysticism.

http://www.marxists.org/reference/archive/benjamin/1940/history.htm

Keeping with the semi-Gnostic kabbalist narrative of the broken God that inflicts His suffering onto Mankind, Benjamin claimed all of human history was a history of suffering and that all of human culture was barbaric. To him, the only way to obtain Mankind’s liberation is to identify with the Marxist “class struggle” as it has occurred throughout history and to cast aside the notion of progress which has “blinded” the working classes to not fight. To him, those who are labeled as “oppressed” classes need to remember their pain and suffering sothat their hearts will be full of hate, thus giving them the drive to go beyond good and evil, rise up and destroy capitalism and Western Civilization. He says: “Hatred and [the] spirit of sacrifice…are nourished by the image of enslaved ancestors rather than that of liberated grandchildren.” This spontaneous act will bring about communist revolution, which will bring about a mass redemption of humanity. This is exactly analogous to the Sabbatean idea that the Messianic Era will only arrive once everyone is evil. Furthermore, in this “redemption,” Mankind will become “whole” due to the act of the Messiah, something which is mentioned in the Zohar (the primary kabbalist text). This means Mankind will no longer be divided according to class, gender, race, nation or any other identity marker. This very fact should have parallels with the Cultural Marxist agenda of diminishing the distinctions between races, nations and genders, among other things. It is also important to note that this text was written right after Stalin made a pact with Hitler, and Soviet Marxism seemed to have lost its redemptive qualities, and combining Marxism with Jewish mysticism was supposed to bring back the alleged redemptive nature of communism.

There is also reason to believe that the book Dialectic of Enlightenment by Horkheimer and Adorno uses many of the same themes as Benjamin’s essay: human history is a history of suffering and that all attempts of liberating Mankind have only enslaved Mankind even more. Of course, they leave out the Messianism at the end and the religious overtones, as they were critical of all religion. Instead, they say nature must be “liberated” from Mankind’s domination before a concept of reason that isn’t self-destructing can be formed.

However, not only is this a precursor to the anti-human ecology movement we see today, it also relies on the same kabbalist concept of looking backwards. In the book, Horkheimer and Adorno glorified the sexual orgies of primitive peoples, claiming that Christian ethics towards sexuality have “pacified” the “authentic” sexualities of people. This is striking, considering how Sabbateans were constantly engaging in so-called “holy” sex orgies. It’s also important to note that Adorno repeated his semi-Gnostic view of the world in Negative Dialectics. In fact, Scholem referred to Adorno’s book as an “innocent defense of metaphysics” and even suspected Adorno of holding an affinity with the Sabbatean heresy himself.

Erich Fromm is another figure from the Frankfurt School who was heavily influenced by those same Jewish esotericists and was a frequent guest to the Frankfurter Lehrhaus set up by Rosenzweig and Buber. Fromm wrote heavily about Marx’s theory of “alienation” which seems to possess heavy Gnostic overtones. In his book The Art of Loving, he frequently made the claim that capitalism causes people not to love each other, and argued that human relationships would be stronger under socialism(!). He also claimed that all sexual differences between men and women were socially constructed and rejected gender as something innate.

His works were certainly a precursor to the feminism we see today. As far as the most notorious of the Frankfurt School, Herbert Marcuse, is concerned, there is no question he, too, was influenced by this ideology. Eros and Civilization takes Freud’s views on sexuality – which were

absolutely Sabbatean, as Freud admitted to holding the Kabbalah in high regard – to an even more extreme level. In fact, much of what Marcuse promotes in that awful book is directly akin

to the things the Sabbateans and Frankists practiced and promoted. He, too, claimed capitalism and Christian morals distorted “authentic” sexuality and openly called for a society where the most sinful of sexual acts are considered normal. He also said perverted sexualities can help bring down capitalism and Christianity. His book is highly significant, because it played a huge role in the development of the American New Left, which gave us abortion on demand, feminism and normalized homosexuality. Marcuse’s other book, One Dimensional Man, was heavily influenced by the thought of Martin Heidegger, another pagan Nazi philosopher. It’s clear that Cultural Marxism was heavily influenced by a demonic form of Jewish mysticism. Sabbateanism seeks to bring the Messianic Era by interpreting Jewish Law in reverse so that all sins become holy. Critical Theory, likewise, seeks to bring communism by interpreting Western culture and its values in reverse, so that the things Western culture considers moral and good (such as religious morality, the family, and free markets) become evil and vice-versa. The Sabbatean-Frankist influence is the main reason why Critical Theory pushes for abortion, homosexuality, the breakdown of the family, feminism, degenerate art, and total communism. It is why Adorno condemned the so-called “fascistic nature” of the “authoritarian personality” as one who holds to traditional Western values, contrasting it with the “liberal personality” who was unable to live up to the standards of traditional Western values. It is also why Benjamin promoted disgusting art and literature all while celebrating the death of traditional Western art. Marcuse’s concept of “repressive tolerance” also follows this model, as it promotes the censorship of those who wish to promote religious morality and traditional values but holds the speech of Leftists in the highest regard. Critical Theory is indeed a form of black magic. The reoccurring theme in all of this is the tikkun, or the restoration of everything to a state of oneness. According to the Zohar, the Jewish messiah destroys the differences between genders, nations, religions and everything else. It is communism in its purest form.

Permata Depok Regency, 5 Januari 2020

Daftar Pustaka

https://justpaste.it/whatisculturalmarxism/pdf

https://tradcatknight.blogspot.com/2016/02/the-satanic-theology-behind-cultural.html

http://www.americanfreedomunion.com/the-satanic-theology-behind-cultural-marxism/

https://foonacha.blogspot.com/2016/01/the-satanic-theology-behind-cultural.html

https://reformedmalaya.blogspot.com/2018/12/synagogue-of-satan-and-satanic-lies.html

http://birthofanewearthblog.com/category/satanism/

http://newworldorderuniversity.com/tag/cultural-marxism-is-satanism/

https://billmuehlenberg.com/2016/04/08/cultural-marxism-war-family/

https://www.newsfollowup.com/congress_of_cultural_freedom_cia_frankfurt_school_mass_psychological_control_soros_nazis.html

https://virtueonline.org/challenge-cultural-marxism-church

ROCKY GERUNG

ROCKY GERUNG, MARXISME KULTURAL DAN TEORI KRITIS JURGEN HABERMAS

Rocky Gerung sering melancarkan kritik. Hal ini dapat dimaklumi karena Rocky Gerung telah melakukan studi dan penghayatan mengenau Marxisme Kultural dan Teori Kritik Jurgen Habermas (1991) sebagaimana tercermin dalam skripsinya.

Marxisme Kultural dan Teori Kritis ditambah dengan konsep rasionalitas, liberating, toleransi, dipakai untuk melakukan kritik terhadap pemerintah, lembaga-lembaga formal, budaya, agama, dan politik.  Tujuan yang tersembunyi dari Marxisme Kultural dan Teori Kritis dari aliran Frankfurt adalah menghancurkan budaya Western dan mengganti dengan Marxisme Kultural melalui media massa, lembaga-lembaga pendidikan, dan para pakar dalam lembaga pendidikan. Suatu pendapat yang berbeda dengan rasionalitas, political correctness, toleransi menurut penafsiran mereka adalah tidak rasional, political incorrectness, intoleransi. Kalimat bodoh sering pula dipakai  dan  arti kata bodoh akan diberi makna berbeda.

Arti kata rasionalitas juga akan diberi arti berbeda jika dipakai oleh para penganut Aliran Frankfurt, para pakar ekonomi, para pakar sosiologi, para pakar biologi revolusioner, dan para pakar administrasi publik. Herbert A. Simon menganggap rasionalitas itu terikat (bounded rationality). Konsep ini akan ditolak oleh para penganut aliran frankfurt karena tidak sesuai dengan gagasan mereka. Mereka menganggap gagasan mereka adalah gagasan yang paling benar, paling demokratis, paling humanistis, paling lengkap, paling sempurna, paling sesuai dengan rasionalitas sedangkan gagasan lain adalah sebaliknya. Mereka katanya anti dominasi akan tetapi gagasan mereka ingin mendominasi.

Orang yang mengatakan UI adalah bodoh adalah orang bodoh karena UI sebagai organisasi atau sebagai institusi terdiri dari aspek-aspek fisik, gedung-gedung, jalan-jalan, dan aspek non fisik yaitu para alumni, para pengajar, para pegawai, dan para mahasiswa. Hal ini berarti bahwa UI itu bodoh berarti aspek fisik dan aspek non fisik adalah bodoh.

William S. Lind telah melakukan penelitian dan hasil penelitian ini tercermin dalam judul who stole our culture? Lind menganggap bahwa budaya Amerika Serikat telah dicuri oleh para penganut aliran Frankfurt tatkala mereka pindah ke Amerika Serikat.

Uraian singkat ini mengungkap bahwa Rocky Gerung (1991) menerapkan konsep-konsep yang terkandung dalam skripsinya yang berjudul Marxisme Kultural dan Teori Kritis Jurgen Habermas. Hal ini berarti pernyataan-pernyataannya dan kritik-kritiknya biasa dilakukan oleh para penganut aliran Frankfurt.

 

PORTFOLIO DIVERSIFICATION

Oleh :

Prof. Dr. Abdullah M. Jaubah. S.E., M.M

Pendahuluan

Langkah melakukan diversifikasi di dalam saham-saham adalah Pembahasan mengenai Portfolio Diversification dalam sistem ekonomi konvensional sebagai tercermin dalam buku dari John Maynard Keynes (1936) dengan judul The General Theory of Employment, Interest, and Money atau teori umum tentang kesempatan kerja, suku bunga, dan uang telah mendominasi gagasan-gagasan tentang sistem keuangan konvensional. Diversifikasi portofolio mencakup pembahasan mengenai Stock Return, Stock Variance, Stock Covariance, Portfolio Return, dan Portfolio Variance. Pembahasan para pakar biasa didominasi oleh rumus-rumus matematika. Rumus-rumus matematika mengandung beberapa kelemahan jika dibanding dengan rumus-rumus Microsoft Excel. Rumus-rumus matematiri ka dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk menerapkan rumus-rumus Microsoft Excel.

Pembahasan mengenai diversifikasi portofolio berhubungan dengan pembapenting dan langkah yang lebih penting adalah melakukan diversifikasi atas kelompok-kelompok aktiva berbeda. Saham merupakan pemilikan dan investasi dalam saham. Investasi dalam saham-saham dianggap lebih berisiko karena dapat mengalami pertumbuhan dan penurunan secara cepat. Diversifikasi dapat dilakukan dengan cara melakukan investasi dalam mutual fund dan saham. Investasi dalam obligasi berpendapatan tetap mencerminkan bahwa para investor membirikan pinjaman kepada penerbit obligasi atau penerbit obligasi melakukan utang kepada para investor. Para investor akan memperoleh kupon tahunan, tengah tahunan, triulanan, atau bulanan tergantung dari janji yang dikemukakan oleh penerbit obligasi. Investasi dapat juga dilakukan dalam bentuk uang tunai atau deposito yang dapat ditarik setiap saat (demand deposit) melalui check. Investasi dalam satu kategori saja dianggap berbahaya dalam jangka panjang. Hal ini mencerminkan konsep penting dari konsep capital asset pricing model. Investasi dalam berbagai jenis aktiva akan memperoleh tingkat balas jasa berbeda dan menanggung tingkat risiko berbeda.

Contoh : Suatu badan usaha mempunyai surplus dana Rp1.000.000.000,00 diinvestasikan sebagai berikut :

Kelompok Aktiva Komposisi Alolasi Dana
Tunai 5% Rp50.000.000
Saham 75% Rp750.000.000
Obligasi 20% Rp200.000.000
Jumlah 100% Rp1.000.000.000

Contoh ini mencerminkan diversifikasi portofolio karena surplus dana diinvestasikan dalam beberapa jenis saham, beberapa jenis obligasi, dan uang tunai. Investasi dalam berbagai jenis saham akan menghasilkan dividen berbeda-beda dan risiko berbeda-beda, investasi dalam berbagai jenis obligasi juga menghasilkan tingkat kupon berbeda-beda dan tingkat risiko berbeda-beda pula.

Risiko adalah kemungkinan mengalami kerugian atau tidak memperoleh balas jasa diharap. Situasi investasi mungkin saja mengandung risiko dan risiko ini mungkin sangat tinggi, tinggi, rendah, atau sangat rendah. Balas jasa investasi mungkin  saja bebas dari risiko (riskfree return).

Unsur-unsur dari risiko dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Risiko-risiko sistematis adalah risiko-risiko yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal pada suatu badan usaha tertentu dan risiko ini tidak dapat diawasi oleh badan usaha tersebut. Risiko-risiko sistematis mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Risiko-risiko sistematis ini mengacu pada bagian dari keseluruhan variabilitas dari balas jasa yang disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi harga-harga dari semua surat berharga melalui faktor-faktor ekonomi, politik, dan faktor-faktor sosial.

Risiko-risiko tidak sistematis mencerminkan faktor-faktor spesifik, unik, dan berhubungan pada industri atau perusahaan tertentu. Risiko-risiko tidak sistematis mengacu pada bagian dari keseluruhan variabilitas dari balas jasa yang disebabkan oleh faktor-faktor unik, berhubungan dengan badan usaha atau industri melalui faktor-faktor seperti manajemen, kegagalan atau kebangkrutan, pemogokan tenaga kerja, kelangkaan bahan-bahan bku, dan sebagainya.

Risiko suku bunga adalah variasi dalam tingkat balas jasa pada periode tunggal yang disebabkan oleh fluktuasi-fluktuasi dalam suku bunga pasar. Risiko suku bunga mempengaruhi surat berharga utang seperti risiko karena memiliki obligasi. Risiko pasar adalah bagian dari keseluruhan variabilitas dari balas jasa yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan perubahan dalam  pasar pembelian dan pasar penjualan Jenis risiko sistematis ini mempengaruhi harga pasar saham. Harga saham bergerak ke atas atau bergerak ke bawah secara konsisten untuk periode-periode tertentu.

Risiko daya beli (purchasing power risk) merupakan risiko sistematis. Risiko daya beli ini mengacu pada variasi dalam balas jasa atas investasi yang disebabkan oleh inflasi.

Risiko bisnis mencerminkan bahwa tiap badan usaha beroperasi di dalam lingkungan operasi tertentu dan lingkungan operasi ini terdiri dari lingkungan internal di dalam badan usaha dan lingkungan eksternal yang terjadi di luar badan usaha. Risiko-risiko bisnis merupakan suatu fungsi dari kondisi operasi yang dihadapi oleh suatu badan usaha dan merupakan variabilitas dalam pendapatan operasi yang disebabkan oleh kondisi-kondisi operasi dari badan usaha.

Risiko keuangan (financial risk) mengacu pada variabilitas dari pendapatan pada modal sendiri terhadap utang. Utang dalam struktur modal mencipta pembayaran-pembayaran tetap dalam bentuk suku bunga atau kupon. Hal ini mencipta variabilitas yang lebih besar dalam pendapatan per saham yang tersedia bagi para pemegang saham. Variabilitas dari balas jasa ini dinamakan risiko keuangan dan risiko ini merupakan jenis risiko tidak sistematis.

Risiko likuiditas mencerminkan bahwa keadaan hampir selalu tersedia untuk obligasi-obligasi pemerintah dan obligasi-obligasi korporasi yang sangat berbeda dari obligasi-obligasi pemerintah. Suatu risiko terdapat karena para investor mungkin saja tidak dapat menjual obligasi korporasi dengan segera karena pasar dari obligasi itu adalah kecil dengan para pembeli dan para penjual dalam jumlah sedikit atas obligasi tersebut. Suku bunga yang rendah dalam obligasi tertentu yang diterbitkan dapat membimbing pada volatititas harga dan kemungkinan mempunyai dampak negatif pada  keseluruhan balas jasa  pada para pemilik obligasi. Obligasi seperti saham yang diperjualkan dalam pasar yang kecil akan memaksa harga yang rendah daripada harga penjualan yang diharap atas obligasi tersebut.

Risiko lain adalah risiko valuta asing. Para pemilik valuta asing dapat saja mengalami unsur ketidaktentuan dari balas jasa atas investasi dalam surat berharga karena perubahan dalam kurs valuta asing, Risiko ini terjadi karena lebih banyak investor yang membeli dan menjual aktiva di dunia, yang berbeda dengan melakukan investasi dalam aktiva-aktiva di dalam negeri mereka sendiri. Para investor Amerika Serikat mungkin saja membeli saham yang diterbitkan di Jepang dan perubahan kurs yen terhadap dollar Amerika Serikat perlu dipertimbangkan bukan hanya unsur ketidaktentuan dari balas jasa dalam yen akan tetapi juga tiap perubahan nilai tukar dari yen terhadap US dollar. Tambahan pada badan usaha asing, risiko keuangan, dan risiko likuiditas surat berharga, investor harus mempertimbangkan unsur ketidaktentuan tambahan dari balas jasa atas saham Jepang, jika saham itu dikonversikan dari Yen ke US$.

Country risk atau risiko politik mencerminkan unsur ketidaktentuan dari balas jasa yang disebabkan oleh kemungkinan perubahan dalam lingkungan politik atau lingkungan ekonomi dari suatu negara. Amerika Serikat dikenal mempunyai country ris terkecil di dunia, karena sistem politik dan sistem ekonomi adalah yang paling stabil. Pemberontakan di Libya terhadap Muammar Gadhafi, keadaan di Syria terhadap Presiden Bashar al-Assad, dan protes di Yaman terhadap Presiden Ali Abdullah Saleh mencerminkan keadaan yang sangat tidak stabil..Gempa bumi dan tsunami di Jepang yang mengganggu berbagai korporasi global dan pasar. Individu-individu yang melakukan investasi di negara-negara yang tidak stabil dalam sistem politik atau sistem ekonomi harus menambahkan premi country risk tatkala menentukan tingkat-tingkat balas jasa yang dibutuhkan.

 Suatu balas jasa merupakan tujuan dari tiap investor. Suatu hubungan antara balas jasa dan risiko merupakan suatu konsep pokok dalam keuangan. Bidang-bidang keuangan dan investasi dibentuk atas dasar prinsip-prinsip keuangan, maka karakteristik-karakteristik utama dari tiap investasi adalah balas jasa investasi dan risiko investasi. Langkah untuk membandingkan berbagai alternatif dari investasi, ukuran-ukuran kuantitatif yang tepat untuk balas jasa dan risiko diperukan.

Balas jasa atas investasi dan balas jasa diharap mencerminkan bahwa difinisi umum dari balas jasa adalah manfaat yang berhubungan dengan suatu investasi. Investor dalam banyak kasus dapat mengesimasi balas jasa historis secara tepat. Banyak investasi mempunyai dua komponen dalam pengukuran balas jasa yaitu capital gain atau capital loss dan beberapa bentuk dari pendapatan. Tingkat balas jasa merupakan persentase kenaikan dalam balas jasa yang berhubungan dengan periode menahan aktiva keuangan. Tingkat balas jasa adalah pendapatan ditambah dengan  capital gain dibagi dengan harga pembelian.

Balas jasa diharap dan varians atau deviasi standar menyediakan kepada investor informasi tentang hakikat dari distribusi probabilitas yang berhubungan dengan suatu aktiva tunggal. Semua bilangan ini adalah hanya karakteristik-karaktieristik dari balas jasa dan risiko dari asset tertentu. Apkah satu aktiva yang mempunyai hubungan antara risiko dan balas jasa mempengaruhi aktiva lain dengan karakteristik-karakteristik balas jasa dan risiko berbeda dalam portofolio yang sama? Jawaban atas pertanyaan ini adalah sangat penting untuk investor tatkala membentuk diversifikasi portofolio. Statistik yang dapat menyediakan investor dengan informasi untuk menjawab pertanyaan ini adalah kovarians dan koefisien korelasi. Kovarians dan koefisien korelasi berhubungan dan keduanya secara umum dipakai untuk mengukur fenomena yang sama, yaitu hubungan antara dua variabel.

Pembahasan mengenai tingkat balas jasa dan tingkat risiko akan dilakukan melalui contoh-contoh di bawah ini.  Contoh-contoh tersebut menampilkan cara menghitung tingkat balas jasa dan tingkat risiko. Data tingkat balas jasa dan tingkat risiko dapat dipakai untuk melakukan analisis regresi sederhana berdasar atas persyaratan-persyaratan pengujian tertentu. Persyaratan-persyaratan ini sering kali tidak terpenuhi. Persyaratan reliabilitas, validitas, normalitas distribusi data, homogenitas varians, signifikansi,  kinieritas, dan jumlah kasus minimum merupakan persyaratan-persyaratan untuk melakukan analisis regresi sederhana yang akan membentuk hubungan antara tingkat balas jasa sebagai variabel dependen dan tingkat risiko sebagai variabel independen. Data ini dapat dipakai untuk membentuk grafik capital market line yang secara teoretik mencerminkan hubungaan positif. Hubungan positif antara tingkat balas jasa dan tingkat risiko berarti bahwa para investor bersedia menerima risiko yang lebih tinggi jika tingkat balas jasa juga lebih tinggi dan para investor juga bersedia menerima tingkat balas jasa yang rendah jika tingkat risiko adalah rendah. Titik yang terletak pada sumbu Y atau sumbu tingkat balas jasa mencerminkan konsep tingkat balas jasa bebas risiko (riskfree return) jika titik ini di atas titik 0.

Diversifikasi Portofolio

Lembaga Keuangan jika membeli SBI. Bank Indonesia menjanjikan akan membayar tingkat bunga tertentu misalkan 6%. Berapakah risiko yang ditanggung oleh Lembaga Keuangan tersebut?

Risiko tersebut adalah nol karena Bank Indonesia akan memenuhi janji tersebut termasuk nilai SBI dan Bank Indonesia tidak akan mengalami kegagalan untuk memenuhi kewajibannya padamasa yang akan datang.

Lembaga Keuangan tersebut membeli obligasi PT Kompas TBK.  Lembaga Keuangan ini mempunyai probabilitas risiko atas kupon dan nilai nominal obligasi karena kemungkinan PT Kompas TBK gagal memenuhi janjinya untuk membayar kupon dan nilai nominal obligasi.

Contoh di atas mencerminkan investasi dalam surat berharga mengandung kemungkinan balas jasa bebas risiko dan balas jasa dengan risiko tertentu. Para pakar, oleh karena itu, telah membangkan konsep mengenai freerisk return dan hubungan antara return dan risiko.

Lembaga Keuangan itu mungkin tertarik jika obligasi dari PT Kompas TBK membeikan kupon 12%.

Para investor mengharap tingkat balas jasa yang lebih tinggi dari aktiva yang mengandung risiko lebih besar. Mereka ingin menahan aktiva berisiko hanya jika balas jasa diharap adalah lebih tinggi daripada balas jasa dari aktiva yang kurang berisiko. Hal ini ibarat pasar melakukan peringkat aktiva atas dasar risiko diikuti dengan balas jasa diharap yang lebih tinggi. Apakah hubungan terdapat antara risiko dan balas jasa diharap dari suatu aktiva? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan dengan landasan penting dalam bidang keuangan. Apakah yang dimaksud dengan risiko dan apakah yang dimaksud dengan aktiva itu? Konsep risiko perlu dipahami jika para investor memegang atau menahan portofolio aktiva.

Perbedaan apakah yang terkandung antara aktiva bebas risiko dan aktiva yang mengandung risiko  itu?

Aktiva bebas risiko akan memberikan balas jasa tetap 6%. Aktiva yang mengandung risiko akan memberikan balas jasa berbeda-beda dalam tiap periode, balas jasa mungkin saja rendah atau negatif dalam satu periode dan sangat tinggi pada periode lain. Tingkat balas jasa itu karena berfluktusasi, hal ini berarti bahwa balas jasa itu mengundung unsur ketidaktentuan, dan investor akan mengharap tingkat balas jasa rata-rata yang lebih tinggi dari aktiva seperti itu sebagai kompensasi atas unsur ketidaktentuan tersebut atau atas unsur risiko. Tingkat balas jasa rata-rata itu misalkan saja 12% sebelum para investor ingin memiliki aktiva berisiko tersebut.

Konsep yang terkandung dari risiko mungkin mencakup satu aktiva berisiko, dua aktiva berisiko, atau tiga aktiva berisiko.

Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan berdasar atas contoh-contoh tentang balas jasa atas saham, varians saham, kofarians saham, balas jasa portofolio, dan varians portofolio.

Stock Return

Contoh 1

Manajer keuangan suatu badan usaha, sebelum menyetujui pembelian kendaraan baru, ingin mengetahui tingkat balas jasa atas kendaraan tersebut. Badan usaha akan menerima balas jasa 15,79% dengan probabilitas 77% dan menerima balas jasa 4,11% dengan probabilitas 23%. Berapakah balas jasa diharap dari pembelian kendaraan tersebut?

Rumus matematika yang biasa dipakai oleh para pakar adalah sebagai berikut :

E(R) =x1 x E(R1) + x2 x E(R2)

Rumus ini dipakai untuk mencari nilai dari balas jasa diharap memakai probabilitas dan balas jasa dalam dua keadaan. Rumus Microsoft Excel yang dicipta adalah sebagai berikut :

=((C3*C5) + (C4*C6))

Rumus ini dimasukkan ke dalam kolom C7. Jawaban atas pertanyaan di atas adalah sebagai berikut :

A B C
2 E(R) 13,03%
3 x1 77,00%
4 x2 23,00%
5 (R1) 15,70%
6 (R2) 4,11%
7 E(R) 13,03%

 Nilai balas jasa diharap adalah 13,03%

Contoh 2

Manajer suatu badan usaha mengharap untuk menerima suatu balas jasa 16,62% dengan probabilitas 24%, suatu balas jasa 7,51% dengan probabilitas 24%, dn balas jasa 9,24% dengan probabilitas 52%. Berapakan balas jasa diharap oleh manajer tersebut dari pembelian samah suatu perusahaan?

Rumus matematika adalah sebagai berikut :

E(R) = x1 x E(R1) + x2 x E(R2) + x3 x E(R3)

Rumus ini dipakai  untuk mencari nilai balas jasa diharap memakai probbilitas dan balas jasa dalam tiga keadaan.

Rumus Microsoft Excel dapat dicipta sebagai berikut : =((C3*C6) + (C4*C7)+(C5*C8))

Rumus ini dimasukkan ke dalam kolom C9. Hasil yang dicipta adalah sebagai berikut:

A B C
2 E(R) 10,60%
3 x1 24,00%
4 x2 24,00%
5 X3 52,00%
6 E(R1) 16,62%
7 E(R2) 7,51%
8 E(R3) 9,24%
9 E(R) 10,60%

Nilai balas jasa diharap adalah 10,60%

Rumus matematika mengandung kelemahan karena bersifat sekali pakai. Model serupa akan membutuhkan perhitungan dari awal sampai akhir seperti langkah-langkah awal. Rumus Microsoft Excel akan lebih cepat karena model serupa hanya mengubah nilai tanpa melakukan perhitungan. Sebagai contoh perubahan dialami dalam R1 =10%, R2=12%, dan R3 -= 8% maka perubahan hanya dilakukan dalam kolom C6, C7, dan C8 saja dan hasilnya akan segera disajikan sebagai berikut :

A B C
2 E(R) 9,44%
3 x1 24,00%
4 x2 24,00%
5 X3 52,00%
6 E(R1) 10,00%
7 E(R2) 12,00%
8 E(R3) 8,00%
9 E(R) 9,44%

Rumus yang sama dimasukkan juga dalam kolom C2. Langkah ini dilakukan jika kolom C9 mengalami kesalahan pengetikan maka rumus dalam kolom C2 dapat dipakai untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Stock Variance

Contoh 3

Berapakah deviasi standar dari balas jasa saham XYZ? Suatu Lembaga Keuangan mengalami surplus dana dan mengharap menerima dari surplus dana itu suatu balas jasa 17% dengan probabilitas 43% dan balas jasa 4,86% dengan probabilitas 57%.

Pemecahan masalah varians dari balas jasa ini memakai balas jasa diharailip dan probabilitas dan balas jasa dalam dua keadaan memakai rumus matematika sebagai berikut :

Var(R) = σ2 = x1 x [E(R1) – E(R)]2 + x2 x [E(R2) – E(R)]2

Deviasi standar dari balas jasa dengan unit persen balas jasa merupakan akar dari varians.

Perhitungan dengan cara memakai rumus Microsoft Excel adalah sebagai berikut :

B C
2 x1 43,00%
3 x2 57,00%
4 E(R1) 17,08%
5 E(R2) 4,86%
6 E(R ) 11,46%
7 σ2 38,41049
8 σ 6,20

Nilai varians dicari dahulu kemudian nilai deviasi standar dicari. Rumus Microsoft Excel dimasukkan ke dalam kolom C7 adalah sebagai berikut :

=((C2*((C4-C6)^2))+(C3*((C5-C6)^2)))*10000

Hasil varians kemudian dipakai untuk mencari deviasi standar. Rumus dimasukkan ke dalam kolom C8. Rumus Microsoft Excel ini adalah sebagai berikut : =SQRT(C7)

Contoh 4

Tiga kemungkinan keadaan perekonomian, carilah varians dari balas jasa atas investasi pada saham dari badan usaha XYYZ. Probabilitas kedaan akan terjadi adalah 24%, bahwa keadaan resesi akan akan terjadi adalah 19%, dan kead normal akan terjadi adalah 57%. Balas jasa  dalam keadaan pertama adalah 15,92%, dalam keadaan resesi adalah 5,93%, dan dalam keadaan normal adalah 11,91%.

Rumus matematika yang dipakai adalah sebagai berikut :

Var(R) = σ2 = x1 x [E(R1) – E(R)]2 + x2 x [E(R2) – E(R)2 + x3 x [E(R3) – E(R)2]

B C
2 x1 24,00%
3 x2 19,00%
4 x3 57%
5 E(R1) 15,92%
6 E(R2) 5,93%
7 E(R3) 11,91%
8 E(R) 11,74%
9 σ2 10,62
10 σ 3,26

Langkah mencari varian dari balas-jasa memakai balas jasa diharap dan probabilitas dan balas jasa dalam tiga keadan memakai rumus matematika di atas. Pemakaian rumus Microsoft Excel dilakukan dalam kolom C9 dan rumus perhitungan deviasi standar dimasukkan dalam kolom C10. Hasil pemasukan data disajikan di atas. Varians adalah 10,62 dan deviasi standar atau risiko adalah 3,26.

Contoh 5

Tiga keadaan ekonomi mungkin terjadi, carilan deviasi standar dari balas jasa atas saham XXYZ. Probabilitas bahwa keadaan makmur adalah 22%, keadaan dengan probabilitas kejadian resesi adalah  22%, dan probabilitas keadaan normal adalah 56%, Balas jasa dalam keadaan makmur adalah 15,93%, dalam keadaan resesi adalah 7,02%, dan dalam keadaan normal adalah 11,91%.

Rumus matematika adalah seperti yang telah disajikan di atas. Pemakaian rumus Microsoft Excel mencipta hasil sebagai berikut :

B C
2 x1 22,00%
3 x2 22,00%
4 x3 65%
5 E(R1) 15,93%
6 E(R2) 7,02%
7 E(R3) 11,91%
8 E(R) 11,80%
9 σ2 8,787031
10 σ 2,96

 Varians adalah 8,787031 dan deviasi standar atau risiko adalah 2,96.

Stock Covariance

Contoh 6

Manajer keuangan suatu badan usaha meminta perhitungan kovarians dari balas jasa berdasar atas probabilitas-probabilitas kasus terbaik dan kasus terburuk. Estimasi dilakukan bahwa badan usaha itu akan menerima balas jasa  yang disajikan dalam tabel mengambang dalam dua keadaan. Estimasi balas jasa juga dilakukan untuk membobot nilai indeks saham dalam dua keadaan ini. Probabilitas keadaan kesatu adalah69% dan probabilitas keadaan kedua adalah 31%. Balas jasa dalam keadaan kesatu adalah 17,61% dan balas jasa dalam keadaan kedua adalah 7,23%. Balas jasa untuk keadaan kesatu dari jenis investasi lain adalah 15,72% dan balas jasa kedua adalah 7,26%. Berapakan kovarians dari balas jasa itu?

Pemakaian rumus Microsoft Excel mencipta hasil kovarians sebagai berikit :

B C
2 x1 69,00%
3 x2 31,00%
4 E(R1A) 17,61%
5 E(R2A) 7,23%
6 E(1B) 15,27%
7 E(2B) 7,26%
8 E(RA) 14,39%
9 E(RB) 13,00%
10 σAB 0,17784

Rumus matematika yang biasa dipakai adalah sebagai berikut :

σAB = x1 x [E(R1A) – E(RA)] X [E(R1B)-E(RB)] + x2 X [E(R2A) – E(RA)] x [(E(R2B) – E(RB)]

Rumus Microsoft Excel yang dicipta adalah sebagai berikut :

=(((C2*(C4-C8))*(C6-C9))+((C3*(C5-C8)*(C7-C9))))*100

Rumus Microsoft Excel ini dimasukkan ke dalam kolom C10. Kovarians yang dihasilkan adalah 0,17784

Contoh 7

Your Finance project requires that you measure systematic risk on returns from Sip-n-Smoke stock.  You figure stock returns in three states of nature and the corresponding returns to the market index.  Find the covariance of returns.

Proyek keuangan membutuhkan pengukuran risiko sistematis atas balas jasa dari saham badan usaha XYZZ. Balas jasa saham terdiri dari tiga keadaan dan balas jasa ini berhubungan dengan indeks pasar. Carilah kovarians dari balas jasa tersebut : Data yang tersedia adalah sebagai berikut : x1 = 16%, x2 = 28%, x3 = 56%, E(R1A) = 15,49%, E(R2A) = 6,43%, E(R1B) = 10,75%, E(R2B) = 14,06%, E(R3A) =7,86%, dan E(R3B) = 11,34%

Pemakaian rumus Microsoft Excel mencipta hasil sebagai berikut :

B C
2 x1 16,00%
3 x2 28,00%
4 x3 56%
5 E(R1A) 15,49%
6 E(R2A) 6,43%
7 E(1B) 10,75%
8 E(2B) 14,06%
9 E(R3A) 7,86%
10 E(R3B) 11,34%
11 E(RA) 6,00%
12 E(RB) 6,49%
13 σAB 0,06028

Kovarians dalah 0,06028

Contoh 8

Manajer suatu badan usaha telah menentukan bahwa keadaan ekonomi yang berhubungan balas jasa dari saham AZA dan saham AKA dan Indeks pasar disajikan dalam Tabel Mengambang di bawah ini untuk menghitung kovarians.

Keadaan Probabilitas Saham AZA Saham AXA
Keadaan 1 22% 15,19% 15,40%
Keadaan 2 21% 5,66% 6,93%
Keadaan 3 57% 11,74% 12,28%

Hasil perhitungan kovarians adalah sebagai berikut :

B C
2 x1 22,00%
3 x2 21,00%
4 x3 57%
5 E(R1A) 15,19%
6 E(R2A) 5,66%
7 E(1B) 11,74%
8 E(2B) 15,40%
9 E(R3A) 6,93%
10 E(R3B) 12,28%
11 E(RA) 5,00%
12 E(RB) 5,50%
13 σAB 0,08971

Kovarians adalah 0,08971.

PortFolio Return

Contoh 9

Hitunglah balas jasa diharap dari portofolio jika 76% dari dana diinvestasikan dalam saham X dan 24% diinvestasikan pada saham Z. Saham X mempunyai balas jasa diharap adalah 13,31% dan saham Z mempunyai balas jasa diharap adalah 11,38%

Balas jasa atas dua portofolio aktiva adalah rata-rata tertimbang atas balas jasa diharap dari aktiva individual. Rumus matematika yang biasa dipakai adalah sebagai berikut : E(Rp) = x1 x E(RA) + x2 x E(RB) dengan ketentuan x1 + x2 = 1

Pemakaian rumus Microsoft Excel mencipta hasil sebagai berikut :

B C
2 xA 76,00%
3 xB 24,00%
4 E(RA) 13,31%
5 E(RB) 11,38%
6 E(Rρ) 12,85%

Balas jasa diharap dari portofolio adalah 12,85%. Rumus Microsoft Excel yang dipakai adalah sebagai berikut : =(C2*C4)+(C3*C5). Rumus ini dimasukkan ke dalam kolom C6.

Contoh 10

 Manajer keuangan telah menginvestasikan dana dalam saham A adalah 44%, saham B 30%, dan sisa dana  diinvestasikan pada saham C. Balas jasa diharap dari portofolio adalah 11,67%, dan balas jasa diharap dari saham A adalah 13,37% dan saham B adalah 13,46%. Berapakah balas jasa diharap dari saham C?

Rumus matematika yang biasa dipakai adalah sebagai berikut :

E(RC) = 1/XC[E(RP) – XA * E(RA) – XB * E(RB)

Pemakaian rumus Microsoft Excel akan mencipta hasil sebagai berikut :

B C
2 xA 44%
3 xB 30%
4 xC 26%
5 E(RA) 13,37%
6 E(RB) 13,46%
7 E(RP) 11,67%
8 E(RC) 6,73%

 Hasil balas jasa diharap untuk saham C adalah 6,73% dan rumus Microxoft Excel yang dipakai dimasukkan ke dalam kolom C8. Rumus ini adalah sebagai berikut :

=(1/C4)*(C7-(C2*C5)-(C3*C6))

Portfolio Variance

Contoh 11

Badan usaha Keuangan (finance corporation) meminta anda untuk menghitung varians dari dua aset portofolio. Anda tidak ingat cara melakukan hal itu akan tetapi sekarang harus melakukan hal tersebut. Berapakah varians dari portofolio itu jika deviasi standar dari balas jasa diharap adalah 26,76% untuk aset 1 dan 26,06% untuk asset 2. Proporsi dana diinvestasikan dalam asset 1 adalah 90% dan sisa dana diinvestasikan dalam asset2.

B C
2 xA 90%
3 xB 10%
4 σ2A 0,07158
5 σ2B 0,06789
6 σAB -0,00983
7 σ2P 0,0569

Rumus matematika dari varians portofolio ini adalah sebagai berikut :

σP2 = x2A * σA2 + 2 x XA x XB x σAB + x2B x σB2

Rumus Microsoft Excel yang dipakai di sini adalah sebagai berikut :

=(C2^2*C4)+(2*C2*C3*C6)+(C3^2*C5)

Rumus ini dimsukkan ke dalam kolom C7 dan varians portofolio adalah 0,569.

Contoh 12

Latihan mengenai perhitungan-perhitungan atas diversifikasi portofolio yang terdiri dari perhitungan-perhitungan mengenai Stock Return, Stock Variance, Stock Covariance, Portfolio Return, dan Poftfolio Variance dapat dilakukan melalui pemakaian Fincoach yang dicipta oleh Puneet Handa. Contoh di bawah ini diambil dari Fincoach.

The pop quiz in Finance class asked you to calculate the variance of a two-asset portfolio.  You couldn’t remember how to do it then, but now you do.  So, what is the variance of the portfolio when the tstandard deviation of expected returns is 36.17% for Asset 1 and 24.17% for Asset 2.  The covariance of returns is 0,06680.  The proportion of money invested in Asset 1 is 60% and the rest is in Asset 2.

Jawaban atas masalah di atas dapat disajikan sebagai berikut :

FINCOACH1.JPG

Pemakaian rumus Microsoft Excel mencipta hasil sebagai berikut :

B C
2 xA 60%
3 xB 40%
4 σ2A 0,13083
5 σ2B 0,05844
6 σAB 0,0668
7 σ2P 0,08851

 

Hasil yang dicipta adalah sama yaitu portfolio variance adalah 0,08851  dan rumus Microsoft Excel yang dicipta adalah sebagai berikut :

=(C2^2*C4)+(2*C2*C3*C6)+(C3^2*C5)

Fincoach yang dicipta oleh Puneet Handa hanya dipakai untul latihan dan tidak dapat dipakai untuk mencipta perumusan masalah. Rumus-rumus yang dipakai merupakan rumus-rumus matematika yang mengandung kelemahan-kelemahan tertentu. Penulisan rumus matematika sendiri adalah agak lama. Pemakaian rumus-rumus Microsoft Excel dapat dipakai dengan cepat dan nilai-nilai dari variabel-variabel dapat diubah-ubah dan hasilnya akan segera disajikan. Kritik atas pemakaian rumus-rumus matematika dilancarkan diikuti dengan penciptaan cara baru dengan memanfaatkan rumus-rumus Microsoft Excel yang dicipta dengan mengacu pada rumus-rumus matematika. Hal ini berarti bahwa rumus-rumus matematika adalah penting sebagai acuan untuk mencipta rumus-rumus Microsoft Excel akan tetapi tidak penting untuk dipakai dalam perhitungan.

Rangkuman

Pembahasan ini mencakup pembahasan mengenai diversifikasi portofolio dan mencakup pembahasan mengenai Stock Return, Stock Variance, Stock Covariance, Portfolio Return, dan Poftfolio Variance diikuti dengan contoh-contoh. Kritik dilancarkn atau pemakaian rumus-rumus matematika  dan kebenaran kritik ini dengan menyajikan rumus-rumus Microsoft Excel yang membuktikan hasil pemakaian Microsoft Excel adalah sama dengan pemakaian rumus-rumus matematika seperti yang terkandung dalam Fincoach yang dikembangkan oleh Puneet Handa dari Iowa University. Kritik seyogyanya jangan dilakukan jika langkah yang lebih baik tidak dapat dibuktikan. Rumus-rumus matematika disajikan dan rumus-rumus Microsoft Excel juga disajikan. Pembahasan mengenai diversifikasi portofolio berhubungan dengan pembahasan mengenai Capital Asset Pricing Model dan pembahasan mengenai Cost of Capital akan tetapi pembahasan mengenai kedua pokok pembahasan ini belum dilakukan di sini. Pembahasan mengenai Capital Asset Pricing Model akan mencakup pembahasan mengenai Freerisk Return, Market Return, Asset Pricing, dan pembahasan mengenai Portfolio Beta. Pembahasan mengenai Cost of Capital Mencakup pembahasan mengenai cost of equity, cost of debt, WACC (Weighted Average Cost of Capital), dan pembahasan mengenai Capital Structure.

Penulis, akhirnya mengharap kritik dari para pembaca dan kritik ini mungkin dapat dipakai untuk memperbaiki isi pembahasan ini.nd

Permata Depok Regency, 8 November 2019.

Daftar Pustaka

Handa, Puneet. The Electronic Textbook on Topics in Financial Valuation. Iowa : College of Business Administration University of Iowa.

Keynes, John Maynard. 1936. The General Theory of Employment, Interest, and Money. Rendered into HTML on Wednesday April 16 09:46:33 CST 2003, by Steve Thomas for The University of Adelaide Library Electronic Texts Collection.

 

Nilai waktu dari Uang

NILAI WAKTU DARI UANG

Oleh :

Prof. Dr. Abdullah M. Jaubah, S.E., M.M.

Pendahuluan

Sistem keuangan konvensional mengandung unsur suku bunga. Nilai waktu dari uang, dalam sistem keuangan konvensional, memakinkan peranan penting. Seseorang yang memiliki uang Rp1.000.000,00 sekarang adalah lebih penting dan lebih bernilai daripada orang itu memiliki uang Rp1.000.000,00 setahun yang akan datang. Hal ini berarti bahwa uang Rp1.000.000 sekarang berbeda dengan uang Rp1.000.000,00 setahun yang akan datang karena uang yang tersedia sekarang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekarang atau memenuhi kebutuhan investasi sekarang. Uang Rp1.000.000,00 yang dimiliki setahun yang akan datang tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumsi atau kebutuhan investasi sekarang. Konsep nilai waktu dari uang memainkan peranan penting dalam keuangan konvensional.

Definisi Nilai Waktu dari Uang

Nilai waktu dari uang adalah suatu konsep keuangan yang mencerminkan bahwa uang yang dimiliki sekarang adalah lebih bernilai daripada jumlah uang yang sama yang dimiliki pada masa yang akan datang. Rp 3.000 yang dimiliki sekarang adalah lebih bernilai daripada uang Rp 3.000 yang dimiliki setahun yang akan datang karena uang Rp 3.000 yang dimiliki sekarang dapat dipakai untuk membeli teh botol dingin untuk memuaskan rasa haus yang dialami sekarang.

Nilai uang yang dimiliki sekarang juga mempunyai potensi untuk memperoleh uang lebih besar jika diinvestasikan atau disimpan dalam Bank. Uang Rp300.000.000,00 yang dimiliki sekarang jika disimpan dalam bank dengan bunga tahunan adalah 10% akan sama nilainya dengan uang Rp 330.000.000,00 setahun yang akan datang.  Contoh ini mengungkap bahwa uang Rp300.000.000,00 yang tersedia sekarang tidak sama dengan uang Rp300.000.000,00 yang tersedia setahun yang akan datang akan tetapi akan sama dengan uang Rp330.000.000,00 setahun yang akan datang jika suku bunga tahunan adalah 10%

Konsep nilai waktu dari uang, dalam keuangan konvensioan, mencerminkan bahwa uang yang tersedia sekarang sama dengan uang yang tersedia setahun yang akan datang yaitu uang yang tersedia sekarang ditambang dengan suku bunga.

Tiap keputusan keuangan badan usaha milik swasta atau badan usaha milik negara mengandung dampak pada kualitas kehidupan dan kesehatan badan usaha tersebut dan kemampuan menikmati hasil yang diinginkan.

Salah satu landasan konsep dalam keuangan badan usaha untuk membantu manajer berwenang  dalam badan usaha itu untuk mengambil keputusan adalah konsep nilai waktu dari uang.

Konsep nilai waktu dari uang tercermin dan berhubungan pula dengan konsep nilai sekarang (present value), nilai pada masa yang akan datang (future value), suku bunga, dan waktu. Konsep-konsep ini juga berhubungan dengan aliran kas tunggal, aliran kas jamak, dan aliran kas tidak terbatas.

Matematika Keuangan

 Para pakar matematika keuangan telah mencipta rumus-rumus matematika keuangan. Rumus-rumus ini antara lain adalah sebagai berikut ;

Rumus Nilai Uang pada Masa yang Akan Datang

FV = PV(1+r)^t

FV = Future value, PV = Present value,, r = tingkat balas jasa, t = periode uang diinvestasikan

Rumus-rumus matematika keuangan adalah penting akan tetapi mengandung beberapa kelemahan dan kesulitan dalam pemakaian rumus-rumus tersebut. Contoh kesulitan memakai rumus matematika tentang durasi obligasi. Rumus matematika keuangan dari durasi obligasi adalah sebagai berikut :

  1. P adalah harga pasar dari obligasi
  2. F adalah nilai nominal (face value, par value) dari obligasi.
  3. T adalah jumlah tahun sampai dengan tanggal jatuh tempo.
  4. C adalah pembayaran kupon secara periodik atau pembayaran kupon tahunan.
  5. R adalah tingkat balas jasa diperlukan dan diharap oleh para investor berdasar atas karakteristik-karakteristik risiko obligasi tertentu, dan hal ini sering diacu sebagai discount rate atau yield to maturity.

Contoh Pemakaian Rumus Durasi Obligasi :

Berapakah durasi dari suatu obligasi yang membayar kupon tahunan adalah 9,2% untuk 24 tahun dan harga pasar obligasi itu adalah $936,63 dengan asumsi tingkat balas jasa yang dibutuhkan para investor adalah 9,9% atas obligasi tersebut.

Hasil Perhitungan

 Hasil perhitungan memakai rumus Duration di atas adalah sebagai berikut :

A B
P $936,63
F $1000,00
C $92
r 9,90%
t 24
Duration 10,06

 

Hasil perhitungan memakai rumus matematika di atas adalah 10,06 tahun. Hasil ini jika dicoba dengan memakai rumus di atas akan mengalami kesulitan. Hasil dari pemakaian rumus ini juga mengandung kelemahan karena tidak menyajikan hasil Modified Duration, Convexity, dan sebagainya.

Penulis telah mencipta rumus-rumus Microsoft Excel. Penciptaan rumus-rumus Microsoft Excel ini mengacu pada rumus-rumus matematika dan hasil penciptaan rumus-rumus ini adalah lebih tangguh daripada hasil pemakaian rumus-rumus matematika.

Rumus-rumus Microsoft Excel yang telah dicipta ini mencakup rumus-rumus sebagai berikut :

  1. Aliran Kas Tunggal
  2. Future Value – Basic
  3. Future Value – Advanced
  4. Present Value – Basic
  5. Present Value – Advanced
  6. Discount Rate – Basic
  7. Discount Rate – Advanced
  8. Aliran Kas Jamak
  9. Future Value – Basic
  10. Future Value – Advanced
  11. Present Value – Basic
  12. Present Value – Advanced
  13. Discount Rate – Basic
  14. Discount Rate – Advanced
  15. Time – Basic
  16. Time – Advanced
  17. Payment – Basic
  18. Payment – Advanced
  19. Aliran Kas Tidak Terbatas
  20. PresentValue – Basic
  21. Present Value – Advanced
  22. Discount Rate – Basic
  23. Discount Rate – Advanced
  24. Penilaian Obligasi
  25. Bond Value – Basic
  26. Bond Value – Advanced
  27. Bond Coupon – Basic
  28. Bond Coupon – Advanced
  29. Bond Yield – Basic
  30. Bond Yield – Advanced
  31. Bond Duration – Advanced
  32. Penilaian Saham
  33. Gordon Growth – Basic
  34. Gordon Growth – Advanced
  35. Supernormal Growth – Basic
  36. Supernormal Growth – Advanced
  37. Yield – Basic
  38. Yield – Advncedh
  39. Growth Rate –Basic
  40. Growth Rate – Advanced
  41. Penilaian Diversifikasi Portofolio
  42. Penilian Stock Return – Basic
  43. Penilaian Stock Return –Advanced
  44. Penilaian Stock Variance – Basic
  45. Penilaian Stock Variance – Advanced
  46. Penilaian Portfolio Return –Basic
  47. Penilaian Poftfolio Return – Advanced
  48. Penilaian Portfolio Variance – Basic
  49. Penilaian Portfolio Variance – Advanced
  50. Penilaian Capital Asset Pricing Model
  51. Penilaian Riskfree Return – Basic
  52. Penilaian Riskfree Return – Advanced
  53. Penilaian Market Return – Basic
  54. Penilaian Market Return – Advanced
  55. Pemolaian Asset Pricing – Basic
  56. Penilaian Asset Pricing –Advaced
  57. Penilaian Portfolio Beta – Basic
  58. Penilaian Portfolio Beta – Advanced
  59. Penilaian Biaya Modal
  60. Penilaian Cost of Equity – Basic
  61. Penilaian Cost of Equity – Advanced
  62. Penilaian Cost of Debt – Basic
  63. Penilaian Cost of Debt – Advanced
  64. Penilaian WACC – Basoc
  65. Penilaian WACC – Advanced
  66. Penilaian Capital Structure – Basic
  67. Penilaian Capital Structure – Advanced
  68. Penilaian Proyek
  69. Penilaian Net Present Value – Basic
  70. Penilaian Net Present Value- Advanced
  71. Penilaian Project Net Present Value – Basic
  72. Penilaian Project Net Present Value – Advanced
  73. Penilaian Internal Rate of Return – Basic
  74. Penilaian Internal Rate of Return – Advanced
  75. Penilaian Profitability Index – Basic
  76. Penilaian Profitability Index- Advanced
  77. Penilaian Equivalent Annual Cost – Basic
  78. Penilaian Equivalent Annual Cost – Advanced

Perhitungan Duration di atas dipakai di sini dengan rumus yang telah dicipta dalam Microsoft Excel.

Hasil dari pemakaian rumus Microsoft Excel adalah lebih lengkap daripada rumus matematika di atas karena rumus ini telah memperhitungkan Macaulay Duration, Modified Duration, Convexity, harga pasar obligasi, periode, aliran kas, nilai sekarang dari aliran kas rincian durasi, rincian convexity, jumlah durasi, jumlah confexity, dan perbedaan antara harga aktual baru dan prediksi harga baru.

A B C D D
2 Harga (P) $936,63 $857,06 $857,06
3 Nominal (F) $1.000 $1.000 $1.000
4 Kupon ( C) 9,20% 9,20% 9,20%
5 Jatuh  (t) 24 24 24
6 Hasil ® 9,90% 10,90% 10,90%
7 Frekuensi 1 1 1
8 Macaulay Duration 10,06 Durasi Durasi
9 Modified Duration 9,15
10 Convexity 139,92
11 Harga (P) $936,63

 

Periode Aliran Kas PV Aliran Kas Durasi Convexity
0 ($936,63)
1 92,00 83,71 83,71 138,62
2 92,00 76,17 152,34 378,40
3 92,00 69,31 207,93 688,62
4 92,00 63,07 252,27 1044,32
5 92,00 57,39 286,93 1425,36
6 92,00 52,22 313,29 1815,75
7 92,00 47,51 332,58 2202,91
8 92,00 43,23 345,86 2577,17
9 92,00 39,34 354,04 2931,27
10 92,00 35,79 357,94 3259,93
11 92,00 32,57 358,27 3559,52
12 92,00 29,64 355,63 3827,76
13 92,00 26,97 350,56 4063,44
14 92,00 24,54 343,52 4266,23
15 92,00 22,33 334,90 4436,48
16 92,00 20,32 325,05 4575,08
17 92,00 18,49 314,25 4683,31
18 92,00 16,82 302,76 4762,78
19 92,00 15,30 290,79 4815,26
20 92,00 13,93 278,52 4842,70
21 92,00 12,67 266,11 4847,11
22 92,00 11,53 253,67 4830,52
23 92,00 10,49 241,31 4794,96
24 1092,00 113,31 2719,50 56290,34

Total 9421,72 131057,83

Periode mencakup 0 sampai dengan 24 tahun. Aliran kas tiap periode dimulai dengan periode 1 adalah $92 sampai dengan periode 24. Periode 24 investor menerima $92 +$1.000 yaitu kupon terakhir dan nilai nominal obligasi pada tanggal jatuh tempo. Hasil lain adalah nilai sekarang dari aliran kas, durasi untuk tiap periode, dan convexity untuk tiap periode. Jumlah durasi dipakai untuk menghitung Macaulay Duration. Jumlah Convexity dipakai untuk menghitung Convexity.

F G H
Perubahan Hasil 1,00%
Perubahan Harga Obligasi -79,57 -8,50%
Prediksi Durasi Dimodifikasi -85,73 -9,15%
Penyesuaian Konveksitas 6,55 0,70%
Jumlah Prediksi Perubahan -79,18 -8,45%
Harga Aktual Baru $857,06
Prediksi Harga Baru $857,45
Perbedaan $0,39

 

Perubahan hasil diasumsikan 1%. Perubahan hasil (Yield) ini akan mengakibatkan perubahan harga, perubahan durasi dimodifikasi, penyesuaian konvesitas, jumlah prediksi peruahan, harga aktual baru, prediksi harga baru, dan perbedaan. Perbedaan antara harga aktual baru dan prediksi harga baru adalah $0,39 yaitu $857,45 – $857,06.

Pemakaian rumus Microsoft Excel mengenai Bond Duration adalah lebih lengkap daripada pemakaian rumus matematika atas Bond Duration.

Rangkuman

Konsep nilai waktu dari uang melandasi berbagai rumus keuangan. Rumus keuangan biasa disajikan secara matematika. Rumus matematika keuangan adalah penting karena dapat dipakai untuk mencipta rumus Microsoft Excel akan tetapi rumus matematika mengandung beberapa kelemahan. Bukti pemakaian rumus matematika yang mengandung kelemahan telah disajikan dalam perhitungan bond duration dan dibanding dengan rumus-rumus  Microsoft Excel untuk menghitung bond duration mengungkap kelemahan dari pemakaian rumus matematika tersebut. Penulis telah mencipta rumus-rumus matematika untuk penilaian aliran kas tunggal, penilaian aliran kas jamak, penilaian aliran kas tidak terbatas, penilaian obliigasi, penilaian saham, penilaian diversifikasi portofolio, penilaian Capital Asset Pricing Model, penilaian biaya modal, dan penilaian proyek. [1]

Permata Depok Regency 20 Oktober 2019

Daftar Pustaka

Jaubah, Abdullah M. 2019. Keuangan Badan Usaha Dengan Contoh (Corporate Finance by Examples). Depok : Unpublished

RISIKO INVESTASI DALAM OBLIGASI

RISIKO INVESTASI DALAM OBLIGASI

Oleh :

Prof. Dr. Abdullah M. Jaubah, S.E., M.M.

Pendahuluan

Korporasi setelah memperoleh persetujuan resmi dapat menerbitkan obligasi sebagai kontrak utang antara korporasi dan para investor yang membeli obligasi tersebut. Tulisan ini disusun sebagai tanggapan atas tulisan dari Syafarudinn Alwi dan Bambang Riyanto (2007) dengan judul Obligasi (Bond). Mereka telah menyajikan rumus untuk penilaian obligasi (2007 : 28) (Bond Value) dengan memanfaatkan rumus-rumus matematika. Tulisan ini juga mengandung kritik atas pemakaian rumus-rumus matematika dalam pembahasan mengenai manajemen keuangan.

Hasil perhitungan nilai obligasi yang dilakukan oleh mereka tidak mengandung kesalahan akan tetapi pemakaian rumus matematika untuk menghitung nilai obligasi adalah lamban jika dibanding dengan pemakaian rumus Microsoft Excel. Kelambanan dialami karena tiap kali harus dilakukan perhitungan ulang.

Rumus Matematika

Mereka memakai rumus matematika. Mereka kemudian memberikan contoh soal sebagai berikut :

Sebuah obligasi membayar $45 setiap setengah tahun selama20 tahun, pada tahun ke 20 pemegang obligasi akan menerima pengembalian pokok sebesar $1000, berapa nilai obligasi pada tingkat suku bunga 10%, 6%, dan 14%.

Mereka kemudian menyediakan jawaban sebagai berikut :

(10%)

Vb = $914,16

(6%)

Vb =$1347, 18

(14%)

Vb = $ 666,94

Rumus matematika di atas dipakai 3 kali, yaitu untuk menghitung 10%, 6%, dan 14%. Hasil perhitungnan mereka mencerminkan kebenaran walau terjadi sedikit perbedaan akan tetapi pelaksanaannya adalah lebih lamban daripada jika memakai rumus Microsoft Excel.

Rumus Microsoft Ecel ini akan dikemukakan kemudian akan tetapi hasil memakai Microsoft Excel adalah sebagi berikut :

B C
1 Vb $914,20
2 F $1.000
3 C $45,00
4 YTM 10,00%
5 t 20
6 m 2
7 Vb $914,20

=(C4/(C5/C7))*(1-(1/(1+(C5/C7))^(C6*C7)))+C3/(1+(C5/C7))^(C6*C7)

Perbedaan hasil antara $914,20 dan $914,16 sebagai akibat dari pembulatan dari 772,1588859 + 142,0456823 = $914,20 sedangkah hasil $914,16 diperoleh dari $772,16 + 142 = $914,16.

YTM adalah 6%

B C
1 Vb $1.346,72
2 F $1.000
3 C $45,00
4 YTM 6,00%
5 t 20
6 m 2
7 Vb $1.346,72

YTM adalah 14%

Model yang dipakai adalah serupa akan tetapi perbedaan hanya pada YTM sehingga perubahan hanya dilakukan pada YTM dari 10% menjadi 6% dan dari 6% menjadi 14%. Hasil terakhir adalah sebagai berikut :

B C
1 Vb $666,71
2 F $1.000
3 C $45,00
4 YTM 14,00%
5 t 20
6 m 2
7 Vb $666,71

Pemakaian rumus matematika tersebut di atas adalah ldenganebih cepat karena hanya mengganti 5%  menjadi 3% dan mengganti 3% menjadi 7%. Hasil-hasil di atas adalah sama dengan hasil-hasil yang dilakukan oleh mereka dengan memanfaatkan rumus matematika.

Penciptaan Rumus-rumus Berbasis Microsoft Excel

Penulis telah mencipta rumus-rumus berbasis Microsoft Excel sebagai kritik atas rumus-rumus matematika yang telah dikembangkan oleh Puneet Handa dari Iowa University. Rumus-rumus yang telah dicipta itu mencakup rumus-rumus untuk menghitung aliran kas tunggal, aliran kas jamak, aliran kas tidak terbatas, penilaian obligasi, penilaian saham, diversifikasi portofolio,  Capital Asset Pricing Model, Cost of Capital, dan penilaian proyek.

Rumus-rumus aliran kas tunggal mencakup rumus untuk menghitung Future Value, Present Value, dan Discount Rate. Rumus-rumus aliran kas jamak mencakup rumus untuk menghitung Future Value, Present Value, Discount Rate, Time, dan Payment. Rumus-rumus aliran kas tidak terbatas mencakup rumus untuk menghitung Present Value dan Discount Rate.

Rumus-rumus penilaian obligasi mencakup rumus untuk menghitung Bond Value, Bond Coupon, Bond Yield, dan Bond Duration.

Rumus-rumus penilaian saham mencakup rumus untuk menghitung Gordon Growth, Supernormal Growth, Yield, dan Growth Rate.

Rumus-rumus Diversifikasi Portofolio mencakup rumus untuk menghitung Stocl Return, Stock Vaiance, Stock Covariance, Portfolio Return, dan Portfolio Variace.

Rumus-rumus Capital Asset Pricing Model mencakup rumus untuk menghitung Riskfree Return, Market Return, Asset Pricing, dan Portfolio Beta.

Rumus-rumus Cost of Capital mencakup rumus untuk menghitung Cost of Equity, Cost of Debt, Weighed Average Cost of Capital, dan Capital Structure.

Rumus-rumus Project Evaluation mencakup rumus untuk menghitung Net Present Value, Project Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitability Index, dan Equivalent Annual Cost.

Semua rumus Microsoft Excel tersebut dicipta sebagai kritik atas rumus-rumus matematika yang dikembangkan oleh Puneet Handa tersebut.

Penyusunan rumus untuk Bond Duration dan rumus untuk Supernormal Growth merupakan hasil penciptaan yang agak lama.

Aplikasi Rumus Bond Duration

Puneet Handa telah memakai rumus matematika untuk menghitung Duration.  Puneet Handa memberikan contoh sebagai berikut:

Fairwood Corp has issued a 9 years maturity bond with an annual coupon rate of 11.6%.  Similar bonds issued by other companies earn an annual return rate of 11.1%.  If the bond is currently selling for $1,027.58, what is the duration of this bond?

Langkah untuk menjawab pertanyaan ini dilakukan dengan menyajikan tabel di bawah ini :

Rumus Duration yang dipakai adalah sebagai berikut :

Variabel-variabel yang dipakai adalah Duration sebagai variabel dependen bukan sebagai variabel independen, P adalah hargapasar dari obligasi, n jumlah tahun sampai dengan tanggal jatuh tempo, F adalah nilai nominal atau Face Value atau Par Value, r adalah tingkat balas jasa dibutuhkan yang diharap oleh para investor, yang mencerminkan karakteristik-karakteristik risiko dari obligasi dan tingkat ini kadang-kasang diacu sebagai discount rate atau yield to maturity. Hasil pemakaian rumus tersebut adalah bahwa durasi = 6,08.

Perhitungan Duration atas pertanyaan di atas dicipta oleh penulis sebagai berikut :

Harga (P) $1.027,58 $973,46
Nominal (F) $1.000 $1.000
Kupon ( C) 11,60% 11,60%
Jatuh  (t) 9 9
Hasil ® 11,10% 12,10%
Frekuensi 1 1
Macaulay Duration 6,08 Durasi
Modified Duration 5,47  
Convexity 42,27  
  Harga $1.027,58

 

Periode Aliran Kas PV Aliran Kas Durasi Convecxity
0 ($1.027,58)      
1 116,00 104,41 104,41 169,18
2 116,00 93,98 187,96 456,83
3 116,00 84,59 253,77 822,37
4 116,00 76,14 304,55 1233,68
5 116,00 68,53 342,66 1665,64
6 116,00 61,68 370,10 2098,91
7 116,00 55,52 388,65 2518,95
8 116,00 49,97 399,79 2915,08
9 1116,00 432,75 3894,76 31553,83
    Total 6246,65 43434,47

 

Perubahan Hasil 1,00%  
Perubahan Harga Obligasi -54,12 -5,27%
Prediksi Durasi Dimodifikasi -56,23 -5,47%
Penyesuaian Konveksitas 2,17 0,21%
Jumlah Prediksi Perubahan -54,05 -5,26%
Harga Aktual Baru $973,46  
Prediksi Harga Baru $973,52  
Perbedaan $0,06  

Perbedaan antara pemakaian rumus matematika di atas dan rumus-rumus Microsoft Excel yang dicipta adalah bahwa rumus matematika hanya menyajikan hasil berbenntuk Duration saya sedangkan rumus-rumus Microsoft Excel yang telah dicipta dapat dipakai untuk menghasilkan Macaulay Duration, Modified Duration, Convexity, Aliran Kas, Nilai Sekarang dari Aliran Kas, rincian duration, jumlah rincian duration, rincian convexity, jumlah rincian convexity, perubahan harga obligasi, harga aktual baru, prediksi harga baru, dan perbedaan antara harga aktual baru dan prediksi harga baru. Hasil Microsoft Excel yang telah dicipta ini adalah lebih lengkap, pemakaiannya adalah lebih cepat, lebih akurat, dan lebih mudah jika dibanding dengan pemakaian rumus matematika.

Contoh lain adalah sebagai berikut :

Penerbit Paradigma Baru merencanakan untuk menerbitkan obligasi dengan 10,9% kupon tahunan dengan harga Rp 1064,52. Tanggal jatuh tempo dari obligasi ini adalah 29 tahun dan obligasi-obligasi serupa mempunyai tingkat balas jasa yang diperlukan adalah 10,2%

  1.      Berapakah Macaulay Duration dari obligasi ini?
  2.      Berapakah Modified Duration dari obligasi ini?
  3.      Berapakah Convexity dari obligasi ini?
  4.      Berapakan jumlah dari rincian duration dari obligasi ini?
  5.      Berapakah perbedaan antara harga aktual baru dan prediksi harga baru?

 Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan rumus-rumus Microsoft Excel dan hasil pemanfaatan rumus-rumus ini  dapat disajikan secara lengkap di bawah ini.

Harga (P) Rp1.064,52 Rp974,45
Nominal (F) Rp1.000,00 Rp1.000,00
Kupon ( C) 10,90% 10,90%
Jatuh  (t) 29 29
Hasil ® 10,20% 11,20%
Frekuensi 1 1
Macaulay Duration 10,09 Durasi
Modified Duration 9,15  
Convexity 147,69  
Harga Rp1.064,52 Rp1.064,52

 

  1.         Macaulay Duration dari obligasi ini adalah 10,09
  2.         Modified Duration dari obligasi ini adalah 9,15
  3.         Convexity dari obligasi ini adalah 147,69
  4.         Jumlah dari rincian duration dari obligasi ini 10735,88
  5.         Jumlah dari rincian convexity adalah 157223,95.
  6.         Perbedaan antara harga aktual baru dan prediksi adalah Rp 0,52

Pemakaian model di atas dapat juga dipakai untuk menghitung harga pasar obligasi jika harga pasar itu tidak diketahui. Hal ini berarti bahwa model Microsoft Excel ini hanya membutuhkan data tentang nilai nominal obligasi, kupon obligasi, tanggal jatuh tempo obligasi, dan tingkat balas jasa yang diperlukan dan yang diinginkan oleh para investor sesuai dengan tingkat balas jasa dari obligasi-obligasi serupa

Periode Aliran Kas PV Aliran Kas Durasi Convecxity
0 -Rp1.064,52      
1 109,00 98,91 98,91 162,90
2 109,00 89,76 179,51 443,46
3 109,00 81,45 244,34 804,82
4 109,00 73,91 295,64 1217,21
5 109,00 67,07 335,34 1656,82
6 109,00 60,86 365,16 2104,86
7 109,00 55,23 386,59 2546,71
8 109,00 50,12 400,93 2971,28
9 109,00 45,48 409,29 3370,32
10 109,00 41,27 412,68 3738,01
11 109,00 37,45 411,93 4070,42
12 109,00 33,98 407,78 4365,25
13 109,00 30,84 400,88 4621,40
14 109,00 27,98 391,75 4838,83
15 109,00 25,39 380,88 5018,23
16 109,00 23,04 368,67 5160,91
17 109,00 20,91 355,46 5268,63
18 109,00 18,97 341,53 5343,44
19 109,00 17,22 327,14 5387,62
20 109,00 15,62 312,48 5403,57
21 109,00 14,18 297,74 5393,76
22 109,00 12,87 283,04 5360,67
23 109,00 11,67 268,52 5306,71
24 109,00 10,59 254,26 5234,27
25 109,00 9,61 240,34 5145,61
26 109,00 8,72 226,82 5042,88
27 109,00 7,92 213,74 4928,13
28 109,00 7,18 201,14 4803,24
29 1109,00 66,32 1923,37 47513,98
    Total 10735,88 157223,95

 

Perubahan Hasil 1,00%  
Perubahan Harga Obligasi -90,08 -8,46%
Prediksi Durasi Dimodifikasi -97,42 -9,15%
Penyesuaian Konveksitas 7,86 0,74%
Jumlah Prediksi Perubahan -89,56 -8,41%
Harga Aktual Baru Rp974,45  
Prediksi Harga Baru Rp974,96  
Perbedaan Rp0,52  

Hasil perhitungan di atas mencerminkan bahwa Duration merupakan variabel terikat sedangkan harga pasar obligasi, nilai nominal obligasi, tingkat kupon, tingkat balas jasa yang diperlukan atau Yield to Maturity, dan Frequency pembayaran kupon merupakan variabel-variabel independen. Hal ini perlu dikemukakan karena beberapa penelitian telah memakai variabel duration sebagai variabel independen dan variabel harga pasar obligasi sebagai variabel dependen, suatu keadaan yang terbalik dari rumus matematika dan rumus icrosoft Excel yang dianut  di seluruh dunia.

Penulis telah mencipta 60 model untuk menghitung duration dalam mata uang US$ dan 60 model untuk menghitung duration dalam mara uang Rupiah. Langkah pertama hanya disusun 2 model saja dengan tanggal jatuh tempo 60 tahun dengan harapan jika tanggal jatuh tempo adalah 30 tahun dan pembayaran kupon dua kali dalam setahun makan model ini dapat menampung masalah durasi tersebut atau jika pembayaran kupon 4 kali dalam setahun maka tanggal jatuh tempo hanya mencakup 15 tahun. Model ini akan menyajikan hasil yang kurang menyenangkan jika jumlah tanggal jatuh tempo hanya 15 tahun dan pembayaran kupon tiap tahun sehingga terdapat 45 baris kosong yang sebenarnya mengandung rumus-rumus Microsoft Excel. Keadaan ini ditanggulangi dengan menusun model dari tanggal jatuh tempo 60 tahun sampai dengan tanggal jatuh tempo setaun untuk mata uang US$ dan mata uang Rupiah. Tanggal jatuh tempo 13 tahun akan memakai model 13 tahun sehingga baris kosong tidak terdapat.

Rangkuman

Pemakaian rumus-rumus Microsof Excel dalam Manajemen Keuangan, Manajemen Investasi, Manajemen Portofolio oleh para pengajar, para mahasiswa, para broker, para dealer, para penasihat keuangan, para penasihat investasi, para pemimpin bank dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan mereka tentang investasi dan portofolio secara mudah, cepat, dan tepat jika dibanding dengan pemakaian rumus-rumus matematika atau statistik tradisional.

Puneet Handa telah menyajikan hubungan antara Bond Duration dan Market Value. Bond Duration merupakan variabel dependen dan Market Value merupakan variabel independen, hubungan antara Duration dan Coupon. Duration sebagai variabel dependen dan Coupon sebagai variabel independen, hubungan antara Duration dan Discount Rate. Duration sebagai variabel dependen dan Discount Rate sebagai variabel independen. Hubungan antara Duration dan Maturity. Duration sebagai variabel dependen dan Maturity sebagai variabel independen. Puneet Handa menyajikan keempat hubungan tersbut dalam bentuk grafik.

Harga pasar obligasi jika makin tinggi maka durasi obligasi akan makin tinggi dan harga pasar obligasi jika makin rendah maka durasi obligasi akan makin rendah pula. Hubungan antara harga pasar obligasi dan durasi obligasi mencerminkan hubungan positif.

Kupon obligasi jika makin tinggi maka durasi obligasi akan makin rendah dan kupon obligasi jika makin rendah maka durasi obligasi akan makin tinggi. Hubungan antara kupon obligasi dan durasi obligasi mencerminkan hubungan negatif.

Hubungan antara discount rate dan durasi obligasi mencerminkan bahwa jika discount rate mskin tinggi maka durasi obligasi akan makin tinggi dan jika discount rate makin rendah maka durasi obligasi akan makin rendah. Hubungan antara discount rate dan durasi obligasi merupakan hubungan positif.

Tanggal jatuh tempo obligasi jika makin lama maka durasi obligasi akan makin tinggi dan tanggal jatuh tempo jika makin pendek maka durasi obligasi makin rendah. Hubungan antara durasi obligasi dan tanggal jatuh tempo mencerminkan hubungan positif.

Inti dari pembahasan mengenai durasi obligsi berhubungan risiko investasi dalam obligasi. Durasi obligasi jika makin tinggi maka risiko investasi dalam obligasi juga akan makin tinggi dan durasi obligasi jika makin rendah maka risiko investasi dalam obligasi juga akan makin rendah. Hubungan antara durasi obligasi dan risiko investasi dalam obligasi mencerminkan hubungan positif.

Penjelasan ini mengandung pengertian bahwa penulis berpendapat duration sebagai variabel dependen sedangkan harga pasar obligasi, tingkat kupon, tingkat diskonto atau Yierld to Maturity, tanggal jatuh tempo, nilai nominal obligasi, dan frekueni msi pembayaran kupon obligasi merupakan variabel-variabel independen bukan merupakan variabel-variabel dependen.

Permata Depok Regency, 8 Oktober 2019

Daftar Pustaka

Andreasen, Jesper and Brian Huge Danske. 2010. Volatility Interpolation Preliminary. Copenhagen

Handa, Puneet. FinCoach : The Financial Management Math Practice Program That Will Improve Your Grade. Iowa University : Prentice Hall

Place, Joanna Place.2000. Basic Bond Analysis. London : Bank of England

 

 

JARINGAN PERDAGANGAN DAN DIPLOMASI

JARINGAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN DIPLOMASI

Oleh :

Prof. Dr. Abdullah M. Jaubah, S.E., M.M.

Pendahuluan

Algoritma atau urutan instruksi atau perintah yang dipakai untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah memainkan peranan penting dalam pemrograman komputer. Kata alroritma berasal dari nama pakar matematika yaitu Abu Abdullah Mohammad ibn-Musa al Khawarizmi yang hidup dari tahun 780 sampai dengan tahun 850. Pekerjaan Al-Khawarizmi merupakan sumber untuk aljabar dunia, dan Al-Khawarizme telah diakui sebagai bapak dari aljabar. Konsep algoritma ini sekarang diartikan sebagai urutan instruksi untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah. Definisi algoritma di atas berbeda dengan definisi algoritma yang telah dikemukakan oleh Effendi Gazali.

Komputer hanya mengerti bahasa mesin (machine language) yang mencerminkan kombinasi dari kode 0 dan kode 1. Nilai 0 mencerminkan arus tidak terdapat dan nilai 1 mencerminkan arus terdapat. Hal ini berarti bahwa bahasa mesin dalam komputer mewakili sistem bilangan biner (binary). Penyusunan program komputer dengan sistem bilangan biner akan harus mengetahui secara rinci lokasi serta isi dari sel-sel memori yang dipakai. Hal ini adalah sangat sulit dan tiap jenis komputer dengan instruksi berbeda mencerminkan bahasa mesin juga berbeda karena tergantung pada Central Processing Unit (CPU) yang dipakai. Bahasa pemrograman lain yang mirip dengan bahasa mesin dan sudah memakai kode-kode singkatan instruksi adalah bahasa assembly. Komputer, agar dapat mengerti bahasa assembly ini, memerlukan bahasa penerjemah assembly ke dalam bahasa mesin berbentuk program yang dinamakan assembler. Pemrograman dengan bahasa assembly ini juga masih sangat sulit, sangat tidak praktis, sangat menjemukan, dan sangat melelahkan.

Para pakar komputer berusaha untuk mencipta bahasa yang hampir serupa dengan bahasa yang dipakai oleh manusia dan tidak tergantung pada bahasa mesin. Bahasa pemrograman ini dinamakan bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level language). Beberapa bahasa pemrograman tingkat tinggi yang banyak dipakai adalah BASIC (Beginner All Purpose  Symbolic Instruction Code), Fortrans (Formula Translator), Cobol (Common Business Oriented Language), PL/1 (Programming Language one), Visual BASIC, C++, Prolog, Lisp, dan sebagainya. Komputer sekarang memakai bahasa pemrograman generasi keempat (G4).

Kemampuan-kemempuan komputer, perlu dikemukakan secara  rinci. Studi dan penghayatan mengenai suatu program komputer, secara langsung atau tidak langsung, berhubungan dengan filsafat dan aljarar yang dikembangkan oleh George Boole (1853) sebagaimana tercermin dalam bukunya yang berjudul An Investigation of The Law of Thought on which are Founded The  Logic Theories of Logic and Probabilities.

Deskripsi ringkas dari George Boole  dan pengaruh dari gagasannya dapat disajikan  bahwa George Boole pada saat itu merupakan tokoh matematika dan reformasi pendidikan. Bukunya yang berjudul An Investigation of the Laws of Thought (1853), penuh dengan pembahasan mengenai aljabar, fungsi dari teori, logika, dan probabilitas. Boole sendiri tidak mendefinisikan Boolean algebra dengan inti pokok nol dan satu yang telah menjadi dasar bahwa dunia digital tergantung pada konsep nol dan satu, dan konsep ini merupakan sumber inspirasi dari para pionir lain. Henry Sheffecoined menyebut Boolean algebra dalam tahun 1913, Whitehead dan Russell merevisi Principia Matematica (1925-1927), telah mempopulerkannya. Claude Shannon telah memperkenalkan Boole dalam perkuliahan filsafat pada University of Michigan, dan telah mengembangkan penghayatan mendalam yang menghubungkan Boolean algebra pada telephone switching circuits dalam Master tesisnya di Massachusetts Institute of Technology dalam tahun 1937. Gagasan Claude Shannon banyak dikutip oleh para pakar komunikasi untuk mendefinisikan komunikasi.

Nilai 0 dan 1, dalam analisis jaringan sosial juga dipakai sebagaimana tercermin dalam analisis tentang perdagangan internasional atas barang-barang manufaktur, barang-barang makanan, bahan-bahan mentah, perdagangan internasional mengenai mineral, dan analisis jaringan diplomasi. Kode 0 dipakai sebagai perwakilan dari hubungan antara pasangan negara tidak terdapat dan kode 1 dipakai sebagai perwakilan dari hubungan antara pasangan negara terdapat.

Penulis pertama kali berkenalan dengan gagasan-gagasan dari George Boole tatkata mempelajari bahasa BASIC dalam komputer mini Wang karena dalam studi itu terkandung konsep Bool1, Bool2, dan Bool3. George Boole telah membahas nilai 0 dan nilai 1, kata and dan kata or, dan tidak masuk hukum pemikiran jika orang memakai kata and/or karena kata ini tidak terdapat dalam penerapan  komputer. George Boole, oleh karena itu, telah memperoleh penghormatan dan penghargaan dari para pakar komputer karena memperkenalkan konsep 0, 1, and, or, dan menolak pemakaian konsep and/or karena dianggap tidak masuk akal dan menyalahi hukum pemikiran (the law of thought).

Algoritma didefinisikan seperti di atas. Algoritma yang dipakai dalam Ucinet 6 for Windows misalnya Network>Centrality and Power>_Degree (legacy) jika dipakai dan dilaksanakan akan mencipta hasil berbentuk OutDegree,  InDegree, NrmOutDegree, NrmInDegree, Descriptive Statistics atas  OutDegree,  InDegree, NrmOutDegree, NrmInDegree,  Network Centralization (Outdegree), dan  Network Centralization (Indegree). Algoritma yang terkandung adalah urutan dari Network, kemudian Centrality and Power, kemudian _Degree (legacy). Urutan Network>_Degree (legacy)>Centrality and Power akan ditolak karena tidak sesuai dengan urutan intruksi atau perintah.

Stanley Wasserman dan Katherine Faust (1994), dalam buku mereka yang berjudul Social Network Analysis : Methods and Applications, menyatakan bahwa :

“In the example of trade among nations, information on the imports and exports among nations in the world reflects the global economic system. Here the world economic system is evidenced in the observable transactions (for example, trade, loans, foreign investment, or, perhaps, diplomatic eXChange ) among nations. The social network analyst could then attempt to describe regularities or patterns in the world economic system and to understand economic features of individual nations (such as rate of economic development) in terms of the nation’s location in the world economic system.”

Kutipan di atas mengungkap bahwa analisis jaringan sosial dapat dipakai untuk melakukan analisis jaringan perdagangan internasional dan analisis jaringan pertukaran diplomatik. Studi dan penghayatan atas hubungan internasional tradisional sangat jarang menemukan bahan-bahan pembahasan mengenai analisis jaringan perdagangan internasional dan analisis jaringan Ucinet 6 for Windows : Software for Social Network Analysis mengandung arsip data dengan nama Trade.##h. Arsip data ini terdiri dari arsip data tentang perdagangan internasional atas barang-barang manufaktur, barang-barang makanan, bahan=bahan mentah, mineral, dan pertukaran diplomatik. Arsip data ini mencerminkan perdagangan internasional dan pertukaran diplomatik di antara 24 negara. Arsip data ini akan dipakai di sini. Arsip data ini diubah agar penyajian dapat dilakukan dalam satu halaman. Perubahan dilakukan atas nama negara-negara sesuai urutan ke dalam kode 1 sampai dengan kode 24 dan kode-kode ini dipakai untuk tiap negara.

Langkah mendeskripsikan sebab-sebab dan akibat-akibat dari perdagangan internasional dan fungsi dari perdagangan internasional dalam perekonomian dunia merupakan alasan mengapa perdagangan internasional itu dilakukan antara bangsa-bangsa. Apakah yang harus dilakukan oleh suatu bangsa dalam hubungannya dengan perdagangan internasional?

Kebijakan ekonomi suatu bangsa dapat mencakup kebijakan konsumsi, kebijakan investasi, kebijakan tabungan, kebijakan pendapatan negara, kebijakan belanja negara, kebijakan ekspor, dan kebijakan impor. Kebijakan ekspor dan kebijakan impor mencerminkan kebijakan perdagangan internasional suatu bangsa. Apakah Indonesia harus memakai tarif atau kuota inpor untuk melakukan proteksi atas barang-barang tertentu dari Jepang dan Korea Selatan untuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan dari Jepang dan Korea Selatan? Siapakah yang akan menikmati manfaat dan menderita kerugian dari kuota impor itu? Kebijakan-kebijakan pemerintah yang diadopsi ke arah  perdagangan internasional, yaitu kebijakan yang melibatkan tindakan-tindakan berbeda sering dilakukan oleh pemerintah suatu bangsa. Tindakan-tindakan ini mencakup pajak atas beberapa transaksi intrenasional, subsidi-subsidi untuk transaksi-transaksi lain, batas-batas hukum atas nilai atau volume dari impor tertentu dan banyak tindakan lain.Akibat-akibat dari instrumen-instrumen penting dari kebijakan perdagangan internasional terdapat juga akan tetapi di sini tidak dibahas.

Studi dan penghayatan mengenai hubungan internasional mengungkap bahwa para diplomat atau para calon diplomat perlu melakukan studi dan penghayatan atas pokok-pokok pembahasan mengenai diplomacy, foreign policy, Indonesian foreign policy, International Relations, International Law,  International Organization, International Economy,  Peace and Conflict Studies, Globalization, Multilateralism, Regionalism, Biographies and Memoirs, Public Speakin, Public Relations, Writing Skills, Language for Conference, Leadership, Management Skills, Digital Diplomacy, Economic Diplomacy, dan Interfaith and Intercivilizational Dialogues. 

Yayan G.H. Mulyana (2018), sebagai Head of the Centre for Education and Training dalam Ministry of International Affairs Republic of Indonesia, telah menyusun buku dengan judul Reading for Diplomats 2018. Buku ini terdiri dari 95 halaman dan isi buku ini adalah nama-nama buku yang berhubungan dengan pokok-pokok pembahasan sebagaimana dikutip di atas, yaitu buku-buku tentang diplomacy, foreign policy, Indonesian foreign policy, International Relations, International Law,  International Organization, International Economy,  Peace and Conflict Studies, Globalization, Multilateralism, Regionalism, Biographies and Memoirs, Public Speakin, Public Relations, Writing Skills, Language for Conference, Leadership, Management Skills, Digital Diplomacy, Economic Diplomacy, dan Interfaith and Intercivilizational Dialogues. 

Ucinet 6 for Windows

Ucinet 6 for Windows : Software for Social Network Analysis adalah perangkat lunak komputer untuk analisis jaringan sosial, akan tetapi dapat juga dipakai untuk analisis jaringan politik, analisis jaringan ekonomi, analisis jaringan komunikasi, analisis jaringan perdagangan internasional, analisis jaringan perdagangan  domestik, analisis jaringan pertukaran diplomasi, dan sebagainya.

Analisis Jaringan Perdagangan Internasional

Data dasar yang dipakai di sini terdapat dalam Ucinet 6 for Windows dengan nama Trade.##h. Bentuk data ini adalah sebagai berikut :

DIAG1A.JPG

Kode 0 dan kode 1, sebagaimana dikemukakan oleh George Boole, dipakai di sini. Kode 0 mewakili hubungan tidak terdapat antara pasangan negara dan kode 1 dipakai untuk mewakili hubungan terdapat antara pasangan negara. Arsp data Trade.##h ini terdiri dari arsip data Manufactured Goods, Foods, Crude Materials, Minarals, dan Diplomatic Exchange. Data ini kemudian dipecah menjadi lima arsip data untuk mempermudah analisis jaringan perdagangan internasional dan analisis jaringan pertukaran diplomatik. Analisis lebih lanjut disesuaikan dengan urutan ini.

Perdagangan internasional mencakup impor dan ekspor barang-barang hasil manufaktur, barang-barang berbentuk makanan, bahan-bahan baku, dan mineral. Data yang biasa dipakai dalam analisis jaringan perdagangan internasional biasanya dikumpulkan dari dokumentasi yang dapat diunduh dari International Monetary Fund atau lembaga-lembaga lain yang tercakup dalam International Monetary Fund. Data mengenai Impor dan Ekspor Indonesia dapat dikumpulkan dari BPS.

Ringkasan nama-nama negara dilakukan di sini dengan maksud penyajian data tidak melewati batas halaman sebelah kiri sehingga penyajian data adalah lebih mudah diamati. Penyajian data asli dapat diperkecil akan tetapi mungkin sangat kecil sehingga tidak dapat dibaca. Langkah memperkecik penyajian arsip data di sini tidak dilakukan.

Kode Nama Negara
1 ALGERIA
2 ARGENTINA
3 BRAZIL
4 CHINA
5 CZECHOSLOVAKIA
6 ECUADOR
7 EGYPT
8 ETHIOPIA
9 FINLAND
10 HONDURAS
11 INDONESIA
12 ISRAEL
13 JAPAN
14 LIBERIA
15 MADAGASCAR
16 NEW_ZEALAND
17 PAKISTAN
18 SPAIN
19 SWITZERLAND
20 SYRIA
21 THAILAND
22 UNITED_KINGDOM
23 UNITED_STATES
24 YUGOSLAVIA

Ringkasan ini dilakukan agar penyajian data dapat dicakup dalam satu halaman karelebna jika tidak diringkas maka penyjian akan lebih lebar daripada satu halaman sehingga bagian-bagian tertentu dari data tersebut tidak dapat disajikan dan tidak dapat dibaca. Ringkasan di atas disajikan untuk mempermudah studi dan analisis hasil. Indonesia, sebagai contoh, diberi kode 11 sehingga diagram jaringan perdagangan barang-barang manufaktur yang mencerminkan aktor 11 adalah Indonesia. Data juga disajikan hanya memakai kode 0 dan kode 1 Kode 0 dipaai umtuk mewakili hubungan tidak terdapat antara pasangan aktor (negara).

Pembahasan di sini dibatasi hanya terarah pada pembahasan mengenai pengaruh dan kekuasaan yang dimiliki oleh tiap negara dari kegiatan perdagangan internasional tentang barang-barang manufaktur. Pengaruh dan kekuasaan sebagai hasil analisis jaringan perdagangan internasional atas barang-barang manufaktur dapat menunjukkan peringkat pengaruh dan peringkat kekuasaan dari negara-negara yang tercakup dalam analisis data ini.

Negara-negara yang mempunyai manufaktur yang kuat dan besar akan mendominasi pengaruh dan kekuasaan dalam perdagangan internasional daripada negara-negara yang mempunyai manufaktur yang lemah dan kecil.

Ukuran pengaruh dan kekuasaan ini akan diikuti dengan sentralisasi pengaruh jaringan dan sentralisasi kekuasaan jaringan. Hal ini berarti bahwa konsep sentralitas berbeda dengan konsep sentralisasi. Konsep sentralisasi pengaruh dan sentralisasi kekuasaan jaringan dapat dipakai untuk menentukan apakah hubungan itu bersifat sentralisasi atau bersifat desentralisasi. Hubungan bersifat sentralisasi pengaruh dan sentralisasi kekuasaan jaringan jika nilai yang diperoleh adalah lebih besar daripada nilai 50% dan desentralisasi pengaruh dan kekuasaan jaringan dialami jika nilai itu adalah lebih kecil daripada nilai 50%.

Data jaringan perdagangan barang-barang manufaktur adalah sebagai berikut :

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
2 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0
3 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1
4 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
5 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1
6 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 1 0
7 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1
8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0
9 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1
10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0
11 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1
12 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0
16 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1
17 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0
18 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1
19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1
20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
21 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1
22 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1
23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1
24 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0

Diagram jaringan perdagangan internasional barang-barang manufaktur adalah sebagai berikut :DIAG1Diagram jaringan di atas mencerminkan hasil berukuran kualitatif. Hasil ini adalah sangat kompleks sehingga interpretasi hasil tanpa didukung perangkat lunak komputer akan sulit dilakukan atau akan dilakukan secara sangat subyektif sekali. Pengukuran mengenai pengaruh dan kekuasaan negara tertentu atas perdagangan internasional mengenai barang-barang manufaktur akan dipakai di sini. Ukuran-ukuran yang terseda adalah sangat banyak akan tetapi di sini dipilih ukuran dari pengaruh dan ukuran dari kekuasaan saja.

PengarAh dan Kekuasaan

Pengaruh (OutDegree) dan kekuasaan (InDegree) negara-negara dalam perdagangan internasional atas barang-barang manufaktur adalah :

DIAG2Jepang, Amerika Serikat, dan Switzerland memiliki pengaruh dan kekuasaan terbesar daripada pengaruh dan kekuasaan negara-negara lain dalam perdagangan barang-barang manugaktur. Pengaruh dan kekuasaan Indonesia jika dibanding dengan pengaruh dan kekuasaan Jepang baru mencapai 0.608696 atau 60.87% dalam perdagangan barang-barang manufaktur. Hal ini berarti bahawa kekuatan manufaktur Jepang adalah lebih tinggi daripada kekuatan manufaktur Indonesia.

Data Jaringan Perdagangan Barang-Barang Makanan

Data perdagangan internasional  mengenai barang-barang makanan dapat disajikan sebagai berikut

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0
2 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1
3 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1
4 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0
5 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1
6 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1
7 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0
8 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0
9 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1
10 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1
11 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1
12 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1
13 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0
14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0
15 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0
16 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0
17 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0
18 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1
19 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1
20 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0
21 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0
22 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1
23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1
24 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0

Diagram jaringan perdagangan internasional atas barang-barang makanan adalah sebagai berikut :

DIAG3

Pengaruh (OutDegree) dan kekuasaan (InDegree) adalah sebagai berikut :

DIAG4

Pengaruh (23) dari perdagangan internasional tentang barang-barang makanan dimiliki oleh Amerika Serikat, kekuasaan (21) juga dimiliki oleh Amerika Serikat. Pengaruh perdagangan internasional atas barang-barang makanan dari Indonesia adalahh 14  kekuasaan yang dimiliki oleh Indonesia adalah  13. Usaha meningkatkan pengaruh dan kekuasaan dapat dilakukan melalui peningkatan perdagangan internasional Indonesia dengan negara-negara yang belum mempunyai hubungan. Langkah ini perlu mempertimbangkan kebijakan luar negeri Indoenesia, misalkan hubungan perdagangan internasional Indonesia dan Israel tidak mungkin dilakukan secara langsung dan mungkin dilakukan melalui negara lain yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel. Hal ini berarti bahwa hubungan diplomatik antarnegara memainkan peranan penting dalam hubungannya dengan perdagangan internasional. Barang-barang makanan dari Indonesia mungkin saja dipakai oleh orang-orang Israel walau hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel tidak terdapat. Hubungan antara para aktor, oleh karena itu, memainkan peranan penting termasuk hubungan diplomatik antara negara-negara.

Data Jaringan Perdagangan Bahan-bahan Mentah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1
2 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1
3 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1
4 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1
5 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1
6 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0
7 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1
8 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0
9 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1
10 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1
11 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1
12 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1
14 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1
15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0
16 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
17 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0
18 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1
19 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1
20 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1
21 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1
22 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1
23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1
1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0

DIAG5

DIAG6

Amerika Serikat, Jepang dan Inggris merupakan negara dengan pengaruh dan kekuasaan  terbesar dalam perdagangan internasional atas bahan-bahan mentah dan Indonesia mempunyai pengaruh adalah 14 dan kekuasaan adalah 14 dalam perdagangan internasional atas bahan-bahan mentah jika dibanding dengan pengaruh Amerika Serikat adalah 23 dan kekuasaan Amerika Serikat adalah 20.

Data Jaringan Perdagangan Mineral

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1
2 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0
3 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0
4 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0
5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1
6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0
7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1
8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0
10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0
12 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
13 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0
14 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
18 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1
19 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0
21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0
22 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1
23 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1
24 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0

 

Diagram jaringan perdagangan internasional atas meneral adalah sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

Amerika Serikat menduduki pengaruh (22) dan kekuasaan (13) terbesar dalam perdagangan internasional mengenai mineral sedangkan pengaruh Indonesia adalah (6) dan kekuasaan Indonesia adalah (5).

Diplomasi

Perubahan cepat dialami dalam hubungan internasional, perkembangan dan pencapaian yang mengagumkan dialami dalam teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Beberapa konsep dan definisi baru telah muncul tentang makna dan pemahaman mengenai perdamaian dan keamanan. Priventive diplomacy melibatkan keterampilan-keterampilan baru dari diplomatik di samping metode-metode baru dari pendekatan, serta adolsi atas strategi-strategi bersifat inovatif untuk mencapai tujuan akhir dari perdamaian. Makna perdamaian itu sendiri telah mengalami perubahan. Perdamaian adalah keadaan tanpa terjadi perang.

Kegiatan-kegiatan diplomatik dewasa ini lebih banyak dilaksanakan dalam forum   daripada basis bilateral. Banyak mekanisme penyelesaian perselisihan sedang dicipta, dan organisasi-organisasi regional lebih banyak menyediakan peluang-peluang untuk kerjasama lebih lanjut. Implikasi-implikasi dari perkembangan-perkembangan bersifat ilmiah dan politik ini untuk substansi dan gaya diplomatik telah banyak dicapai.

Para diplomat dewasa ini dari berbagai negara telah terlibat dalam tugas-tugas mencari solusi atas konflik-konflik regional, memberikan bantuan kemanusiaan, berhubungan dengan masalah-masalah lingkungan global, dan usaha mengembangkan kerjsasama ekonomi internasional.

Para diplomat atau para calon diplomat sekarang dituntut untuk menguasai kemampuan mengenai diplomasi, kebijakan luar negeri, hubungan internasional, hukum internasional, organisasi internasional, studi dan penghayatan atas perdamaian dan konflik, ekonomi internasional, multilateralisme, regionalisme, biografi dan meoirs, kebijakan luar negeri Indonesia bagi para diplomat dan calon diplomat Indonesia, pidato di depan publik, hubungan publik (public relations), keterampilan menulis, keterampilan manajemen, kemampuan atas diplomasi diigital, diplomasi ekonomi, bahasa untuk konferensi, kepemimpinan, dan keterampilan berdialog, keuangan internasional, kemampuan atas aspek-aspek piinjaman dan investasi luar negeri, dan sebagainya.

Data Jaringan Pertukaran Diplomasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1
2 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1
3 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
4 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
5 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1
6 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1
7 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1
8 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1
9 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1
10 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0
11 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
12 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
14 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0
15 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0
16 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0
17 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1
18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1
19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1
20 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1
21 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1
22 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1
23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1
24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0

Hasil lengkap dari pemakaian Ucinet 6 for Windows akan disajikan di bawah ini. Hasil-hasil di atas tidak disajikan secara lengkap agar makalah ini tidak terlalu panjang. Hasil lengkap ini adalah sebagai berikut :

 

DIAG9

DIAG10

Jepang, dalam jaringan pertukaran diplomasi, memiliki pengaruh (23) dan kekuasaan (23). Pengaruh dan kekuasaan dalam jaringan diplomasi dari Jepang adalah terbesar. Indonesia, dalam jaringan pertukaran diplomasi memiliki pengaruh (18) dan kekuasaan (16) adalah lebih kecil daripada pengaruh dan kekuasaan Jepang. Pengaruh dan kekuasaan Jepang dalam diplomasi yang terbesar ini secara langsung atau tidak langsung memberikan dampak positif terhadap perdagangan luar negeri Jepang atas perdagangan barang-barang manufaktur, barang-barang makanan, bahan-bahan mentah, dan mineral.

DIAG11

Statistik defkriptif dipakai untuk mengukur pengaruh (OutDegree), kekuasaan (InDegree) NrmOutDegree, dan NrmInDegree. Nilai rata-rata dari pengaruh adalah 15.375 dan kekuaaan adalah 15.375. Hal ini antara lain berarti bahwa pengaruh dan kekuasaan Indonesia dalam jaringan pertukaran diplomasi adalah lebih besar dari nilai rata-rata ini. Deviasi darstantar dari pengaruh adalah 5.794 dan deviasi standar dari kekuasaan adalah 4.211. Jumlah dari pengaruh adalah 369 dan jumlah dari kekuasaan adalah 369. Nilai varians dari pengaruh adalah 33.568 dan nilai varians dari kekuasaan adalah 17.734. Nilai Sum of Square dari pengaruh adalah 6479 dan nilai Sum of Square dari kekuasaan adalah 6099. Nilai MCSSQ dari pengaruh adalah 805.625 dan nilai MCSSQ dari kekuasaan adalah 425.625. Nilai Euclidean Norm dari pengaruh adalah 80.492 dan nilai Euclidean Norm dari kekuasaan adalah 78.096. Nilai minimum dari pengaruh adalah 4 dan nilai minimum dari kekuasaan adalah 8. Nilai maksimum dari pengaruh adalah23 dan nilai maksimum dari kekuasaan adalah 23. Jumlah observasi dari pengaruh adalah 24 dan jumlah observasi dari kekuasaan adalah 24.

Sentralisasi pengaruh jaringan adalah 34.594% dan sentralisasi kekuasaan  adalah 34.594%. Kedua nilai ini adalah lebih rendah daripada nilai 50% maka sentralisasi penaruh dan sentralisasi kekuasaan jaringan pertukaran diplomasi ini mencerminkan desentralisasi dan bukan mencerminkan sentralisasi penaruh dan kekuasaan jaringan. Persentase Pengaruh dan Kekuasaan dari tiap negara dapat dihitung dan disajikan sebagai berikut :

 Negara  Pengaruh  Kekuasaan  %Pengaruh  %Kekuasaan
13 23 23 0,062331 0,062331
23 23 23 0,062331 0,062331
22 22 21 0,059621 0,056911
19 22 17 0,059621 0,04607
4 21 20 0,056911 0,054201
18 20 18 0,054201 0,04878
2 19 17 0,051491 0,04607
3 19 19 0,051491 0,051491
24 19 18 0,051491 0,04878
7 19 18 0,051491 0,04878
5 18 15 0,04878 0,04065
11 18 16 0,04878 0,04336
9 16 13 0,04336 0,03523
1 16 15 0,04336 0,04065
17 14 15 0,03794 0,04065
21 13 15 0,03523 0,04065
12 13 8 0,03523 0,02168
20 12 13 0,03252 0,03523
6 12 13 0,03252 0,03523
10 7 9 0,01897 0,02439
8 7 14 0,01897 0,03794
16 6 11 0,01626 0,02981
14 6 10 0,01626 0,0271
15 4 8 0,01084 0,02168
 Jumlah 369 369 1 1

Pengaruh diplomasi Jepang adalah 6.2331% dan kekuasaan diplomasi Jepang adalah 6.2331%. Pengaruh diplomasi Indonesia adalah 4.878% dan kekuasaan diplomasi Indonesia adalah 4.336%. Persentasi pengaruh dan kekuasaan diplomasi Jepang adalah tertinggi. Persentase pengaruh dan persentase kekuasaan diplomasi Madagaskar adalah paling rendah.

Analisis jaringan pertukaran diplomasi di atas disajikan secara kengkap sedangkan analisis jaringan perdagangan internasional atas barang-barang manufaktur, barang-barang makanan, bahan-bahan mentah, dan mineral tidak disajikan secara lengkap.

Rangkuman

Kata algoritma berasal dari nama bapak aljabar yaitu Al-Khawarizmi. Algoritma berarti urutan instruksi-instruksi yang dipakai untuk memberikan jawaban atas pertanyaan atau memberikan pemecahan atas masalah. George Boole telah mengembangkan matematika atau aljabar yang oleh pakar lain dinamakan Boolean Algebra. Boolean algebra memakai sistem bilangan biner (binary). Sistem bilangan dapat dikelompokkan ke dalam sistem bilangan biner, sistem bilangan oktal, sistem bilangan desimal, dan sistem bilangan heksadesimal. Sistem bilangan biner dalam komputer dinamakan bahasa mesin. Bahasa mesin adalah bahasa komputer yang sangat sulit dipakai sehingga para pakar komputer telah mengembangkan bahasa pemrograman yang telah mencapai bahasa pemrograman tingkat generasi keempat.

Ucinet 6 for Windows dipakai dalam pembahasan ini. Pembahasan mengenai algoritma dan sistem bilangan biner dilakukan di sini karena  Unicet 6 for Windows memanfaatkan sistem bilangan biner dengan pengertian 0 mewakili hubungan antara pasangan aktor tidak terdapat dan 1 mewakili hubungan antara pasangan aktor terdapat. Algiritma dibahas karena Ucinet 6 for Windows memakai algoritma dalam pengertian urutan instruksi-instruksi yang dipakai untuk memberikan jawaban atas pertanyaan atau untuk memecahkan masalah.

Wasserman dan Faust telah mengungkan bahwa analisis jaringan sosial dapat dipakai dalam analisis jaringan politik, analisis jaringan ekonomi, analisis jaringan komunikasi, analisis perdagangan internasional, dan analisis jaringan pertukaran diplomat atau diplomasi.

Menu Ucinet 6 for Windows yaitu menu Networks mengandung banyak peluang yang dapat dipakai untuk menginterpretasikan secara kuantitatif atas data hasil penelitian berukuran kualitatif. Salah satu ukuran dipakai di sini yaitu ukuran tentang Centrality and Power yang dapat dipakai untuk mengukur pengaruh, kekuasaan, sentralisasi pengaruh jaringan, dan sentralisasi kekuasaan jaringan. Ukuran-ukuran lain dapat dipakai akan tetapi dalam pembahasan ini hanya dipakai satu ukuran saja. Ukuran ini dipakai sebagai ukurn dalam perdagangan internasional atas barang-barang manufaktur, barang-barang makanan, bahan mentah, mineral, dan analisis jaringan pertukaran diplomasi. Hasil lengkap dari pemakaian Ucinet 6 for Windows mengenai pengaruh dan kekuasaan hanya disajikan dalam pembahasan mengenai analisis jaringan diplomasi saja agar makalah ini tidak terlalu panjang.

Data yang dipakai bersumber dari Ucinet 6 for Windows yaitu arsip data Trade.##h yang terdiri dari lima macam arsip data. Arsip data ini kemudian diubah mencadi lima arsip data mandiri dan tiap arsip data ini dipakai sebagai bahan analisis. Hasil analisis jaringan perdagangan internasional dan jaringan pertukaran diplomasi terdiri dari diagram jaringan dan ukuran tentang pengaruh, kekuasaan, sentralitas pengaruh jaringan, dan sentralitas kekuasaan jaringan. Diagram jaringan perdagangan internasional dan diagram jaringan pertukaran diplomasi sebagai hasil berukuran kualitatif adalah sangat kompleks sehingga sulit diinterpretasikan. Interpretasi berukuran kuantitatif dapat dilakukan melalui pemakaian Ucinet 6 for Windows terutama menu Network.

Pembahasan ini telah membuktikan bahwa analisis jaringan sosial dapat dipakai bukan saja dalam analisis jaringan komunikasi, analisis jaringan komunikasi organisasi, analisis jaringan politik, analisis jaringan teroris, akan tetapi juga dapat dipakai dalam analisis jaringan perdagangan internasional dan analisis jaringan pertukaran diplomasi. Makalah-makalah ini disusun dalam rangka memperkenalkan paradigma baru yang sangat berbeda dari paradigma lama yang terkandung dalam ilmu sosial dan ilmu perilaku tradisional karena paradigma baru ini sedang melanda berbagai disiplin akademik lain.

 

 

 

 

Permata Depok Regency, 18 Agustus 2019.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Academic Training Institute. Modren Diplomacy. http://www.ati.usacademy.info

Adams, Nicole Y. 2013. The Little Book Of Social Media Marketing For Translator. NYA Communication.

Ahn, T.K. et al. 2012. Expertise and Bias in Political Communication Networks. Midwest Political Science Association.

Andrew Weinberg, David. 2014. Textbook Diplomacy: Why the State  Department Shelved a Study on Incitement in Saudi Education Materials. Washington D. C. : Foundation For Defense of Democracies.

Basu, Kaustav et al. 2019. A Novel Graph Analytic Approach to Monitor Terrorist Network.

Boole, George.1853. An Investigation of The Law of Thought on which are Founded The  Logic Theories of Logic and Probabilities.New York : Dover Publications,  Inc.

Borgatti, Stephen Peter. 1989. Dissertation : Regular Equivalence In Graphs, Hypergraphs, and Matrices. California : University of California Irvine.

Borgatti, S.P., M.G. Everett,  and L.C. Freeman.2002. Uncinet 6 for Windows : Software for Social Network Analysis, Harvard, MA : Analytic Technology.

Borgatti, S.P. 2002. NetDraw : Network Visualization. Harvard, MA : Analytic TechEnology

Christopoulos, Dimitris. Network Analysis in Social and Political Science: A Short Introduction to Concepts

Contractor, Noshir S. and Peter R. Monge. 2003. Using Multi-theoretical Multi-level (MTML) Models to Study Adversarial Network, Dynamic  Social Network Modeling and Analysis : Workshop Summary and Papers.

Cox, M and R. Campanaro. 2016. Introduction to international relations. London :University of London.

Dahl, Robert A. 1976. Modern Political Analysis. Third Edition.New Delhi : Prentice-Hall of India Private Limited.

de Nooy, Wouter, Andrej Mrvar, and Vladimir Batagelj. 2005. Exploratory Network Analysis with Pajek. Cambridge : Cambridge University Pres s.

Easly, David and Jon Kleinberg. 2010. Networks, Crowds, and Market : Reasoning about a Highly Connected World. Cambridge : Cambridge University Press.

Effndi Gazali. 2019. Merajut Indonesia : Menuju Konstelasi Algoritma Komunikasi Politik Yang Lebih Mempersatukan – Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Komunikasi Pada Program Pascasarjana Disampaikan pada Sidang Terbuka Senat Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Gedung Kesenian Jakarta 30 Juli 2019.

Furht, Borko (Ed.). 2010.  Handbook of Social Network Technologies and Applications. New York : Springer.

Giemza, Kamil. Characteristics Of Political Communication in Social Networks. Mixed Methods Research On The Example of Warsaw MEPs

Griffiths, Martin and Terry O’Callaghan. 2002.  International Relations : Key Concepts. New York : Routledge

Hanneman, Robert A. and Mark Riddle. 2005. Introduction to Social Network Methods, California : University of California Press.

Jackson, Matthew O. 2008. Social and Economic Networks. Draft

Khokhar, Devangana. 2015. Gephi Cookbook. Birmingham : Packt Publishing Ltd

Koontz, Harold,, Cyril O;Donnell, dan Heinz.Weihrich. 1993. Manajemen. Edisi Kedelapan, Jilid 2. Jararta : Penerbit Erlangga.

Knoke, David. 2009. SOC 8412 Social Nework Analysis : Theory and Methods : Commucication in Small Group

Krugman, Paul R., Maurice Obstfeld, and Marc J. Melitz. 2012.  International Economics : Theory & Policy. Boston : Addison Wesley.

Lauchs, Mark., Robyn L. Keast, and Vy Le.Social Network Analysis of Terrorist Networks: Can it add value?, Pakistan Journal.  Southern Cross University : ePublications@SCU

Littlejohn, Stephen W. dan Karen A. Foss. Theories of Human Communication. 9th. Ed. Penerjemah Mohammad Yusuf Hamdan. 2009. Teori Komunikasi. Jakarta : Penerbit Salemba Humanika.

McClurg,  Scott D. 2011. Pols 513. Topics in Political Behavior, Political Network : Theory, Concept, and Methods

Mingst, Karen A. Essentials Of International Relations.

Monge Pter R. and Noshir S. Contractor. 2003. Theories of Communication Networks. Oxford : Oxford Univety Press.

Stephen Chan. 2017. Meditations on Diplomacy : Comparative Cases in Diplomatic Practice and Foreign Policy. Bristol : E-International Relations Publishing.

Stumpf, Samuel Enoch. 1989.  Philosophy : DDL History and Problem. Fifth Edition. New York : McGraw-Hill, Inc

United Nations Commission On International Trade Law. United Nations Convention on Contracts for International Sale of Goods.

Waldstrom, Christian. 2001. Informal Networks in Organization –A literature review. Working Paper No. 2. The Aarhus School of Business.

Wasserman, Stanley and Katherine Faust. 1994. Social Network Analysis : Methods and Applications. Cambridge : Cambridge University Press.

Yayan G.H. Mulyana. 2018.  Reading for Diplomats 2018. Jakarta : Kementerian Luar Negeri.

 

 

 

ILMU-ILMU KEPUTUSAN

Oleh :

Prof. Dr. Abdullah M. Jaubah, S.E., M.M.

 

Pendahuluan

Teknologi informasi dan teknologi komunikasi mengalami perkembangan pesat setelah perangkat keras komunikasi dikembangkan dan kemudian disusun dengan perangkat keras informasi dikembangkan. Perkembangan ini semula tercermin dalam perangkat keras telepon dan perangkat keras komputer. Perkembangan pesat dalam perangkat keras komputer dan perkembangan pesat dalam komunikasi data dengan memanfaatkan komputer dipercepat melalui perkembangan Palapa ketahap Palapa Ring sehingga komunikasi data akan dipercepat melalui internet dan wireless communication. Perkembangan perangkat keras komputer diikuti pula dengan perkembangan dalam perangkat lunak komputer.

Ilmu-ilmu Keputusan

Penciptaan komputer pertama yaitu ENIAC pada tahun 1946 berkaitan dengan keinginan mengolah masalah-masalah Operations Research  secara cepat dan tepat untuk pengambilan keputusan dalam bidang militer. Operations Research kemudian juga diterapkan pada organisasi-organisasi non-militer. Perkembangan komputer dari komputer yang sangat besar berlangsung secara cepat pula sehingga mainframe, minicomputer, microcomputer, handphone dikembangkan lebih lanjut ke arah ukuran yang makin lama makin kecil dengan kemampuan yang makin lama makin besar. Salah satu perkembangan dalam perangkat lunak komputer untuk ilmu-ilmu keputusan atau teori-teori keputusan adalah POM-QM for Windows.

Ilmu-ilmu keputusan (decision sciences) atau teori-teori keputusan dapat dikelomokkan ke dalam ilmu keputusan jangka panjang, jangka menengah, dan ilmu keputusan jangka pendek. Ilmu-ilmu keputusan dapat juga dikelompokkan ke dalam ilmu keputusan mikro dan ilmu makro. Ilmu-ilmu keputusan dapat juga dikelompokkan ke dalam ilmu keputusan kuantitatif, ilmu keputusan kualitatif, dan ilmu keputusan kombinasi antara keputusan kualitatif dan kuantitatif. Ilmu-ilmu keputusan dapat juga dikelompokkan ke dalam ilmu keputusan terprogram dan ilmu keputusan tidak terprogram. Ilmu-ilmu keputusan dapat juga dikelompokkan ke dalam ilmu keputusan terstruktur, semi terstruktur, dan ilmu keputusan tidak terstruktur. Teori-teori keputusan mengelompokkan teori keputusan ke dalam decision making under certainty, decision making under risk, decision making under uncertainty, decision tree, dan  Bayes’ Decision Rule

Ilmu-ilmu keputusan dapat juga dikelompokkan ke dalam metode-metode kuantitatif atau Operations Research, atau ilmu manajemen (management science) dan Production and Operations Management.

Paket Program POM-QM for Windows

Petunjuk Praktikum Mata Kuliah Metode Kuantitatif Manajemen Pelayanan Kesehatan telah disusun oleh Ketut Suarjana dan Ketut Hari Mulyawan (2016) yang berjudulPetunjuk Praktikum pada Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Petunjuk Praktikum ini mencakup pokok-pokok pembahasan mengenai Modul Penugasan (Assignment Module), Modul Breakeven/Cost Volume Analysis, dan Modul Transportation. Hal ini berarti bahwa Petunjuk Praktikum mengenai POM adalah sangat tidak lengkap.

Gama HNNR (2015) telah menyusun Modul Praktikum Manajemen Operasi (MBOP201), Program Studi Manajemen STIMIK. Pembahasannya mencakup pembahasan mengenai Modul Produktivitas, Modul Metode Jalur Kritis, Modul Peramalan Deret Waktu (Rata-rata Bergerak), Modul Pohon Keputusan,  Modul Analisis Titik Impas, dan modul Pemerintkat Faktor. Pokok-pokok pembahasan ini adalah sangat terbatas dan tidak lengkap.

Budi Harsono (2011) telah menulis Modul Panduan Penggunaan Software OM for windows pada Magister Manajemen Universitas Pajajaran. Pembahasannya mencakup pokok-pokok pembahasan mengenai Program Linier: Grafik dan Simpleks, Program Integer, Model Transportasi, Model Penugasan, Teori Antrian, dan pembahasan mengenai Program Dinamik. Ruang lingkup pembahasan OM di sini juga tidak lengkap.

Tim Manajemen Operasi pada Program Studi Manajemen Universitas Pendidikan Indonesia telah menyusun Modul Praktikum Manajemen Operasi. Pembahasan yang terkandung dalam Modul ini adalah pembahasan mengenai peramalan (forecasting), Persediaan (inventory), dan pembahasan mengenai penjadwalan proyek/manajemen proyek (project management – PERT/CPM). Pembahasan bahan praktikum di sini juga sangat terbatas dan tidak lengkap.

Bambang Yuwono dan Putri Nur Istiani (2007) telah menyusun Panduan Menggunakan POM for Windows pada Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri UPN Veteran Yogyakarta. Pembahasan mereka mencakup pembahasan mengenai Assignment, Linear Programming, Transportation, dan pembahasan mengenai Breakeven/Cost-Volume Analysis. Pembahasan mengenai POM di sini adalah sangat tidak lengkap dan sangat terbatas hanya pada beberapa modul saja.

Ruang Lingkup Pembahasan POM for Windows

Ruang lingkup pembahasan Production and Operation Management secara lengkap mencakup pokok-pokok pembahasan mengenai : Aggregate Planning, Assembly Line Balancing, Assignment, Breakeven/Cost-Volume Analysis, Capital Investment, Decision Analysis, Factor Rating, Forecasting, Inventory, Job Shop Scheduling, Layout,  Learning Curves, Linear Programming, Location, Lot Sizing, Material Requirements Planning,  Productivity,  Project Management (PERT/CPM), Quality Control, Reliability, Simulation, Statistics, Transportation, Waiting Lines, dan pokok pembahasan mengenai Work Measurement.

Ruang Lingkup Pembahasan QM for Windows

Ruang lingkup pembahasan Quantitative Methods secara lengkap mencakup pokok-pokok pembahasan mengenai Assignment, Breakeven/Cost-Volume Analysis, Decision Analysis, Forecasting, Game Theory, Goal Programming, Integer & Mixed Integer Programming, Inventory, Linear Programming, Markov Analysis, Material Requirement Planning, Networks, Project MSianagement (PERT?CPM), Quality Control, Simulation, Statistics, Transportation, dan pokok pembahasan mengenai Waiting Lines.

Pokok-pokok pembahasan yang tidak terkandung dalam POM dan terkandung dalam OM adalah Game Theory, Goal Programming, Integer & Mixed Integer Programming, dan pokok pembahasan mengenai  Markov Analysis.

Integrasi POM dan QM for Windows

Integrasi ruang lingkup pembahasan POM dan OM akan mencakup ruang lingkup pembahasan sebagai berikut : Aggregate Planning, Assembly Line Balancing, Assignment, Breakeven/Cost-Volume Analysis, Capital Investment, Decision Analysis, Factor Rating, Forecasting, Inventory, Job Shop Scheduling, Layout,  Learning Curves, Linear Programming, Location, Lot Sizing, Material Requirements Planning,  Productivity,  Project Management (PERT/CPM), Quality Control, Reliability, Simulation, Statistics, Transportation, Waiting Lines, dan pokok pembahasan mengenai Work Measuremen, . Game Theory, Goal Programming, Integer & Mixed Integer Programming, dan pokok pembahasan mengenai  Markov Analysis.

Hal ini berarti bahwa keputusan-keputusan dalam POM dan QM dikelompokkan ke dapat keputusan-keputusan mengenai : Aggregate Planning, Assembly Line Balancing, Assignment, Breakeven/Cost-Volume Analysis, Capital Investment, Decision Analysis, Factor Rating, Forecasting, Inventory, Job Shop Scheduling, Layout,  Learning Curves, Linear Programming, Location, Lot Sizing, Material Requirements Planning,  Productivity,  Project Management (PERT/CPM), Quality Control, Reliability, Simulation, Statistics, Transportation, Waiting Lines, dan pokok pembahasan mengenai Work Measuremen, Game Theory, Goal Programming, Integer & Mixed Integer Programming, dan keputusan mengenai  Markov Analysis.  Keputusan-keputusan ini mewakili keputusan-keputusan berukuran kuantitatif.

Keputusan Kombinasi

Keputusan-keputusan kombinasi dapat dilakukan jika Analytic Hierarchy Process dipakai. Salah satu contoh dari keputusan kombinasi ini adalah proses pengambilan keputusan dalam pembelian mobil. Kriteria yang tersedia mencakup Harga Mobil, Biaya Pemeliharaan yang terdiri dari Biaya Asuransi, Biaya BBM, Biaya Servis termasuk biaya suku cadang dan tenaga kerja. Hal-hal ini mencerminkan ukuran-ukuran kuantitatif.

Prestise dari Mobil, Kualitas Mobil yang terdiri dari Tingkat Keselamatan, Frekuensi Kerusakan, Kinerja Mobil, Rancangan Mobil yang terdiri dari Rancangan Eksterior dan Rancangan Interior, dan Kenyamanan Menyetir.

Unsur-unsur yang dipakai dalam pengambilan keputusan di atas mencakup ukuran-ukuran kuantitatif dan ukuran-ukuran kualitatif dalam proses pemilihan alternatif mobil yang tersedia adalah Grand Am 4 Doors, Nissan Maxima 4 Doors, Mercedes Benz 190, Volvo 740, dan Thunder Bird 2 Doors.

Penjual Nasi Goreng dari Tegal akan membeli beras untuk membuat nasi goreng. Penjual ini akan meneliti besar yang cocok untuk nasi goreng. Penjual ini kemudian melakukan tawar menawar harga atas beras dengan kualitas yang telah dipilih tadi. Penjual nasi goreng ini hanya menikmati pendidikan Sekolah Dasar akan tetapi telah memakai penelitian kombinasi.

Para pakar yang telah memperoleh Pendidikan Tinggi masih terus berdebat dengan masing-masing menganut pendekatan Pokoknya Kualitatif sedangkan kelompok lain menganut pendekatan Pokoknya Kuantitatif. Pertentangan pendapat ini telah berlangsung lebih daripada 100 tahun. Para pennganut pendekatan kualitatif dan para penganut pendekatan kuantitatif perlu melakukan penelitian atas gaya perilaku pedagang nasi goreng tersebut yang telah memakai pendekatan penelitian kombinasi.

Rangkuman

Keputusan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok Paket program POM-QM for Windows merupakan paket program berdasar atas pendekatan kuantitatif dan terdiri dari beberapa peluang pilihan. Beberapa Petunjuk yang telah disusun pada beberapa Universitas mengungkap bahwa ruang lingkup praktikum mereka adalah sangat tidak lengkap dan sangat terbatas. Paket Program Expert Choice 2000 dapat dipakai untuk mengambil keputusan berukuran kombinasi antara keputusan kuantitatif dan keputusan kualitatif  yang terintegrasi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Brennan, Linda L.. 2011.Operations Management. New York : McGraw-Hill.

Gupta, Sushil dan  Martin Starr. 2014. Production and Operations Management Systems. New York : CRC Press – Taylor & Francis Group.

Hillier, Frederick S. Dan Gerald J. Lieberman. 2001. Operations Research (Seventh Edition). New York : McGraw-Hill Higher Education.

Lu, Dowei. 2011. Fundamentals of Supply Chain Management. London : Ventus Publishing

ApS.

  1. Rama Murthy. Operations Research (Second Edition). 2007. New Delhi : New Age International (P) Limited, Publisher.

Salvendy, Gavriel.2001. Handbook Of Industrial Engineering : Technology and Operations Management.(Third Edition). New York : John Wiley & Sons, Inc.

Slack, Nigel, Stuart Chambers, dan Robert Johnston. 2010. Operations Management. Sixth

Edition. Harlow : Pearson Education Limited

Stacho, Juraj.2013. Introduction to Operations Research : Deterministic Models. New York : Columbia University.

Stevenson, William J. 2002. Operations Management (Seventh Edition). Boston : McGraw-Hill, Irwin.

Taha, Hamdy A. 2007. Operations Research : An Introduction (Eight Edition). New Jersey : Prentice-Hall.

Taylor III, Bernard . 2013.   Intruduction To Management Science. Boston : Pearson Education, Inc.

Weiss, Howard J. 2011. Software for Decision Sciences :  Quantitative Methods, Production and Operations Management. Upper Rever, New Jersey : Pearson Education, Inc.

Winston, Wayne L.2004. Operations Research Applications and Algorithms (Fourth Edition). Belmont, CA : Thomson Brooks/Cole.

Permata Depok Regency, 14 April 201